Reses di Gundih Lapangan Kec. Bubutan, dr. Zuhro Pastikan Pendidikan dan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas Surabaya

Surabaya — Anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI Perjuangan–PAN, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah, menggelar kegiatan reses bersama warga Gundih Lapangan, Bubutan Surabaya. Pertemuan yang berlangsung Senin 25 Mei 2026 tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi sekaligus menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Surabaya yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di hadapan Ketua RW, Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir, Dr. Zuhro membuka sambutannya dengan mengajak seluruh peserta mempererat silaturahmi. Ia berharap pertemuan tersebut membawa keberkahan dan menjadi sarana untuk bersama-sama membangun lingkungan dan Kota Surabaya yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, dr. Zuhro menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD yang dilaksanakan setiap empat bulan sekali atau tiga kali dalam setahun. Tujuannya untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan program pembangunan dan penganggaran daerah. “Reses ini bukan sekadar bertemu warga, tetapi menjadi momentum mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung. Aspirasi panjenengan semua sangat penting untuk menentukan kebijakan pembangunan Surabaya ke depan,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa pada periode 2024–2029 dirinya bertugas di Komisi D DPRD Kota Surabaya yang membidangi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, bidang tersebut sangat dekat dengan profesinya sebagai seorang dokter sekaligus sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. dr. Zuhro memaparkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun 2026 mencapai Rp12,7 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 42 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Besarnya alokasi tersebut, kata dia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas sekaligus menjamin pelayanan kesehatan masyarakat. Ia juga mengapresiasi perhatian warga terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama dari tiga lingkungan utama, yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah. “Anak-anak hari ini adalah penerus kita. Mereka harus dididik bersama. Di rumah ada orang tua, di lingkungan ada RT dan RW serta masyarakat, dan di sekolah ada guru. Kalau tiga lingkungan ini berjalan baik, insya Allah anak-anak kita nanti bisa jadi dokter, guru, pengusaha bahkan anggota dewan,” tuturnya. Dalam bidang pendidikan, dr. Zuhro menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen agar tidak ada anak putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Warga yang mengalami kendala pendidikan diminta segera melapor melalui Ketua RT, Ketua RW, atau kader Surabaya Hebat agar dapat dibantu mendapatkan akses sekolah dan pembiayaan. Ia juga mengenalkan program Sekolah Rakyat yang kini tersedia mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kategori desil satu dan dua, dengan konsep pendidikan berasrama agar anak-anak mendapatkan pembinaan secara maksimal. “Sekolah rakyat ini bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibina karakter dan kemandiriannya,” katanya. Selain pendidikan, perhatian besar juga diberikan pada layanan kesehatan. Dr. Zuhro menegaskan masyarakat Surabaya tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC), termasuk bagi warga yang belum memiliki BPJS. Ia menjelaskan, cukup dengan menunjukkan KTP Surabaya, warga bisa mengakses layanan di puskesmas tanpa dipungut biaya.Untuk kondisi darurat seperti stroke akut, kejang, atau gangguan medis serius lainnya, warga diminta tidak menunda berobat ke rumah sakit pemerintah seperti RSUD dr. Soewandhie dan rumah sakit milik Pemkot lainnya. Dr. Zuhro menekankan pentingnya penanganan cepat, khususnya untuk stroke, karena ada masa emas empat jam pertama yang menentukan peluang pemulihan pasien. “Kalau ada gejala mendadak seperti bicara pelo, tangan atau kaki mendadak tidak bisa digerakkan, jangan menunggu besok. Segera ke rumah sakit. Penanganan cepat sangat menentukan,” tegasnya. Ia menambahkan, layanan kesehatan tersebut dibiayai dari APBD yang berasal dari rakyat dan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Dalam sesi dialog, Dr. Zuhro juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap warga lanjut usia. Ia menyampaikan adanya program permakanan lansia tunggal bagi lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan. Warga diminta melaporkan kepada RT dan RW apabila menemukan lansia yang membutuhkan perhatian khusus.Selain itu, ia juga mendorong lansia tetap aktif dan produktif melalui pola hidup sehat. Menurutnya, memasuki usia lanjut bukan halangan untuk tetap berdaya dan menjalani aktivitas sosial.. “Kita ingin para lansia di Surabaya tetap sehat, tetap aktif, tetap bahagia. Umur boleh bertambah, tapi semangat harus tetap ada,” ungkapnya. Tak hanya itu, dr. Zuhro turut mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis atau screening kesehatan secara berkala di puskesmas. Warga diminta memanfaatkan layanan tersebut sebagai langkah pencegahan sejak dini. Di akhir kegiatan, dr. Zuhro membuka ruang diskusi dan menerima berbagai masukan dari warga untuk kemudian dibawa dalam pembahasan program pembangunan tahun 2027. Suasana reses berlangsung akrab dan interaktif. Warga tampak antusias menyampaikan aspirasi sekaligus berdialog langsung terkait kebutuhan di lingkungan mereka. Melalui kegiatan tersebut, dr. Zuhro berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD Kota Surabaya terus terjalin erat sehingga kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kota Surabaya.
SMKN 12 Surabaya Tampil Memukau di Pelepasan 3.000 Lulusan SMK, Torehkan Prestasi Seni hingga Nasional

SURABAYA – Penampilan spektakuler ditunjukkan siswa-siswi SMKN 12 Surabaya dalam acara Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP untuk bekerja di luar negeri sekaligus peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) pada SMK yang digelar di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026). Dalam agenda besar yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, SMKN 12 Surabaya dipercaya menjadi pengisi acara utama melalui penampilan Orkestra Kolaborasi yang melibatkan jurusan Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Karawitan. Penampilan para siswa berhasil memukau seluruh tamu undangan yang hadir. Sejak awal pertunjukan dimulai, suasana Gedung Islamic Center Surabaya terasa semarak dengan harmonisasi alat musik modern dan tradisional yang berpadu indah bersama gerakan tari nusantara. Alunan gamelan yang dimainkan siswa jurusan Seni Karawitan berpadu apik dengan instrumen musik orkestra dari jurusan Seni Musik, sementara penari dari jurusan Seni Tari tampil anggun dan enerjik membawakan koreografi penuh makna budaya Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam acara pelepasan lulusan, namun juga menjadi simbol kekayaan seni dan budaya yang dimiliki generasi muda Jawa Timur. Penampilan para siswa SMKN 12 Surabaya menggambarkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan insan kreatif, berkarakter, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan akar budaya bangsa. Sorak tepuk tangan para tamu undangan menggema usai penampilan selesai. Banyak tamu terlihat terpukau melihat kemampuan para siswa SMKN 12 Surabaya dalam menyuguhkan pertunjukan seni yang megah dan profesional. Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam mereka. Kepala SMKN 12 Surabaya, Lilik Majidatut Zahro, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk tampil dalam acara berskala nasional tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan kehormatan besar sekaligus motivasi bagi seluruh siswa dan guru untuk terus berkarya dan berprestasi. “Kami merasa sangat bangga dan bersyukur karena SMKN 12 Surabaya diberikan kesempatan menjadi bagian dari acara besar ini. Anak-anak kami dari jurusan Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Karawitan telah mempersiapkan penampilan ini dengan penuh semangat dan dedikasi. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi mereka,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi dan melatih siswa hingga mampu tampil maksimal di hadapan para pejabat dan tamu undangan. Menurutnya, keberhasilan penampilan Orkestra Kolaborasi tidak lepas dari kerja keras dan ketulusan para pendidik dalam membina bakat siswa. “Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak dan Ibu guru pembimbing jurusan Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Karawitan yang dengan penuh kesabaran dan dedikasi membimbing anak-anak hingga mampu memberikan penampilan terbaik. Ini adalah hasil kerja sama dan kekompakan seluruh keluarga besar SMKN 12 Surabaya,” tambahnya. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang terus memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di berbagai ajang penting. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Timur dan Kementerian Pendidikan atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada SMKN 12 Surabaya. Kesempatan seperti ini sangat berarti untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa sekaligus menjadi wadah bagi mereka untuk terus berkembang dan mencintai budaya bangsa,” ujarnya. Tidak hanya sukses tampil dalam acara pelepasan lulusan SMK dan LKP, SMKN 12 Surabaya juga memiliki sederet prestasi membanggakan di berbagai bidang seni dan kreativitas. Sekolah ini aktif mengikuti berbagai ajang talenta dan pertunjukan seni, termasuk tampil dalam kegiatan talenta di Universitas Airlangga (Unair). Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), SMKN 12 Surabaya juga pernah melibatkan sekitar 210 personel siswa dalam sebuah penampilan kolosal yang menuai apresiasi luas. Besarnya jumlah personel yang terlibat menunjukkan kemampuan sekolah dalam membina kerja sama, disiplin, dan profesionalisme siswa di bidang seni pertunjukan. Prestasi lainnya juga ditorehkan melalui ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), di mana SMKN 12 Surabaya berhasil meraih Juara 1 bidang Tari Kreasi Nasional di Jakarta. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas dan kemampuan siswa SMKN 12 Surabaya dalam bersaing di tingkat nasional. Tak hanya di bidang tari, siswa SMKN 12 Surabaya juga berhasil meraih Juara 1 Fotografi tingkat nasional. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kreativitas siswa sekolah ini berkembang tidak hanya pada seni pertunjukan, tetapi juga seni visual dan media kreatif. Selain itu, SMKN 12 Surabaya juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan Expo dan Expose SMK Jawa Timur di Grand City Surabaya sebagai bentuk kontribusi dalam mempromosikan pendidikan vokasi dan karya kreatif siswa kepada masyarakat luas. Berbagai capaian tersebut semakin memperkuat posisi SMKN 12 Surabaya sebagai salah satu sekolah vokasi seni unggulan di Jawa Timur.Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, serta semangat para siswa, sekolah ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan mampu membawa nama baik daerah maupun Indonesia di tingkat nasional hingga internasional.
Siswa Indonesia Raih Penghargaan Dunia di Bulgaria, Karya Madeleine Tongku Masuk 56 Terbaik dari 60 Negara

Kabar membanggakan kembali datang dari dunia seni rupa anak Indonesia. Salah satu siswa muda berbakat Indonesia, Madeleine L Tongku, berhasil meraih penghargaan Honorable Mention dalam ajang internasional bergengsi 12nd World Competition for Children’s Drawing “Celebrating Our Earth – Celebrating Traditions” yang diselenggarakan oleh Little Zograff Foundation di Bulgaria. Kompetisi seni internasional ini mempertemukan ribuan karya gambar anak-anak dari 60 negara di seluruh dunia. Dari jumlah peserta yang sangat besar tersebut, karya Madeleine berhasil terpilih sebagai salah satu dari hanya 56 karya terbaik dunia yang mendapatkan penghargaan dan apresiasi khusus dari dewan juri internasional. Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena Madeleine tercatat sebagai satu-satunya peserta asal Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar penerima penghargaan pada kompetisi tahun ini. Karya Madeleine dinilai mampu menghadirkan pesan tentang bumi, tradisi, dan nilai budaya dengan pendekatan visual yang kuat, ekspresif, dan penuh karakter. Kompetisi ini sendiri dikenal sebagai salah satu ajang seni anak internasional yang memiliki standar kurasi tinggi dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar budaya di dunia. Piagam penghargaan secara resmi diserahkan oleh Putu Mahendra selaku Founder Lotus Art Courses dalam acara penyerahan yang berlangsung di Lotus Art Space Surabaya, Jl. Embong Tanjung No.24 Surabaya, pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Dalam sambutannya, Putu Mahendra menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pencapaian Madeleine yang dinilai telah membawa nama Indonesia ke panggung seni internasional. “Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kualitas dan potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia. Madeleine berhasil menunjukkan bahwa karya seni bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan pesan, identitas budaya, dan imajinasi kepada dunia internasional. Kami bangga karena melalui karya ini, Indonesia ikut hadir dan diapresiasi di panggung global,” ujar Putu Mahendra. Kompetisi ini sebenarnya telah diselenggarakan pada tahun 2025, namun proses pengiriman piagam internasional baru diterima pada bulan Mei 2026. Selain memperoleh penghargaan, Madeleine sebelumnya juga mendapatkan undangan resmi untuk menghadiri Award Ceremony di Bulgaria pada tahun lalu. Namun karena kendala tertentu, kehadiran tersebut belum dapat diwujudkan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa karya anak Indonesia mampu mendapatkan pengakuan dunia dan terus bersinar di tengah persaingan internasional yang sangat kompetitif.