Skip to main content

Pigora News Jatim

DPD Partai Golkar Jatim Gelar Bimtek dan Workshop untuk Penguatan Peran Fraksi

Surabaya- DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan workshop yang diikuti oleh anggota fraksi Partai Golkar tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan yang digelarb4-6 Mei 2026 tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas dan peran kader legislatif dalam menghadapi dinamika politik ke depan. Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Adi Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPD Golkar Jatim yang berhalangan hadir karena padatnya agenda kedinasan di sejumlah daerah. Menurutnya, pelaksanaan bimtek ini memiliki arti penting, terutama di tahun 2026 yang mulai memasuki fase persiapan menuju tahun politik. Ia menegaskan bahwa seluruh kader, khususnya anggota fraksi, harus mulai mengoptimalkan peran politiknya dengan memanaskan “mesin politik” partai. Adi Wibowo menyoroti tantangan politik yang semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang turut memengaruhi dinamika demokrasi. Ia menyebut saat ini bukan hanya era disrupsi, tetapi telah memasuki era “quantum”, di mana perubahan terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi. “Dalam kondisi seperti ini, anggota fraksi Partai Golkar harus mampu beradaptasi, bertransformasi, dan tetap relevan di tengah masyarakat. Kita harus hadir bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga dalam keseharian masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa posisi Partai Golkar sebagai bagian dari pemerintah menuntut kadernya untuk berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program strategis, baik di tingkat nasional, regional, maupun daerah. Anggota fraksi diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan bimtek yang berlangsung selama tiga hari ini, mulai 4 hingga 6 Mei 2026, diisi dengan berbagai materi strategis yang bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan, serta kemampuan anggota fraksi dalam menjalankan tugas legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Melalui kegiatan ini, Adi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat kompetensi dan meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia optimistis, jika penguatan ini terus dilakukan, maka Partai Golkar akan mampu meraih hasil maksimal pada kontestasi politik 2029 mendatang. “Bimtek ini harus menjadi momentum untuk memperkuat diri, meningkatkan kapasitas, serta menjawab tantangan zaman. Dengan begitu, kehadiran Partai Golkar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya..

Hardiknas 2026, Pemprov Jatim Perkuat Kolaborasi Dunia Pendidikan dan Industri

Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada Senin, 5 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Gedung Negara Grahadi dan diikuti oleh berbagai elemen pendidikan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, hingga para guru dan tenaga kependidikan. Upacara berlangsung khidmat sekaligus istimewa, karena melibatkan pasukan pengibar bendera yang terdiri dari gabungan siswa lintas jenjang pendidikan. Hal ini menjadi simbol integrasi dan kolaborasi dalam dunia pendidikan di Jawa Timur. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Ia mengungkapkan rasa syukur atas capaian pendidikan di Jawa Timur yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur berhasil diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, serta enam tahun berturut-turut melalui jalur tes. Khofifah berharap capaian tersebut dapat kembali terulang pada tahun ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, serta dukungan dari berbagai pihak eksternal, termasuk dunia usaha dan dunia industri. Khususnya bagi SMK, keterlibatan sektor industri dinilai sangat penting dalam memperkuat kompetensi dan kesiapan kerja para siswa. Selain itu, Pemprov Jatim juga terus mendorong penguatan kesehatan pelajar, terutama bagi siswi, melalui program pemberian tablet tambah darah guna mencegah anemia. Program ini dilakukan secara terintegrasi, termasuk melalui mekanisme daring. Khofifah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas pembelajaran. Ia mengingatkan agar penggunaan gawai di lingkungan sekolah dapat diatur dengan baik, sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar dan tetap mendukung interaksi sosial antar siswa. Dalam kesempatan tersebut, ia turut memaparkan berbagai program unggulan, seperti pengembangan sekolah inovatif berbasis ketahanan pangan yang telah diterapkan di 146 sekolah. Program ini mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis, seperti peternakan, budidaya perikanan, hingga produksi pangan bernilai gizi tinggi. Tak hanya itu, program double track di SMA serta pengembangan kendaraan listrik di SMK juga menjadi fokus dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan. Pemprov Jatim juga memperkuat program pendidikan berbasis ketarunaan untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang berkarakter dan berintegritas. Prestasi siswa Jawa Timur pun terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mulai dari juara kompetisi kejuruan nasional hingga karya siswa di bidang fashion yang mampu menembus pasar global. Khofifah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, dengan memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. “Prestasi bukanlah titik akhir, tetapi sebuah proses yang harus terus dirawat dan ditingkatkan,” tegasnya. Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, diharapkannya semangat kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan di Jawa Timur semakin kuat, guna menyongsong terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.