Demokrat Jatim Gelar Halal Bihalal, Momentum Perkuat Konsolidasi Internal

Surabaya- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menggelar kegiatan halal bihalal sebagai ajang mempererat silaturahmi antar pengurus dan kader, sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal partai pasca bulan suci Ramadan. Kegiatan yang digelar pada Jumat 17 April 2026 tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat tersebut dihadiri oleh ratusan undangan dari jajaran pengurus DPD, Ketua dan Sekretaris DPC se-Jawa Timur, serta kader partai. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal tahun ini memiliki makna tersendiri. Pasalnya, selama bulan Ramadan, para pengurus partai, khususnya Ketua DPC, disibukkan dengan agenda turun ke bawah (turba) untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah masing-masing, sehingga tidak sempat menggelar buka puasa bersama. Ia menjelaskan bahwa momentum halal bihalal ini akhirnya dilaksanakan pada pertengahan bulan Syawal sebagai bentuk menjaga tradisi silaturahmi di lingkungan partai. Meski digelar secara sederhana, suasana yang tercipta justru lebih santai dan cair, memungkinkan para kader untuk saling berdiskusi dan mempererat hubungan secara langsung. Menurut Emil, kegiatan ini tidak semata-mata berkaitan dengan agenda organisasi seperti musyawarah daerah (musda), melainkan merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat soliditas partai. Namun demikian, ia tidak menampik bahwa dalam waktu mendatang, Partai Demokrat Jawa Timur juga akan menghadapi agenda musda, meskipun hingga saat ini jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dalam keterangannya, Emil menyebut bahwa sejumlah daerah lain telah mulai melaksanakan musda, seperti di Jawa Tengah. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa agenda tersebut berpotensi digelar dalam waktu dekat, termasuk di Jawa Timur, apabila keputusan resmi telah dikeluarkan oleh DPP. Lebih lanjut, Emil menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi yang penting untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan seluruh kader. Ia menggambarkan suasana pertemuan berlangsung dengan penuh keakraban, di mana seluruh peserta yang hadir dapat berinteraksi secara santai namun tetap produktif dalam merencanakan langkah-langkah strategis partai ke depan. Dalam konteks peran partai, Emil juga menekankan pentingnya dukungan terhadap program-program pemerintah yang saat ini tengah berjalan. Ia menyebut bahwa hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari partai selain mendorong kader untuk turut menyukseskan kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan Work From Home yang tengah diterapkan. Melalui kegiatan halal bihalal ini, Dirinya berharap dapat semakin memperkuat soliditas internal serta menjaga semangat kebersamaan antar kader. Dengan demikian, partai diharapkan mampu menghadapi berbagai agenda politik ke depan dengan lebih siap dan kompak, serta terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan di Jawa Timur.
Pelajar Jatim Berkompetisi di Lomba Empat Pilar, Aries Targetkan Juara Nasional

Surabaya- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turut menghadiri pembukaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat SMA yang digelar oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya pelajar di tingkat sekolah menengah atas. Lomba tersebut merupakan hasil kerja sama antara MPR RI dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaannya. Dalam kompetisi ini, para peserta akan melalui tiga tahapan utama, yakni sesi pemaparan materi, sesi pendalaman, serta sesi tanya jawab cepat atau cerdas cermat. Materi yang diujikan berfokus pada pemahaman Empat Pilar MPR RI, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika. Selain lomba cerdas cermat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai agenda lain seperti lomba baris-berbaris yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa disiplin, kebersamaan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Jawa Timur, tetapi juga digelar serentak di beberapa provinsi lain seperti Lampung dan Banten, sebagai bagian dari pelaksanaan nasional. Dalam keterangannya, Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi atas konsistensi MPR RI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut setiap tahun. Ia menilai lomba ini memberikan dampak positif bagi pelajar karena mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air. Menurutnya, melalui kompetisi ini para siswa tidak hanya dituntut memahami materi kebangsaan, tetapi juga terdorong untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa peserta yang mengikuti ajang tingkat provinsi merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka telah melalui proses seleksi ketat di tingkat daerah sebelum akhirnya melaju ke babak final provinsi. Oleh karena itu, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Lebih lanjut, Aries berharap kegiatan Lomba Cerdas Cermat ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang ke depannya. Ia juga mendorong agar konsep lomba tidak hanya terbatas pada Empat Pilar MPR RI, tetapi juga diperluas ke bidang lain seperti sains, pengetahuan umum, dan kompetisi akademik lainnya yang dapat memacu daya pikir kritis siswa. “Tahun lalu Jawa Timur berhasil meraih juara tiga di tingkat nasional. Tahun ini kita berharap bisa meningkatkan prestasi dan meraih juara pertama,” ujarnya optimistis. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, dirinya berharap generasi muda semakin termotivasi untuk berprestasi sekaligus memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, demi menjaga keutuhan dan masa depan bangsa Indonesia.
Pelantikan PPIH 1447 H Digelar Serentak, Menteri Haji Tegaskan Layanan Cepat dan Tepat

Surabaya – Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia secara resmi melantik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M pada Jumat, 17 April 2026. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umroh RI, Mochamad Irfan Yusuf, dan dilaksanakan secara serentak melalui jaringan daring yang menghubungkan seluruh embarkasi haji di Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk peneguhan amanah besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Ia menegaskan bahwa para petugas PPIH harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan manusiawi sejak jemaah berada di embarkasi hingga kembali ke tanah air. “Embarkasi harus menjadi tempat pertama jemaah merasakan kehadiran negara. Jangan sampai jemaah dihadapkan pada prosedur yang berbelit, informasi yang simpang siur, atau koordinasi yang lambat,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas yang telah mempersiapkan penyelenggaraan haji sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, meskipun pelantikan baru dilaksanakan hari ini, para petugas sejatinya telah bekerja jauh sebelumnya dalam menyiapkan berbagai aspek teknis dan administratif. Tahun 2026 ini menjadi momentum penting karena merupakan tahun awal Kementerian Haji dan Umroh memegang tanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Meski demikian, Menteri Irfan mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan, termasuk dinamika kebijakan dan situasi di Arab Saudi yang turut mempengaruhi proses penyelenggaraan. Salah satu tantangan yang disoroti adalah terkait pengurusan visa jemaah dan petugas. Ia mengungkapkan bahwa hingga menjelang keberangkatan, masih terdapat ratusan visa petugas yang belum terbit akibat kendala di pihak luar negeri. Namun, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi untuk mempercepat penyelesaian tersebut. Di sisi lain, Menteri Irfan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membebankan tambahan biaya kepada jemaah, meskipun terdapat kenaikan biaya operasional. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden agar penyelenggaraan ibadah haji tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Lebih lanjut, ia memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan bagi kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah perempuan yang jumlahnya mencapai lebih dari separuh total jemaah haji Indonesia. Menurutnya, pendekatan pelayanan harus lebih inklusif dan penuh empati, mengingat sebagian besar jemaah berasal dari latar belakang pendidikan dasar dan belum terbiasa dengan berbagai prosedur perjalanan internasional. “Tugas kita bukan hanya memastikan kelengkapan administrasi, tetapi juga memberikan pemahaman, pendampingan, dan rasa tenang kepada jemaah,” ujarnya. Menteri Irfan juga mengingatkan pentingnya akurasi informasi yang diberikan kepada jemaah. Ia mencontohkan masih adanya kesalahan penyampaian informasi di lapangan yang justru dapat membingungkan dan merugikan jemaah. Oleh karena itu, seluruh petugas diminta untuk benar-benar memahami tugas dan materi pelayanan sebelum terjun langsung. Selain itu, aspek koordinasi lintas sektor juga menjadi perhatian utama, mulai dari layanan kesehatan, akomodasi, transportasi, hingga pengelolaan bagasi. Ia menekankan bahwa setiap detail pelayanan di embarkasi harus dipastikan berjalan optimal agar tidak menimbulkan masalah saat jemaah berada di Tanah Suci. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas petugas. Pengelolaan layanan, termasuk aspek keuangan, harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan aturan yang berlaku, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Menutup sambutannya, Menteri Irfan Yusuf mengajak seluruh petugas PPIH untuk bekerja sebagai satu tim nasional dengan standar pelayanan yang sama di seluruh embarkasi. Ia berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat diberangkatkan dengan aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik. “Orientasi kita hanya satu, yaitu memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya.
HIPMI Jatim Gelar Halal Bihalal, Dorong Program Nyata dan Bisnis Matching untuk Anggota

Surabaya — Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menggelar kegiatan halal bihalal pada Rabu, 15 April 2026, yang dihadiri ratusan anggota dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat program kerja kepengurusan periode 2025–2028. Ketua HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, dalam sambutannya menegaskan pentingnya percepatan realisasi program kerja yang berdampak nyata bagi para anggota. Ia menyampaikan bahwa setelah lebih dari satu tahun sejak pelantikan, waktu kepengurusan yang tersisa sekitar dua tahun harus dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, seluruh ketua bidang, mulai dari bidang 1 hingga bidang 12, diminta untuk lebih aktif menyusun dan mengeksekusi program-program yang konkret. Ia menekankan bahwa kegiatan yang dijalankan tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan manfaat langsung terhadap perkembangan usaha anggota HIPMI. “Kami meminta kepada seluruh ketua bidang untuk segera mengkonkretkan program kerja melalui kegiatan yang benar-benar berdampak pada usaha anggota. Waktu yang tersisa tidak panjang, sehingga harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujarnya. Salah satu fokus utama HIPMI Jatim ke depan adalah penguatan program bisnis matching. Program ini menjadi salah satu janji utama saat kepemimpinan Ahmad Salim Assegaf, dengan tujuan membuka akses seluas-luasnya bagi anggota dalam mengembangkan jaringan usaha. Melalui program tersebut, HIPMI Jatim akan mempertemukan para pengusaha, baik sesama anggota HIPMI, pengusaha non-HIPMI, hingga pelaku usaha di tingkat nasional. Diharapkan, kolaborasi ini mampu mendorong para anggota untuk naik kelas dan menjadi pengusaha yang tangguh serta kompetitif, baik di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, HIPMI Jatim juga terus memperkuat konektivitas dengan BPD HIPMI di berbagai provinsi. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang kolaborasi lintas daerah, termasuk dalam hal perdagangan komoditas, jasa, dan pengembangan usaha lainnya. Ahmad Salim juga menyampaikan kondisi ekonomi global yang saat ini dihadapkan pada ketidakpastian, termasuk dampak konflik internasional yang memicu kenaikan harga energi dan berimbas pada berbagai sektor. Kenaikan harga minyak, menurutnya, turut mendorong kenaikan harga-harga lain, termasuk biaya transportasi seperti tiket pesawat, yang menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha. “Kondisi ke depan memang tidak mudah. Hampir semua sektor akan terdampak. Namun, kami tetap berupaya menjalankan usaha, terutama di sektor riil dan UMKM, agar tetap bertahan dan berkembang,” katanya. Dalam menghadapi tantangan tersebut, HIPMI Jatim menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan terhadap UMKM. Pembinaan ini mencakup penguatan pemasaran, branding produk, hingga mempertemukan produk anggota dengan pasar atau pengguna secara langsung. Tak hanya itu, HIPMI Jatim juga aktif mengikuti misi dagang yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan tersebut, para pengusaha HIPMI berkesempatan menjalin relasi dengan pelaku usaha di daerah lain, bertukar ide, serta menggali potensi kerja sama yang saling menguntungkan. Sejumlah daerah seperti Sulawesi Tenggara dan provinsi lainnya telah menjadi tujuan misi dagang HIPMI Jatim. Dari hasil kunjungan tersebut, saat ini tengah dilakukan tindak lanjut melalui tim kelompok kerja (pokja) guna mengkonkretkan kerja sama antara pengusaha HIPMI Jawa Timur dengan mitra di daerah lain. Hasil dari proses ini nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur. Lebih lanjut, Ahmad Salim menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini membuka peluang besar dalam pengembangan perdagangan komoditas antar daerah, seperti beras, telur, hingga gula, yang dapat disuplai ke berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan adanya program-program pemerintah yang membutuhkan pasokan bahan pokok dalam jumlah besar. Oleh karena itu, HIPMI Jatim berupaya mengoptimalkan peran anggotanya dalam memanfaatkan peluang tersebut melalui kolaborasi dan penguatan jaringan usaha. Ke depan, HIPMI Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha anggota. Berbagai hasil dan inisiatif yang telah dirancang juga direncanakan akan dipublikasikan secara luas kepada masyarakat melalui peluncuran resmi kepada media.
