Pigora News Jatim

Anggota Komisi E DPRD Jatim dr. Benjamin Kristianto Hadiri Musorprov KONI Jawa Timur, Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Atlet

Surabaya- Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Timur yang digelar pada Kamis, 4 Desember 2025. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap upaya KONI Jatim dalam memperkuat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi atlet. Dalam kesempatan tersebut, dr. Benjamin mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musorprov serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran KONI Jatim yang dinilai berhasil menjaga tradisi prestasi di berbagai kejuaraan. Ia menegaskan bahwa peningkatan prestasi tidak hanya ditentukan oleh latihan dan kompetisi, tetapi juga oleh perhatian jangka panjang terhadap kesejahteraan atlet, baik selama mereka berkarier maupun setelah purna tugas. “Para atlet berjuang keras membawa nama daerah. Kita harus memikirkan masa depan mereka, termasuk kesejahteraan selama menjadi atlet maupun setelah mereka tidak aktif lagi. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya. Terkait capaian prestasi olahraga Jatim, dr. Benjamin menyebut bahwa hasil yang diraih selama ini cukup membanggakan. Ia menyoroti sejumlah kejuaraan di mana Jawa Timur mampu meraih medali melebihi target. “Prestasi kita sudah cukup baik. Biasanya target empat medali, tetapi bisa mendapat sembilan. Kita berharap ke depan prestasi ini terus meningkat, bahkan mencapai juara pertama,” ujarnya. Ia juga menilai Musorprov ini menjadi forum strategis untuk evaluasi dan penyusunan program yang lebih kuat dalam rangka mewujudkan prestasi tingkat nasional hingga dunia, sejalan dengan moto KONI Jatim. Sebagai anggota Komisi E yang membidangi pendidikan, kesehatan, kepemudaan, dan olahraga, dr. Benjamin menegaskan bahwa DPRD Jatim akan terus mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan olahraga, termasuk peningkatan sarana, pendampingan pelatih, dan perlindungan bagi para atlet. Musorprov KONI Jawa Timur tahun ini dihadiri ratusan peserta dari KONI kabupaten/kota serta 75 cabang olahraga, menjadikannya forum tertinggi untuk menentukan arah kebijakan pembinaan olahraga Jatim untuk periode mendatang.

Kakanwil Kemenkum Jatim Ingatkan Notaris Soal Kepatuhan Regulasi, Pengisian PMPJ, dan Resiko Pemblokiran Akun

PASURUAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto, memberikan pembekalan kepada para notaris di Pasuruan terkait pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, penguatan integritas, hingga kewajiban pengisian Profil Pemilik Manfaat Perorangan (PNPJ).Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Pembinaan Notaris & Fullday Seminar bertema “Jangan Asal Tanda Tangan! Legal Safety dalam Penanganan Perseroan Terbatas dan Badan Hukum Lain” yang digelar Pengda Pasuruan INI pada Rabu, 3 Desember 2025. Dalam paparannya, Haris menyoroti masih adanya persoalan mendasar terkait penomoran akta serta konsistensi notaris dalam mematuhi aturan perundang-undangan. Ia menyebut sebagian notaris masih keliru, bahkan hanya mengacu pada Undang-Undang Jabatan Notaris (UJN), tetapi dalam praktiknya justru melanggar ketentuan tersebut. Lebih lanjut, Haris menyinggung persoalan pemblokiran akun notaris. Menurutnya, banyak notaris yang panik saat akunnya diblokir, namun tidak memahami bagian mana yang menjadi sumber masalah. Ia pun menegaskan bahwa pemblokiran bukan dilakukan secara tiba-tiba, tetapi merupakan bagian dari sistem kepatuhan dan pengawasan. Terkait kewajiban pengisian Prinaip Mengenal Pengguna Jasa (PMPJ), Haris kembali memperingatkan bahwa hal ini merupakan mandat internasional, terutama setelah Indonesia menjadi bagian dari Financial Action Task Force (FATF). Ia mengungkapkan hingga 1 September, masih terdapat sekitar 2.100 notaris di Jawa Timur yang belum mengisi PMPJ. Dan setelah dilakukan pembinaan di beberapa kabupaten/kota, jumlahnya turun menjadi 800 notaris. “Jangan takut rezeki hilang hanya karena mengisi PMPJ. Rezeki sudah diatur oleh Allah. Kewajiban kita adalah patuh agar tidak terlibat dalam pencucian uang dan pendanaan terorisme,” ujarnya. Haris juga menegaskan bahwa kasus terkait Dugaan Pelanggaran Prinsip Uji Tuntas (DPPU) di Jawa Timur masih sangat tinggi. Ia menyebutkan adanya temuan transaksi mencurigakan seperti pembelian tanah, gedung, hingga perpindahan dana yang ternyata terlibat dalam tindak pidana pencucian uang dan jaringan terorisme. Ia bahkan mencontohkan kasus terbaru di Sidoarjo, di mana akun seorang notaris diblokir karena Beneficial Owner (BU) atau pemilik manfaat dari badan hukum yang dia tangani tidak diketahui atau tidak mau diverifikasi. Kondisi seperti ini, menurutnya, sangat berbahaya dan dapat menghentikan seluruh aktivitas notaris. Tidak hanya itu, Haris juga menyoroti fenomena “notaris transit”, yaitu notaris yang dilantik di suatu wilayah tetapi tidak pernah membuka kantor maupun beraktivitas di sana. Ia menyebut praktik tersebut sebagai pelanggaran yang serius dan dapat berujung pada rekomendasi pemberhentian. “Kalau tidak membuat kantor dan tidak melaksanakan tugas, jangan salahkan jika kami keluarkan rekomendasi pemberhentian. Ini demi melindungi rekan-rekan notaris lainnya,” tegasnya. Haris menutup arahannya dengan menegaskan komitmen Kanwil Kemenkum Jatim untuk terus melindungi notaris yang bekerja sesuai aturan, sekaligus memberikan penindakan terhadap yang melanggar. Ia berharap seluruh notaris terus memperbaiki kinerja dan menjunjung integritas profesi. “Mari lakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan organisasi. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua,” pungkasnya.

Dibuka Oleh Sekda Prov Jatim, KONI Jawa Timur Gelar Musorprov 2025

Surabaya- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur secara resmi menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) pada Kamis, 4 Desember 2025. Acara yang dihadiri unsur Forkopimda Jawa Timur, para ketua cabang olahraga (cabor), serta perwakilan KONI kabupaten/kota ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun arah pembinaan olahraga menuju prestasi tingkat dunia. Ketua Panitia Musorprov, Akmal Budianto, yang juga Sekretaris KONI Jatim, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa 100 persen KONI kabupaten/kota telah memberikan konfirmasi kehadiran. Akmal juga menekankan kembali tema yang diusung: “Jawa Timur Menuju Prestasi Dunia.” Menurutnya, penetapan target prestasi dunia merupakan langkah untuk mengangkat level daya saing atlet-atlet Jatim. “Ketika kita menarget prestasi dunia, prestasi Indonesia akan mengikuti dengan sendirinya,” ujarnya. Akmal turut melaporkan perkembangan prestasi pada PON bela diri terbaru, di mana Jatim hanya mengirim 79 atlet namun mampu bersaing ketat dengan Jawa Barat. Beberapa cabor seperti Bulutangkis, Jiu-Jitsu, dan Wushu bahkan keluar sebagai juara umum. Wushu menjadi sorotan karena berhasil melampaui target 8 emas dengan raihan 13 emas. Ia berharap keberhasilan ini menjadi pemicu peningkatan prestasi pada PON bela diri berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara. Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa bakti pengurus KONI Jatim 2022–2026 sebenarnya berakhir pada Februari 2026. Namun, berbagai pertimbangan strategis membuat KONI Jatim mengajukan pelaksanaan Musorprov lebih awal, yang kemudian disetujui KONI Pusat. Nabil memaparkan bahwa total peserta Musorprov mencapai 339 orang, terdiri dari: 114 utusan KONI kabupaten/kota di Jawa Timur 225 perwakilan dari 75 cabang olahraga (cabor) yang telah terverifikasi Agenda utama Musorprov 2025 mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) KONI Jatim periode 2022–2026 serta pemilihan Ketua KONI Jawa Timur periode 2026–2030. Selain itu, peserta juga dijadwalkan mengikuti sidang komisi yang menjadi ruang untuk menyampaikan evaluasi dan masukan konstruktif terkait program pembinaan olahraga. “Forum musyawarah ini adalah forum pengambilan keputusan tertinggi. Karena itu kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan semangat kebersamaan dan prinsip musyawarah mufakat,” tegas Nabil. Musorprov 2025 juga dilengkapi fasilitas kesehatan bagi peserta, bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait. Mengakhiri laporannya, Nabil kembali menegaskan moto KONI Jawa Timur:“Dari Jawa Timur Menuju Indonesia dan Menuju Prestasi Dunia.”