Skip to main content

Pigora News Jatim

ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya  Hadirkan “Fraktal”, Eksplorasi Bentuk dan Warna

SURABAYA, 5 Juni 2026 — ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya menghadirkan pameran seni rupa bertajuk “Fraktal”, yang menampilkan karya-karya dari tiga seniman visual Indonesia, yaitu XGO, Anas Hope, dan Rony Sanjaya. Pameran ini resmi dibuka pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 15.00 WIB di ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya. Mengusung judul “Fraktal”, pameran ini menghadirkan total 25 karya yang mengeksplorasi bentuk, warna, dan susunan visual melalui pendekatan yang beragam. Pameran ini berangkat dari gagasan mengenai bentuk-bentuk geometris yang hadir di sekitar manusia dan menjadi bagian dari cara kita memahami ruang serta kehidupan sehari-hari. Dikuratori oleh Frigidanto Agung, pameran ini mengangkat konsep fraktal sebagai bagian dari kesadaran manusia terhadap bentuk-bentuk yang tersusun dalam ruang hidup. Berbagai bentuk yang terlihat sederhana sesungguhnya membentuk keteraturan dan hubungan visual yang lebih kompleks. Melalui warna, garis, bidang, dan susunan bentuk yang saling berkelindan, karya-karya dalam pameran ini menghadirkan berbagai kemungkinan pembacaan terhadap realitas yang kita jumpai setiap hari. Pameran ini menampilkan karya dari XGO, Anas Hope, dan Rony Sanjaya yang masing-masing memiliki pendekatan visual berbeda, namun sama-sama menempatkan bentuk sebagai elemen penting dalam membangun komposisi dan gagasan artistik. Keberagaman pendekatan tersebut menghadirkan pengalaman visual yang menarik sekaligus membuka ruang interpretasi bagi pengunjung. General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bagian dari komitmen Artotel dalam mendukung perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. “Melalui pameran Fraktal, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat luas. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujar Teddy Patrick. Pameran “Fraktal” berlangsung mulai 5 Juni hingga 5 September 2026 di ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, dan terbuka bagi publik untuk menikmati pengalaman visual yang mengajak pengunjung melihat kembali hubungan antara bentuk, ruang, dan kehidupan sehari-hari melalui perspektif para seniman yang terlibat. -Selesai- Tentang ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya       Terletak di pusat kota Surabaya, Jalan Hayam Wuruk No. 6, ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya adalah Hotel Butik yang terinspirasi seni dan mengusung konsep gaya hidup dengan menciptakan pengalaman menginap yang berbeda. Hotel ini memiliki 126 suites dengan desain modern, ruangan yang luas, serta kamar mandi yang dilengkapi bathtub, mesin kopi dan meja kerja eksekutif dengan 3 tipe kamar yang tersedia; Studio 40 dengan luas 40 m2, Prominent dengan 150 m2 dan CEO Suites dengan 150 m2. Selain itu, memiliki fasilitas pendukung terdiri dari beberapa MEETSPACE dengan kapasitas hingga 300 orang, serta outlet F&B One Deck Gastropub buka 24 jam dengan konsep modern gastro yang menyajikan berbagai menu hidangan lokal dan Internasional serta hiburan live music performance setiap harinya. Tentang Artotel Group Adalah manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan 4 unit bisnis, Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), & Curated Merchandise (Shop). Dengan mengusung konsep Gaya Hidup masa kini, Artotel Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi dengan berbagai pilihan Brand, ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC. Memiliki inventori lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu dengan berbagai kategori mulai dari hotel ekonomis, hotel butik, hingga hotel mewah yang tersebar di seluruh Indonesia. Artotel Group juga sebagai mitra strategis Louvre Group di Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan brand waralaba diantaranya KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP Di bidang Food & Beverage, Artotel Group menyediakan jasa pengelolaan Restoran dan Bar. Melalui Event Management, ARTOTEL Play dan Curated Merchandise dengan brand ARTOTEL Goods, Artotel Group memiliki visi memajukan industri kreatif Indonesia dengan mendukung para seniman muda untuk berkarya melalui kolaborasi yang diciptakan berupa kegiatan pameran, pertunjukan, workshop, dan produksi merchandise berkarakter seni yang dapat dipakai sehari hari dengan harga terjangkau.  Untuk memberikan penghargaan kepada para tamu, Artotel Group memiliki program loyalti Artotel Wanderlust dengan  memberikan keuntungan lebih buat para tamu yang mendaftar sebagai anggota Artotel Wanderlust, antara lain jaminan harga kamar terbaik, diskon khusus F&B, serta mendapatkan reward point. Artotel Wanderlust dioperasikan melalui aplikasi digital yang dapat diunduh melalui sistem aplikasi IOS dan Android dengan  pendaftaran secara cuma-cuma dan mudah. Brand ARTOTEL: ARTOTEL, ARTOTEL Suites, ARTOTEL Casa, ARTOTEL Collections, dan ROOMS INC. Lokasi : Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Batam, Bali. Brand DAFAM: GRAND DAFAM, DAFAM, DAFAM EXPRESS, DAFAM COLLECTIONS. Lokasi : Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Pekanbaru, & Sulawesi Selatan. Brand MAXONE: MAXONE, ALL NITE & DAY, NITE & DAY. Lokasi : Jakarta, Ambon, Bali, Bintan, Batam, Balikpapan, Bekasi, Boyolali, Dumai, Jayapura, Makassar, Palembang, Semarang, Surabaya, Tangerang, Tanjung Pinang, Yogyakarta.. Brand Waralaba KYRIAD, Lokasi : Jakarta, Tangerang, Cepu, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan. Brand Waralaba GOLDEN TULIP, Lokasi : Jakarta, Tangerang, Pantai Indah Kapuk, Bali, Malang, Makassar, Pontianak, Lampung, Balikpapan. Brand Waralaba ROYAL TULIP, Lokasi: Bogor, Bali F&B Outlets: Double Chin, Lidah Lokal, Eat Space, Roca, Bart,  Bistro de Braga, B10 CAFÉ, Fat Elephant, 11/12 Rooftop Bar, Slide Bar, Terra All Day Dining, Barley & Barrel, Meet n Eat, One Deck Gastropub, La Gazette, Posana All Day Dining, Yin & Yum, Salute Bar, Caldera at ARTOTEL Cabin Bromo, Daun Semanggi Bistro, The Platform Rooftop Bar, Sitro all Day Dining, De’Attic Rooftop Bar, Cloven All Day Dining. Contact: Moh Arif Romadhoni                                                                   Yulia Maria Marketing Communications Manager                                         Director of Marketing Communications ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya                                    Artotel Group arif@artotelindonesia.com.                                                          yulia@artotelgroup.com M: 085338405594                                                                     M: 08129982567

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Telur Ayam Ras di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pelaku usaha perunggasan, asosiasi peternak, serta pemangku kepentingan terkait guna membahas langkah strategis menjaga keseimbangan pasokan dan harga telur ayam ras di Jawa Timur. Rakor tersebut digelar sebagai respons atas dinamika harga telur ayam ras yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi di tingkat peternak maupun konsumen. Sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia, Jawa Timur memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak melakukan evaluasi terhadap kondisi produksi, distribusi, hingga perkembangan harga telur di lapangan. Selain itu, peserta rakor juga membahas tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari biaya pakan, distribusi hasil produksi, hingga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kapasitas produksi peternakan rakyat. Pada Kesempatannya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, peternak, asosiasi, serta pelaku distribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur ayam ras di Jawa Timur. Dalam arahannya, Emil menekankan bahwa berbagai program pemerintah yang didukung anggaran negara harus mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) yang luas bagi masyarakat, khususnya para peternak rakyat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha di sektor peternakan. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar terhubung dengan kebutuhan peternak di lapangan. Pemerintah harus hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan berbagai peluang, bantuan, dan program kepada para peternak secara langsung,” ujar Emil. Ia juga meminta agar seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi sehingga berbagai persoalan yang dihadapi peternak dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri perunggasan di Jawa Timur. Lebih lanjut, Emil menyoroti pentingnya menjaga kelancaran distribusi telur ayam ras agar transmisi harga dari tingkat peternak hingga konsumen dapat berjalan dengan baik. Ia mengingatkan bahwa stabilisasi harga tidak cukup hanya dilakukan di tingkat produksi, tetapi juga harus memperhatikan rantai distribusi hingga pasar. “Yang harus kita pastikan adalah transmisi harga berjalan dengan baik. Jangan sampai harga di tingkat peternak mengalami tekanan, tetapi di tingkat konsumen tidak terjadi penyesuaian yang semestinya. Di sinilah pentingnya pengawasan terhadap jalur distribusi dan mekanisme pasar,” katanya. Menurut Emil, pemerintah perlu terus memantau perkembangan pasar dan mengantisipasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi harga telur. Dengan pengawasan yang baik, maka potensi terjadinya kesenjangan harga di sepanjang rantai pasok dapat diminimalisasi. Wagub juga mengapresiasi langkah Dinas Peternakan Jawa Timur yang mempertemukan seluruh pihak terkait dalam forum koordinasi tersebut. Ia berharap hasil rakor dapat menghasilkan langkah konkret yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. “Tujuan kita bukan hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan peternak memperoleh keuntungan yang layak sehingga usaha mereka tetap berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat juga harus mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau,” tegasnya. Melalui rakor ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap stabilitas pasokan dan harga telur ayam ras dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di Jawa Timur maupun tingkat nasional.

Pemprov Jatim Gelar Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Telur Ayam Ras

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Telur Ayam Ras di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pelaku usaha perunggasan, asosiasi peternak, serta pemangku kepentingan terkait guna membahas langkah strategis menjaga keseimbangan pasokan dan harga telur ayam ras di Jawa Timur. Rakor tersebut digelar sebagai respons atas dinamika harga telur ayam ras yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi di tingkat peternak maupun konsumen. Sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia, Jawa Timur memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak melakukan evaluasi terhadap kondisi produksi, distribusi, hingga perkembangan harga telur di lapangan. Selain itu, peserta rakor juga membahas tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari biaya pakan, distribusi hasil produksi, hingga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kapasitas produksi peternakan rakyat. Pada Kesempatannya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, peternak, asosiasi, serta pelaku distribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur ayam ras di Jawa Timur. Dalam arahannya, Emil menekankan bahwa berbagai program pemerintah yang didukung anggaran negara harus mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) yang luas bagi masyarakat, khususnya para peternak rakyat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha di sektor peternakan. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar terhubung dengan kebutuhan peternak di lapangan. Pemerintah harus hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan berbagai peluang, bantuan, dan program kepada para peternak secara langsung,” ujar Emil. Ia juga meminta agar seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi sehingga berbagai persoalan yang dihadapi peternak dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri perunggasan di Jawa Timur. Lebih lanjut, Emil menyoroti pentingnya menjaga kelancaran distribusi telur ayam ras agar transmisi harga dari tingkat peternak hingga konsumen dapat berjalan dengan baik. Ia mengingatkan bahwa stabilisasi harga tidak cukup hanya dilakukan di tingkat produksi, tetapi juga harus memperhatikan rantai distribusi hingga pasar. “Yang harus kita pastikan adalah transmisi harga berjalan dengan baik. Jangan sampai harga di tingkat peternak mengalami tekanan, tetapi di tingkat konsumen tidak terjadi penyesuaian yang semestinya. Di sinilah pentingnya pengawasan terhadap jalur distribusi dan mekanisme pasar,” katanya. Menurut Emil, pemerintah perlu terus memantau perkembangan pasar dan mengantisipasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi harga telur. Dengan pengawasan yang baik, maka potensi terjadinya kesenjangan harga di sepanjang rantai pasok dapat diminimalisasi. Wagub juga mengapresiasi langkah Dinas Peternakan Jawa Timur yang mempertemukan seluruh pihak terkait dalam forum koordinasi tersebut. Ia berharap hasil rakor dapat menghasilkan langkah konkret yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. “Tujuan kita bukan hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan peternak memperoleh keuntungan yang layak sehingga usaha mereka tetap berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat juga harus mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau,” tegasnya. Melalui rakor ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap stabilitas pasokan dan harga telur ayam ras dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di Jawa Timur maupun tingkat nasional.

Raih Penghargaan Kemendagri Kategori Pemda Terbaik dalam Penurunan Pengangguran, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah, Hasil Sinergi Semua Elemen

Tren Pengangguran Terus Turun, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim 3,55 Persen per Februari 2026 YOGYAKARTA, 5 JUNI 2026 – Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran (TPT) dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6) malam. Atas capaian tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya menerima penghargaan, tetapi juga mendapatkan insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan program pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraih Jawa Timur. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai pemerintah daerah, dunia usaha hingga dunia industri dalam menurunkan angka pengangguran. Tak hanya itu capaian tersebut menurutnya juga merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama pemerintah provinsi Jawa Timur yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya. “Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri,” ujar Khofifah. Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pembangunan yang dijalankan secara berkelanjutan melalui program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk penguatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Keberhasilan tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 sebesar 3,55 persen, turun dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,61 persen. Angka tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada level 4,68 persen. Bahkan dalam lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026. Khofifah menambahkan, salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran tersebut adalah semakin kuatnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja. Secara khusus, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam penyerapan tenaga kerja. “Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” tutur Khofifah. Data BPS menunjukkan bahwa TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026, dari 5,87 persen pada Februari 2025. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Timur. Khofifah menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat sinergi antara sekolah vokasi, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program link and match, pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga perluasan akses penempatan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri. “Upaya membuka kesempatan kerja terus kami lakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK,” ungkapnya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada tahun 2026 sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan SMK dan lembaga pelatihan kerja di Jawa Timur semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar kerja global. Selain tingkat pengangguran yang terus menurun, kualitas pasar kerja Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur meningkat menjadi 74,78 persen, atau naik 0,53 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Khofifah menegaskan bahwa penghargaan dan insentif fiskal yang diterima akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja di Jawa Timur. “Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas,” tegasnya. Lebih lanjut, Khofifah menilai bahwa tantangan ketenagakerjaan ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi dan inovasi yang semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan. Kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat agar kesempatan kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” katanya. Di akhir, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari keberhasilan Jawa Timur menurunkan angka pengangguran, mulai pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, hingga masyarakat. “Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya. Kepala Biro Adm Pimpinan Pulung Chausar