Pigora News Jatim

KAPPIJA-21 Gelar Regional & National Leader Forum, Kepala BPIP Tekankan Peran Alumni sebagai Agen Diplomasi Budaya

Surabaya, 5 Desember 2025 — Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (KAPPIJA-21) menggelar Regional Leader Forum (RLF) dan National Leader Forum (NLF) di Hotel Morazen, Jl. Kayoon, Surabaya, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang memberikan sambutan utama tentang pentingnya penguatan nilai kebangsaan dan diplomasi budaya. Dalam pidatonya, Prof. Yudian menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ideologi Pancasila, sesuai dengan visi dan misi Presiden melalui delapan program prioritas nasional. Pada poin pertama, yakni penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia, Prof. Yudian menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hidup dalam praktik keseharian masyarakat. Ia menyampaikan bahwa era informasi digital saat ini menghadirkan tantangan besar, seperti polarisasi, disinformasi, serta melemahnya rasa kebersamaan. Namun, menurutnya, tantangan tersebut dapat berubah menjadi peluang jika dikelola secara bijak.“Pancasila harus terus relevan, bukan hanya teks dalam buku, tetapi menjadi pedoman dalam menyikapi perbedaan, membangun dialog, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok,” ujarnya. Alumni sebagai Ujung Tombak Diplomasi Rakyat Prof. Yudian menilai alumni KAPPIJA-21 memiliki modal sosial, pengalaman internasional, serta jejaring global yang strategis untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.“Alumni yang pernah berinteraksi di pusat-pusat budaya memiliki kemampuan unik untuk menjelaskan identitas bangsa secara autentik dan membangun persepsi positif tentang Indonesia di kancah internasional,” tegasnya. Ia mendorong agar diplomasi tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tetapi juga melalui people-to-people diplomacy, yang dijalankan oleh masyarakat sipil, diaspora, dan komunitas alumni. Program seperti KAPPIJA-21, lanjutnya, telah menjadi sumber penguatan jejaring yang dapat berkontribusi pada posisi Indonesia di level regional dan global. Penguatan Kapasitas, Literasi Digital, hingga Proyek Nilai Pancasila Kepala BPIP juga mengajak peserta forum untuk menerjemahkan nilai Pancasila dalam program konkret seperti: pengembangan kapasitas literasi digital beretika, proyek-proyek berbasis nilai Pancasila, kegiatan komunitas pemersatu, serta menjadi teladan dalam penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. “Setiap lembaga dan organisasi memiliki peran untuk menjadi contoh dalam memperkaya kehidupan kebangsaan melalui tindakan nyata,” ujarnya. Kolaborasi Indonesia–Jepang dalam Mitigasi Bencana Prof. Yudian juga menyinggung pentingnya memanfaatkan hubungan strategis Indonesia–Jepang dalam bidang mitigasi bencana, terlebih setelah bencana yang terjadi di Sumatera akhir-akhir ini.Ia mendorong kerja sama intensif berupa: pelatihan bersama penanganan darurat, penguatan sistem peringatan dini, transfer teknologi infrastruktur tahan bencana, dan simulasi lintas negara. Kolaborasi ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kesiapsiagaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan kedua negara. Penutup Mengakhiri sambutannya, Prof. Yudian menegaskan bahwa pemantapan Pancasila dan penguatan diplomasi budaya merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Ia berharap forum ini menjadi wadah lahirnya gagasan dan kolaborasi yang semakin mempererat hubungan Indonesia dan Jepang serta memperkuat karakter kebangsaan generasi penerus. “Jadilah duta kebangsaan yang membawa citra Indonesia yang toleran, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutupnya.