Pigora News Jatim

DPRD Jawa Timur Raih Penghargaan DetikJatim Awards 2025, Anggota Komisi B Ro’aitu Nafif Laha Apresiasi Inovasi Digital “CUAN” sebagai Jembatan Aspirasi Masyarakat

Kediri – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang detikJatim Awards 2025, lembaga legislatif tersebut meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji kategori Akselerator Saluran Aspirasi dan Literasi Demokrasi. Penghargaan bergengsi itu digelar di Grand Mercure Malang Mirama, pada Rabu (5/11/2025). Dalam ajang tersebut, DPRD Jawa Timur dinilai berhasil menghadirkan terobosan inovatif melalui dua program unggulan, yakni Curhat Ono Nang Dewan (CUAN) dan SQUAD Dewan. Kedua program tersebut menjadi wujud nyata upaya DPRD Jatim dalam menjembatani aspirasi masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memperkuat literasi politik di kalangan generasi muda. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ro’aitu Nafif Laha, yang turut menghadiri kegiatan pengenalan inovasi digital “CUAN”, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan program tersebut. Ia menilai bahwa inovasi CUAN bukan sekadar platform digital, melainkan sebuah jembatan strategis yang mempererat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat. “Saya sangat mengapresiasi inovasi CUAN ini. Karena melalui CUAN, kedekatan antara masyarakat dan dewan menjadi lebih nyata. CUAN menjadi jembatan bagi kita semua — baik dari pihak dewan maupun dari seluruh komponen masyarakat — untuk saling berinteraksi dan menindaklanjuti berbagai persoalan yang dihadapi,” ungkap Ro’aitu. Ia menjelaskan, CUAN memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun gagasan secara langsung tanpa batasan ruang dan waktu. Dengan adanya platform ini, masyarakat dapat dengan mudah mengutarakan pendapat, sementara DPRD dapat merespons dan menindaklanjuti dengan lebih cepat dan terarah. “Kita juga senang dengan adanya CUAN ini, karena masyarakat menjadi lebih aktif menyampaikan pendapatnya. Dewan pun mendapatkan masukan berharga dari masyarakat, yang kemudian bisa kami bahas dan tindak lanjuti. CUAN benar-benar menghidupkan komunikasi dua arah antara rakyat dan wakilnya,” ujarnya. Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perekonomian, Ro’aitu juga melihat peran penting CUAN dalam memperkuat basis data dan informasi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, aspirasi yang tersampaikan lewat CUAN dapat menjadi bahan penting bagi DPRD dalam merancang kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. “Program seperti CUAN bisa menjadi kanal bagi para pelaku UMKM untuk menyampaikan tantangan dan kebutuhannya. Dari situ kami bisa menindaklanjuti dengan kebijakan atau rekomendasi yang lebih tepat sasaran,” tuturnya. Lebih lanjut, Ro’aitu menegaskan bahwa Komisi B DPRD Jatim terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti koperasi, dinas terkait, dan lembaga keuangan daerah, untuk memastikan UMKM di Jawa Timur dapat terus berkembang dan naik kelas. Ia menyebutkan bahwa berbagai bentuk pendampingan, pelatihan, dan bantuan alat usaha terus digalakkan agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM di kota dan kabupaten di Jawa Timur, termasuk di Kediri, bisa maksimal. Pendampingan, pelatihan, hingga bantuan alat terus kita dorong agar mereka bisa meningkatkan pendapatan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya. Inovasi CUAN juga menjadi simbol komitmen DPRD Jawa Timur dalam menjalankan fungsi representasi dan pelayanan publik secara modern dan inklusif. Program ini tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga sarana edukasi politik yang mendekatkan masyarakat dengan proses demokrasi di tingkat daerah. “CUAN ini bukan sekadar aplikasi, tapi bagian dari perubahan cara kerja dewan dalam mendengarkan dan menindaklanjuti suara rakyat. Dengan cara ini, demokrasi bisa lebih hidup, transparan, dan partisipatif,” tambah Ro’aitu. Dengan diraihnya penghargaan dari detikJatim Awards 2025, DPRD Jawa Timur berharap inovasi yang telah diinisiasi dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Harapan kami, CUAN ini terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat. Dengan partisipasi publik yang tinggi, kebijakan yang dihasilkan pun akan semakin relevan dan bermanfaat bagi seluruh warga Jawa Timur,” pungkas Ro’aitu Nafif Laha.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Ro’aitu Nafif Laha Dorong UMKM Naik Kelas, Tekankan Kolaborasi dan Akses Permodalan untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kediri — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Ro’aitu Nafif Laha, S.Pd. menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi daerah melalui pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pengenalan inovasi digital DPRD Jatim, di mana ia juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatannya, Ro’aitu menjelaskan bahwa Komisi B DPRD Jatim memiliki tanggung jawab besar di bidang perekonomian. Karena itu, pihaknya terus menjalin kerja sama strategis dengan berbagai mitra, terutama koperasi dan UMKM yang menjadi sektor paling dekat dengan masyarakat. “Komisi B ini membidangi perekonomian. Kami akan terus bekerja sama dengan mitra strategis, terutama koperasi dan UMKM, agar bisa lebih maksimal dan naik kelas. Pendampingan serta pelatihan terus kami lakukan agar mereka mampu berkembang dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya ketika menghadiri acara “Mlaku Bareng Anggota Dewan” Sabtu, 8/11/2025. Ro’aitu menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD terus berupaya menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas pelaku UMKM, seperti pelatihan teknis, pengadaan peralatan pendukung, serta fasilitasi pemasaran. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal. “Kita tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyediakan alat-alat produksi untuk mendukung kemandirian usaha masyarakat. Harapannya, UMKM bisa terus tumbuh dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi di tingkat desa dan kecamatan,” tambahnya. Lebih lanjut, Ro’aitu mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, yang aktif menggandeng pelaku UMKM melalui berbagai program kolaboratif, salah satunya misi dagang antarprovinsi. Program tersebut, menurutnya, telah membawa dampak nyata bagi peningkatan omzet dan jaringan bisnis pelaku UMKM di daerah. “Pemprov Jatim tidak pernah lelah mengajak UMKM untuk berkolaborasi. Dalam misi dagang yang dilakukan Ibu Gubernur, banyak UMKM yang diajak berinovasi dan hasilnya luar biasa — banyak pesanan datang dari provinsi lain. Ini menunjukkan bahwa produk lokal kita mampu bersaing di pasar nasional,” jelasnya. Selain dukungan pelatihan dan promosi, Ro’aitu juga menyoroti pentingnya akses permodalan yang mudah dan inklusif bagi pelaku UMKM. Ia mengingatkan agar kebijakan pemerintah pusat terkait penyaluran dana Rp200 triliun melalui Bank Himbara benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat kecil. “Kami di DPRD ikut mengawal dan mengkritisi penyaluran dana Rp200 triliun yang dikucurkan melalui Himbara. Harapan kami, dana ini bisa benar-benar menyentuh UMKM yang membutuhkan di desa dan kecamatan. Bank-bank harus bekerja sama secara serius tanpa membebani pelaku usaha dengan agunan berat,” tegasnya. Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan karena terbentur syarat agunan. Dengan adanya kebijakan relaksasi dan dukungan permodalan tanpa jaminan, diharapkan sektor UMKM dapat lebih produktif dan berdaya saing. “Kita ingin agar dana bantuan dan program perbankan ini benar-benar membantu masyarakat. Asal pelaku usaha memiliki rekam jejak yang baik, mereka harus diberi peluang untuk berkembang,” ujarnya. Ro’aitu menutup penyampaiannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus berinovasi dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara DPRD, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan di Jawa Timur. “UMKM adalah mitra strategis yang harus kita ayomi dan jaga. Melalui sinergi yang kuat dan akses ekonomi yang terbuka, kita bisa mewujudkan Jawa Timur yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan mandiri,” pungkasnya.

Kejuaraan Bulutangkis Gubernur Cup Jawa Timur 2025 Siap Digelar, Total Hadiah Rp300 Juta

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PBSI Jawa Timur akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Gubernur Cup Jawa Timur 2025 dengan total hadiah mencapai Rp300 juta. Ajang bergengsi ini akan berlangsung pada 24–30 November 2025 di dua lokasi, yaitu GOR Sudirman (Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No. 8 Surabaya) dan GOR Suryanaga (Jl. Dharmhusada Indah Barat III, Surabaya). Kegiatan ini merupakan turnamen berlevel ranking point nasional, sehingga hasil pertandingan akan berpengaruh pada peringkat nasional para atlet. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PBSI Jawa Timur Tonny Wahyudi turut mendukung penuh pelaksanaan turnamen ini sebagai upaya pembinaan dan peningkatan prestasi atlet bulutangkis di Jawa Timur. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui situs resmi PBSI di si.pbsi.id, dan panitia juga menyediakan kontak narahubung, yaitu Adi Nugroho (0856-4848-2012) dan Yuan (0819-52421-858) untuk informasi lebih lanjut. Dengan total hadiah yang besar dan sistem poin nasional, Gubernur Cup Jawa Timur 2025 diharapkan menjadi ajang pembuktian sekaligus pencarian bibit unggul bulutangkis dari seluruh penjuru tanah air.