Pemkot Batu Apresiasi Nala Festival 2025, Dorong Semangat Kemaritiman dan Patriotisme

Kota Batu —Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang menggelar Nala Festival (Nala Fest) 2025 di kawasan Eco Point, Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, yang berlangsung mulai 26 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Armada Republik Indonesia sekaligus upaya mendekatkan TNI AL dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan kebudayaan. Pembukaan Nala Festival 2025 dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Drs. Zadim Efisiensi, M.Si, hadir mewakili Pemerintah Kota Batu. Turut hadir perwakilan TNI, Polri, DPRD, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Sekda Kota Batu menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Wali Kota Batu yang berhalangan hadir karena tugas di tempat lain. Ia menegaskan bahwa Hari Armada Republik Indonesia merupakan momentum penting untuk mengenang dan meneguhkan peran strategis TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keamanan laut dan pesisir Indonesia.Armada laut disebut sebagai garda terdepan pertahanan negara sekaligus simbol kejayaan maritim bangsa. Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan Nala Festival 2025 menjadi wujud nyata sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat. Festival ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi, kebudayaan, serta penguatan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai kemaritiman nasional, nasionalisme, dan persatuan bangsa. Pemerintah Kota Batu menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Meski Kota Batu bukan wilayah pesisir, komitmen untuk menjaga persatuan, mendukung pertahanan negara, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air tetap menjadi bagian dari pembangunan daerah. Melalui kegiatan seperti Nala Festival, semangat kebaharian dan jiwa patriotisme diharapkan dapat ditanamkan lintas wilayah dan lintas generasi. Pada kesempatan tersebut, Sekda Kota Batu juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Malang, atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga stabilitas keamanan serta membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan kebudayaan. Di akhir sambutannya, Pemerintah Kota Batu berharap Nala Festival 2025 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Semangat Hari Armada Republik Indonesia diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang aman, kuat, dan berdaulat. (whyd)
KBS Hadirkan Parade Satwa dan Inovasi Wisata, Targetkan Kunjungan Nataru 200 Ribu Orang

Surabaya — Kebun Binatang Surabaya (KBS) menghadirkan berbagai inovasi wisata edukatif selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Salah satu program unggulan yang menjadi daya tarik pengunjung adalah parade satwa, yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan sejumlah satwa terlatih. Direktur Operasional PDTS Kebun Binatang Surabaya, Nurika Widyasanti, mengatakan bahwa pada tahun ini KBS berupaya menghadirkan konsep wisata yang lebih dekat dengan pengunjung, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan edukasi konservasi. “Di tahun ini kami mencoba lebih mendekatkan pengunjung dengan satwa. Kami melakukan evaluasi langsung di lapangan, sehingga pemandu dan pengunjung bisa berinteraksi secara langsung dengan satwa-satwa yang memang sudah kami latih untuk mengikuti parade,” ujar Nurika Sabtu 27 Desember 2025. Menurutnya, tidak semua satwa dilibatkan dalam parade. Satwa yang ditampilkan telah melalui pertimbangan khusus, baik dari sisi keamanan maupun daya tarik edukasi. Beberapa di antaranya adalah burung monyet, burung kangkareng, burung rangkong, hingga reptil seperti ular. “Satwa yang kami tampilkan merupakan satwa yang aman dan menarik, sehingga pengunjung bisa belajar langsung mengenai satwa dan lingkungan hidup,” tambahnya. Selain parade satwa, KBS juga memperkenalkan maskot baru bernama Koko-Koko, yang diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus inovasi dalam berbagai kegiatan tematik ke depan. Sebagai lembaga konservasi, Nurika berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.“Kami ingin memberikan edukasi agar masyarakat semakin sadar bahwa satwa dan lingkungan harus kita jaga bersama,” tegasnya. Terkait jumlah kunjungan, Nurika mengungkapkan bahwa animo pengunjung selama masa libur Nataru terus mengalami peningkatan. Sejak 24 Desember hingga saat ini, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 50 ribu orang. “Alhamdulillah, sejak 24 Desember kemarin animo pengunjung terus meningkat. Kami memperkirakan puncak kunjungan akan terjadi pada akhir pekan,” ujarnya. Untuk libur Nataru tahun ini, KBS menargetkan total kunjungan mencapai 200 ribu pengunjung, atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain parade satwa, KBS juga menghadirkan berbagai wahana dan inovasi tambahan, seperti kereta safari, wahana permainan, serta atraksi interaksi satwa, mulai dari feeding gajah dan singa hingga interaksi dengan capybara yang saat ini menjadi favorit pengunjung.Selama parade berlangsung, pengunjung juga diperbolehkan berfoto dan berinteraksi dengan satwa secara gratis, dengan tetap mengikuti arahan petugas. Dari sisi pengamanan, KBS telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan, aparat keamanan, Satpol PP, dan Linmas. Pengaturan lalu lintas, parkir, serta titik-titik pengamanan telah dipersiapkan sejak dua minggu sebelum kegiatan berlangsung. “Kami juga menyiapkan pengamanan internal di sejumlah titik rawan, serta melibatkan instansi terkait untuk membantu pengamanan selama libur Nataru,” jelas Nurika. Selain itu, KBS bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dengan menyediakan dua pos layanan kesehatan, masing-masing di area depan dan belakang panggung, sebagai langkah antisipasi bagi pengunjung. Dengan berbagai persiapan dan inovasi tersebut, KBS optimistis dapat memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan edukatif bagi masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Kadis PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng Dampingi Gubernur Khofifah Tinjau Rekonstruksi Jembatan Pascabencana di Pacitan

Pacitan- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur adalah Edy Tambeng Widjaja, mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau perkembangan pelaksanaan rekonstruksi dua jembatan di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pacitan, Senin (22/12/2025). Dua jembatan yang ditinjau yakni Jembatan Lingkungan Dusun Kwaron serta Jembatan Dusun Tambaan yang memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi warga, khususnya di wilayah pedesaan Pacitan. Pembangunan dua jembatan ini merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan konektivitas masyarakat kembali pulih, aman, dan berkelanjutan pascabencana. Untuk Jembatan Lingkungan di Dusun Kwaron, Desa Tambakrejo, pekerjaan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025. Jembatan ini memiliki panjang bentang 12 meter dan lebar 3 meter, menggunakan konstruksi baja komposit, dengan nilai kontrak sebesar Rp561.712.898,00 dan masa pelaksanaan kontrak 17 November hingga 31 Desember 2025. Sementara itu, rekonstruksi Jembatan Dusun Tambaan dilakukan sebagai respons atas kerusakan akibat hujan berintensitas tinggi pada 16 Desember 2024 yang menyebabkan peningkatan debit air sungai hingga menghantam abutmen sisi selatan. Kerusakan tersebut mengakibatkan struktur jembatan patah dan ambruk, sehingga akses sekitar ±700 KK, terutama untuk kegiatan pertanian, sempat terputus. Rekonstruksi Jembatan Dusun Tambaan didanai melalui APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dengan nilai bantuan sebesar Rp271.739.300. Jembatan ini memiliki panjang 12 meter, lebar 3 meter, tinggi 3,5 meter, dan dirancang mampu menahan beban maksimum 20 ton. Struktur jembatan menggunakan beton bertulang dengan girder baja WF serta dilengkapi sayap pasangan batu guna memperkuat abutmen. Saat meninjau langsung titik kedua di Jembatan Dusun Tambaan, Gubernur Khofifah menekankan bahwa keberadaan jembatan ini akan menjadi penguat konektivitas ekonomi desa, khususnya bagi sektor pertanian “Konektivitas adalah kunci pergerakan ekonomi dan aktivitas sosial warga. Karena itu, rekonstruksi jembatan ini tidak hanya kita percepat, tetapi juga kita pastikan kualitas dan kekuatannya agar aman serta berkelanjutan,” ujar Gubernur Khofifah. “Setiap proses rekonstruksi harus dilakukan dengan perencanaan matang dan spesifikasi teknis yang mampu menjawab tantangan kondisi alam, terutama di daerah rawan bencana,” imbuhnya. Ia menambahkan, keberadaan jembatan dan jalan lingkungan sangat menentukan keterhubungan masyarakat, mulai dari aspek sosial, ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan dasar lainnya. Karena itu, Pemprov Jatim terus berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur yang diusulkan daerah secara bertahap dan terukur. “Ini akan sangat membantu konektivitas masyarakat, keterhubungan mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, dan seterusnya. Oleh karena itu, di berbagai titik yang memang diajukan oleh Pak Bupati, kami akan mencoba untuk memenuhi. Setelah peninjauan di sini, masih ada jembatan lain yang progresnya sudah sekitar 80–85 persen, termasuk jalan lingkungan,” tutur Khofifah. Lebih lanjut, Khofifah menegaskan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota, dengan penentuan prioritas pembangunan tetap berbasis kebutuhan daerah. “Kita bangun sinergitas dengan daerah. Pak Bupati yang menentukan titik-titik prioritasnya. Yang kita harapkan adalah aksesibilitas. Dalam Nawa Cita Jatim, ada Jatim Akses, dan ini bagian dari implementasi Jatim Akses. Kita maksimalkan infrastruktur yang bisa kita dukung sebagai bentuk komplementaritas dari apa yang telah dilakukan oleh Bupati,” tegasnya. “Kawan-kawan, ini titik kedua jembatan. Panjangnya 12 meter dan lebarnya 3 meter. Kalau kita lihat, jembatan ini akan menjadi bagian dari penguat produk pertanian. Insyaallah nanti KDMP-nya ada di sana, sehingga sektor pertanian akan terbantu konektivitasnya. Pokoknya apa pun yang bisa kita kuatkan untuk menggerakkan seluruh ekonomi desa, saya rasa ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat di wilayah paling bawah,” ujar Khofifah. Gubernur Khofifah juga mengapresiasi progres pekerjaan rekonstruksi Jembatan Dusun Tambaan yang telah mencapai sekitar 95 persen pada periode 20 November hingga 22 Desember 2025. Ia berharap penyelesaian akhir dapat segera dilakukan sehingga jembatan bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan rasa aman dan manfaat jangka panjang. Dengan selesainya dua jembatan ini, aktivitas warga kembali lancar dan ketahanan wilayah terhadap bencana semakin kuat,” pungkasnya. Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur hingga wilayah selatan Jawa Timur sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Kepala Desa Tambakrejo Arif Winarno menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kebutuhan infrastruktur di desanya. “Alhamdulillah, Desa Tambakrejo dirawuhi oleh Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang telah memberikan pembangunan jembatan, satu di Dusun Kwaron dan satu di Dusun Tambaan. Jembatan di Dusun Kwaron merupakan akses antar-RT, sementara jembatan di Dusun Tambaan menjadi akses utama menuju area pertanian. Alhamdulillah, terima kasih Ibu Gubernur atas bantuannya. Sekali lagi terima kasih, Ibu Gubernur,” tandasnya
TPS Konsisten Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan untuk Jamin Keberlanjutan Bisnis

Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali melaksanakan penilaian implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) pada tahun 2025. Ini merupakan langkah konsisten yang dilakukan perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan. Tahun ini menandai tahun kedua TPS menggunakan parameter ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dalam penilaiannya, setelah sebelumnya mengacu pada ketentuan Kementerian BUMN. Penilaian mencakup empat aspek utama: Hak dan Perlakuan yang Adil terhadap Pemegang Saham, Keberlanjutan dan Kelestarian Lingkungan (ESG), Pengungkapan dan Transparansi, serta Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris. Hasil asesmen menunjukkan bahwa TPS memiliki kesadaran dan komitmen yang kuat dalam mengadopsi standar tata kelola berbasis ACGS. Kekuatan utama penerapan GCG di TPS terletak pada kelengkapan kebijakan, pedoman, prosedur, serta struktur organisasi yang mendukung efektivitas kinerja Direksi dan Dewan Komisaris. Sebagai tindak lanjut, TPS telah menyusun sejumlah rencana strategis untuk terus meningkatkan kualitas tata kelolanya. “Hasil penilaian ini menjadi pijakan tambahan bagi TPS untuk melanjutkan perjalanan pengelolaan bisnis dengan tata kelola yang lebih baik, sehingga keberlanjutan bisnis benar-benar dapat dijaga,” ujar Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya. Sebagai bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group dan anak usaha PT Pelabuhan Terminal Petikemas (SPTP), TPS berperan sebagai penyedia layanan jasa rantai logistik, khususnya petikemas ekspor-impor di Indonesia. Perusahaan terus berkomitmen untuk meningkatkan standar layanan dan kinerja melalui berbagai inovasi dan integrasi layanan. Tentang TPS:PT Terminal Petikemas Surabaya(TPS) adalah operator terminal petikemas yang menerapkan standar keamanan dan keselamatan pelayaran internasional (ISPS Code). Perusahaan berfokus pada penguatan layanan dan peningkatan kinerja untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan industri. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Ardianto YapVP Corporate Communication PT Terminal Petikemas Surabaya(TPS)Lantai 13,Pelindo Place Office Tower, Jl. Perak Timur No. 478, Surabaya.