Skip to main content

Pigora News Jatim

Jawa Timur Terima Penghargaan KPK RI; Gubernur Khofifah : Bukti Komitmen Wujudkan Implementasi E-Learning ASN Berintegritas

JAKARTA, 17 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dalam rangkaian Peluncuran Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor Pusat Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6). Diserahkan langsung oleh Ketua KPK RI Setyo Budiyanto, penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi keberhasilan Pemprov Jawa Timur dalam mengimplementasikan Program Pembelajaran Integritas Berbasis E-Learning bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Diketahui, Jawa Timur menjadi salah satu dari 12 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang dipercaya KPK RI sebagai peserta piloting nasional sebelum program tersebut diterapkan secara luas di seluruh Indonesia. Tidak hanya berpartisipasi, Pemprov Jatim juga mencatatkan capaian membanggakan. Berdasarkan laporan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI Wawan Wardiana per 16 Juni 2026, Pemprov Jatim berhasil mengikutsertakan sebanyak 3.177 ASN atau mencapai 105,9 persen dari target 3.000 ASN yang ditetapkan. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN Jawa Timur. Ini menjadi bukti bahwa integritas tidak hanya berhenti sebagai nilai, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan,” kata Gubernur Khofifah. Lebih lanjut ia menyebutkan penghargaan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan ASN yang berintegritas sekaligus membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Juga menunjukkan tingginya komitmen ASN Jawa Timur dalam mengikuti pembelajaran integritas sekaligus memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi. Gubernur Khofifah menegaskan, penghargaan dari KPK RI ini akan semakin meneguhkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang konsisten mendorong reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik. Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus menjadi bagian terdepan dalam membangun ekosistem ASN yang kompeten, profesional, dan berintegritas guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat. Menurut Khofifah, transformasi birokrasi di era digital tidak hanya membutuhkan ASN yang cerdas dan adaptif, tetapi juga ASN yang memiliki integritas tinggi, mampu menjaga amanah publik, serta menjunjung nilai-nilai profesionalisme dalam setiap pengambilan keputusan. “Integritas adalah fondasi utama pelayanan publik. Kompetensi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan integritas yang kuat. Karena itu, penguatan integritas ASN tidak boleh berhenti pada regulasi, tetapi harus menjadi budaya kerja dan karakter yang hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Gubernur Khofifah. Ia menegaskan, Pemprov Jatim berkomitmen penuh untuk mewujudkan ASN yang berintegritas melalui berbagai program pengembangan kompetensi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk melalui implementasi E-Learning ASN Berintegritas yang dilaksanakan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. “Birokrasi kelas dunia dimulai dari aparatur yang berkarakter, beretika, dan berintegritas tinggi. Karena itu, penguatan integritas harus menjadi gerakan bersama dan budaya kerja yang terus kita rawat,” tegasnya. Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Program E-Learning ASN Berintegritas sangat penting untuk diikuti karena nilai-nilai antikorupsi dan integritas merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter ASN. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, kesederhanaan, kepedulian, disiplin, keadilan, serta kerja keras. “Fokus program ini adalah penguatan integritas dan implementasi nilai-nilai antikorupsi bagi seluruh ASN. Saya rasa ini penting karena menjadi lapisan paling dasar dalam membentuk budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi,” jelasnya. Gubernur Khofifah menambahkan, nilai-nilai antikorupsi tidak hanya penting untuk membentuk pribadi ASN yang berintegritas, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, berkualitas, dan dipercaya masyarakat. “Yang paling penting, nilai-nilai antikorupsi menjadi fondasi utama agar para ASN dapat memberikan pelayanan publik yang semakin profesional dan berkualitas,” ujarnya. Program E-Learning ASN Berintegritas merupakan inovasi pembelajaran digital yang dikembangkan KPK RI dengan pendekatan interaktif dan reflektif. Melalui berbagai media pembelajaran seperti video, infografis, narasi, simulasi studi kasus, dan modul berbasis pengalaman nyata, program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai integritas sekaligus mendorong perubahan perilaku dan penguatan budaya kerja yang berintegritas. “Saya sangat mengapresiasi program ini karena dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai integritas dan antikorupsi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku serta penguatan budaya kerja yang berintegritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tuturnya. Gubernur Khofifah menegaskan Pemprov Jatim berkomitmen penuh untuk mewujudkan agar seluruh ASN Jatim berintegritas. Hal ini ditunjukkan dengan secara bertahap seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim akan mengikuti pendidikan dan pelatihan e-Learning ASN Berintegritas yang dilaksanakan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. “Program pelatihan ini menjadi awal agar integritas tidak hanya berhenti sebagi nilai tetapi harus benar-benar diimplementasikan oleh seluruh ASN,” kata Gubernur Khofifah. Melalui program tersebut, KPK RI menargetkan lebih dari 6,7 juta ASN di seluruh Indonesia dapat memperoleh pembelajaran integritas secara berkelanjutan hingga tahun 2029. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional pencegahan korupsi melalui penguatan karakter, etika, dan budaya kerja ASN. Peluncuran Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas turut dihadiri pimpinan KPK RI, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Kepala Lembaga Administrasi Negara, para menteri, gubernur, wali kota, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. “Alhamdulillah program sinergi kolaboratif dan komitmen dari sangat banyak elemen yang dikomandani oleh KPK RI hari ini meluncurkan e-learning ASN berintegritas, mudah-mudahan semua akan menjadi bagian dari penguatan satu integritas ke integritas yang lain, satu level integritas ke integritas yang lebih tinggi,” katanya Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam membangun ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik sebagai fondasi utama terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. “Proses untuk menyemai bisa diikuti oleh semua elemen dan hari demi hari bisa lebih bagus, lebih menguatkan, meningkatkan dan meluaskan integritas di masing-masing elemen, terima kasih inisiasi dan kolaborasi antar elemen baik di tingkat kementerian, kelembagaan maupun di provinsi dan kabupaten kita, mudah-mudahan ikhtiar ini akan terus mendapatkan penguatan dari semua elemen yang diharapkan bisa meningkatkan seluruh integritas ASN di level manapun di negeri ini,” pungkasnya. Kepala Biro Adm. Pimpinan Pulung Chausar

Pemprov Jatim Targetkan Penguatan Akses Jalan Puspa Agro Rampung 2027, Dukung Distribusi Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat infrastruktur penunjang sektor perdagangan, logistik, dan distribusi pangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui peninjauan langsung kondisi jalan akses menuju kawasan Puspa Agro yang dilaksanakan oleh PT Jatim Grha Utama (JGU) bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Surabaya. Kegiatan peninjauan lapangan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala UPT PJJ Surabaya, Ir. Ervan Ikka Lutfiansyah, S.T., M.T., yang turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju kawasan perdagangan dan distribusi pangan terbesar di Jawa Timur tersebut. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap terjaga dan mampu mendukung aktivitas distribusi barang yang terus meningkat. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari proses perencanaan pengembangan dan pemantapan jaringan jalan menuju kawasan Puspa Agro agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Ervan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas akses menuju kawasan strategis yang memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan dan logistik daerah. Menurut Ervan, pengembangan dan pemantapan jaringan jalan akses menuju kawasan Puspa Agro menjadi salah satu prioritas yang terus didorong oleh Pemprov Jatim. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, sekaligus memperlancar arus distribusi komoditas dari berbagai daerah menuju pusat perdagangan. “Pengembangan dan pemantapan jaringan jalan akses kawasan Puspa Agro ditargetkan dapat rampung pada tahun 2027. Infrastruktur yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang serta mobilitas masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan, keberadaan jalan yang memadai tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan sektor logistik, tetapi juga berdampak langsung terhadap efisiensi biaya distribusi, pengurangan waktu tempuh, serta peningkatan daya saing produk-produk unggulan Jawa Timur, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat logistik dan perdagangan nasional. Puspa Agro selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, serta berbagai komoditas pangan yang melayani kebutuhan masyarakat Jawa Timur maupun wilayah Indonesia bagian timur. Karena itu, dukungan infrastruktur yang memadai menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Melalui sinergi antara PT Jatim Grha Utama dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, diharapkannya proses pengembangan akses jalan dapat berjalan sesuai rencana. Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan juga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi kendaraan logistik yang setiap hari melintasi kawasan tersebut dalam jumlah besar. Dengan target penyelesaian pada tahun 2027, Pemprov Jatim berharap akses menuju Puspa Agro dapat segera semakin optimal sehingga mampu mempercepat distribusi barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan kawasan Indonesia bagian timur secara berkelanjutan. Dukungan infrastruktur yang andal diyakininya akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan pangan dan daya saing ekonomi daerah di masa mendatang.

Gubernur Khofifah Buka Mukernas GPdI 2026, Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter dan Tangguh

SURABAYA, 17 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, pembangunan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa sehingga tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, tetapi membutuhkan sinergi keluarga, pemerintah, dan lembaga keagamaan. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tahun 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (16/6). Menurut Gubernur Khofifah, lembaga keagamaan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan mental generasi muda. Karena itu, gereja memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. “Kekuatan membangun karakter ini memang tidak cukup dilakukan di sekolah. Karena itu, gereja memiliki peran sangat penting untuk mengawal, membimbing, dan menuntun kehidupan anak-anak dan remaja sejak usia dini,” ujarnya. Gubernur Khofifah menambahkan, perubahan sosial dan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi generasi muda. Fenomena perilaku konsumtif yang berujung pada jeratan pinjaman online (pinjol), penggunaan gawai yang tidak terkendali, hingga berbagai persoalan kesehatan mental menjadi tantangan nyata yang memerlukan perhatian bersama. Ia mencontohkan, sejumlah kasus yang ditangani rumah sakit jiwa menunjukkan perlunya penguatan pendampingan terhadap anak dan remaja agar mampu menghadapi berbagai tekanan sosial maupun perkembangan teknologi secara bijaksana. “Banyak usia muda yang dirawat di RS Menur Surabaya. Salah satunya karena pinjol. Perlu digali lebih jauh apakah pola-pola konsumtif menyebabkan mereka kemudian terjerat pinjol. Ada juga anak-anak yang menjadi korban karena proses yang mungkin kurang termonitor, termasuk dampak penggunaan gadget yang melebihi waktu yang semestinya boleh diakses oleh anak-anak,” ungkapnya. Gubernur Khofifah pun mengajak GPdI untuk terus memperkuat program pembinaan jemaat secara berjenjang, mulai dari pelayanan bagi balita, anak-anak, hingga remaja. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas, kepedulian sosial, serta ketahanan menghadapi perubahan zaman. “Kalau kami boleh bermohon, di setiap proses penggembalaan jemaat di gereja, ada binaan khusus untuk balita, ada binaan khusus untuk remaja. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh tanpa pendampingan dan sentuhan spiritual yang memadai,” katanya. Khofifah meyakini, penguatan karakter melalui lembaga keagamaan akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan sosial bangsa. Generasi yang memiliki karakter kuat akan lebih siap menjadi pemimpin, profesional, maupun warga negara yang bertanggung jawab. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah Mukernas GPdI Tahun 2026. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga menghasilkan berbagai gagasan dan langkah nyata yang memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan bangsa. Khofifah turut mengajak para peserta Mukernas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia memanfaatkan kesempatan berada di Jawa Timur untuk menikmati berbagai destinasi wisata unggulan. Mulai dari panorama Gunung Bromo yang tengah memasuki musim embun es, keindahan Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, hingga wisata bahari di Kabupaten Sumenep. “Kalau sudah sampai di Jawa Timur, tidak menengok Bromo, sayang sekali,” katanya. Di akhir, Khofifah berharap seluruh rangkaian Mukernas GPdI Tahun 2026 berlangsung lancar, produktif, serta menghasilkan rekomendasi yang memperkuat peran gereja dalam membangun karakter generasi muda, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan dan harmoni kehidupan berbangsa. “Mudah-mudahan seluruh proses Musyawarah Kerja Nasional GPdI Tahun 2026 berjalan lancar, produktif dan tentu memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan kemasyarakatan, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Gubernur Khofifah Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah Bersama Puluhan Ribu Masyarakat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya: Gaungkan Semangat Hijrah Menuju Hidup Damai, Produktif dan Berkualitas

SURABAYA, 16 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama puluhan ribu masyarakat Jalan Sehat 1 Muharram 1448 H di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (16/6) pagi. Jalan sehat kali ini begitu sarat akan semangat guyup dan persaudaraan. Tidak hanya itu, kehadiran Gubernur Khofifah yang membaur di tengah-tengah peserta jalan sehat disambut hangat oleh seluruh masyarakat yang hadir. Gubernur Khofifah membaur di tengah-tengah peserta dan menyapa mereka yang hadir. Bahkan ia juga melayani masyarakat yang ingin bersalaman dan juga berfoto bersama. Pada seluruh masyarakat yang hadir, Gubernur Khofifah menggaungkan semangat hijrah menuju hidup damai, produktif, dan berkualitas melalui kegiatan jalan sehat ini. Tahun baru Muharram diharapkan menjadi ruang refleksi bagi setiap insan untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi perjalanan hidup, sekaligus memperbarui tekad menjadi pribadi yang lebih baik. “Hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi transformasi menuju kualitas kehidupan yang lebih mulia,” ujarnya. “Hijrah dari pesimisme menuju optimisme, dari sikap individualistis menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari pola hidup yang kurang sehat menuju gaya hidup yang lebih berkualitas,” kata Khofifah. Semangat hijrah, dikatakannya, sangat relevan dengan pelaksanaan jalan sehat yang digelar pada peringatan 1 Muharram kali ini. Jalan sehat tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga simbol perjalanan bersama menuju kehidupan yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih produktif. “Setiap langkah yang kita ayunkan hari ini adalah bentuk syukur atas nikmat kesehatan yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Sebab kesehatan adalah modal utama dalam beribadah, berkarya, belajar, bekerja, serta membangun keluarga dan bangsa,” ujarnya. Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Sebab, pembangunan Jawa Timur tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan investasi. “Pembangunan Jawa Timur tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan investasi. Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusia,” tegasnya. Menurut Khofifah, kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, kreatif, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang. Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program pembangunan manusia, mulai dari peningkatan akses layanan kesehatan, penguatan upaya promotif dan preventif, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas gizi masyarakat, hingga pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat. Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar budaya hidup sehat benar-benar menjadi gerakan bersama. “Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya hidup sehat. Lingkungan harus menjadi ruang yang mendukung aktivitas fisik dan interaksi sosial yang positif. Dan masyarakat harus terus menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia,” ujarnya. Tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti jalan sehat ini, menurut Khofifah, menjadi gambaran kuatnya modal sosial yang dimiliki Jawa Timur. Semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat merupakan energi penting dalam mendukung pembangunan daerah. “Dari kegiatan sederhana seperti jalan sehat, kita belajar tentang kebersamaan, kedisiplinan, persaudaraan, dan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” katanya. Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut menunjukkan bahwa semangat hijrah dapat diwujudkan sebagai gerakan kolektif menuju masyarakat yang sehat, produktif, rukun, dan berakhlakul karimah. Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai titik awal untuk memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik, keluarga yang lebih harmonis, masyarakat yang lebih peduli, serta bangsa yang semakin maju. Melalui kegiatan itu juga, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi menjadi energi kolektif untuk membangun masyarakat yang sehat, religius, produktif, dan berdaya saing guna mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. “Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Lebih Baik, Hidup Lebih Sehat, Umat Lebih Kuat, Jawa Timur Semakin Hebat,” pungkasnya. Dalam kesempatan itu, juga dipilih 10 pemenang kostum terbaik yang mengikuti jalan sehat. Sebanyak 6 diantaranya mendapatkan TV dan 4 peserta mendapatkan hadiah hiburan berupa Handphone.