Gubernur Khofifah Lantik Kepala UPT Satuan Pendidikan Jawa Timur, Tekankan Pentingnya Integritas dan Menyiapkan Generasi Emas 2045

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik para Kepala UPT Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang baru menerima amanah sebagai pemimpin satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. Menurutnya, jabatan kepala sekolah merupakan tugas yang tidak ringan karena harus melanjutkan sekaligus meningkatkan berbagai capaian pendidikan yang selama ini telah diraih Jawa Timur. Khofifah mengungkapkan bahwa prestasi pendidikan Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir merupakan hasil kerja keras seluruh elemen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah hingga jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Salah satu capaian yang menjadi kebanggaan adalah keberhasilan Jawa Timur menempati posisi tertinggi secara nasional dalam jumlah siswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) selama tujuh tahun berturut-turut. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai program penguatan pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah. Khususnya di wilayah Madura, Khofifah menyoroti keberhasilan program “Mama Madura Maju, Madura Unggul dan Naik Kelas” yang dinilai mampu mendorong peningkatan prestasi peserta didik secara signifikan. “Setiap kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Kerja keras yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan capaian yang membanggakan,” ujarnya. Selain menekankan pentingnya prestasi akademik, Khofifah mengingatkan bahwa tugas utama kepala sekolah tidak hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang memiliki integritas dan akhlak yang baik. Karena itu, pelantikan tersebut juga disertai pembacaan pakta integritas yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Menurut Khofifah, pendidikan harus mampu menghasilkan generasi yang “pintar dan benar”. Kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kejujuran, moralitas, serta nilai-nilai karakter yang kuat agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat. “Jangan hanya menghasilkan anak-anak yang pintar dan berprestasi, tetapi juga harus benar dalam sikap dan perilakunya. Ketika ilmu yang diajarkan bermanfaat dan diamalkan dengan baik, maka itu akan menjadi amal jariyah bagi para guru dan kepala sekolah,” katanya. Khofifah juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membangun kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia. Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu mengingatkan pentingnya peran dunia pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia pada tahun 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak saat ini. Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur akan memasuki fase akhir bonus demografi sekitar tahun 2035. Oleh karena itu, para kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang kelak akan mengisi berbagai posisi penting dan strategis di berbagai sektor pembangunan. “Yang bapak dan ibu didik hari ini, sepuluh tahun mendatang akan menjadi lulusan perguruan tinggi, bahkan banyak yang telah menyelesaikan pendidikan magister. Mereka akan mengisi berbagai posisi strategis dan menentukan arah masa depan bangsa,” tuturnya. Karena itu, Khofifah meminta seluruh kepala sekolah untuk menjaga amanah yang diberikan dengan penuh integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab. Ia optimistis capaian pendidikan Jawa Timur yang telah diraih selama ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui kepemimpinan sekolah yang profesional dan berorientasi pada mutu. Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus bekerja dengan semangat pengabdian demi kemajuan pendidikan Jawa Timur dan Indonesia. Ia berharap para pemimpin satuan pendidikan mampu menjadi teladan dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.