Skip to main content

Pigora News Jatim

SMKN 12 Surabaya Bangga Jadi Bagian Prestasi Reog Kyai Lodra, Dorong Siswa Tampil di Panggung Nasional

SURABAYA – Keberhasilan Tim Kesenian Reog Kyai Lodra Jawa Timur meraih gelar Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31 tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk para pelajar dari SMKN 12 Surabaya yang turut menjadi bagian dalam tim tersebut. Para siswa dari jurusan Tari dan Karawitan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang bergengsi tingkat nasional yang akhirnya mengantarkan Jawa Timur membawa pulang Piala Presiden Republik Indonesia. Kepala SMKN 12 Surabaya, Lilik Majidatut Zahro, M.Pd, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani para siswa dengan penuh dedikasi, disiplin, dan kerja keras. Selain kemampuan individu para siswa, dukungan dari sekolah, guru, serta berbagai pihak yang terlibat juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan tersebut. “Yang pertama tentu kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada semua pihak atas keberhasilan anak-anak kami. Semua ini membutuhkan proses yang panjang. Tidak mungkin prestasi sebesar ini dicapai secara instan. Ada latihan, pengorbanan waktu, semangat, dan kerja sama yang luar biasa dari semua pihak,” ujar Zahro. Ia menjelaskan bahwa SMKN 12 Surabaya sejak awal berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni. Dukungan tersebut tidak hanya berupa izin mengikuti kegiatan di luar sekolah, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman mereka di dunia seni pertunjukan. Menurut Zahro, sekolah meyakini bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman tampil di berbagai panggung, terutama pada tingkat nasional, menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi siswa untuk membangun karakter, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, dan profesionalisme. “Sekolah memberikan dukungan sepenuhnya kepada anak-anak kami untuk berkembang. Karena kami percaya bahwa pengalaman langsung di lapangan akan memberikan pelajaran yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam kelas. Ketika mereka tampil di panggung nasional, mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja tim, dan bagaimana membawa nama baik sekolah serta daerah,” katanya. Dalam Tim Kesenian Reog Kyai Lodra, siswa SMKN 12 Surabaya yang terlibat berasal dari kompetensi keahlian Tari dan Karawitan. Mereka berkolaborasi dengan para seniman, akademisi, maestro seni, serta peserta dari berbagai institusi pendidikan lainnya untuk menampilkan pertunjukan terbaik di Festival Nasional Reog Ponorogo. Zahro mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara sekolah dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur serta kelompok kesenian Kyai Lodra. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya berskala regional maupun nasional. “Kami berharap ke depan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Kyai Lodra dapat terus berlanjut. Informasi mengenai kegiatan-kegiatan seni dan budaya dapat disampaikan langsung kepada sekolah sehingga kami bisa lebih maksimal dalam menyiapkan dan mendukung anak-anak kami untuk ikut berpartisipasi,” ungkapnya. Menurut Zahro, kegiatan di luar sekolah seperti festival, pementasan, maupun kompetisi budaya memiliki peran penting dalam membuka wawasan siswa. Melalui pengalaman tersebut, para pelajar dapat mengenal dunia yang lebih luas sekaligus memahami bahwa seni dan budaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara profesional. “Tanpa kegiatan di luar sekolah, anak-anak mungkin akan kurang mengenal dunia yang lebih luas. Melalui kegiatan seperti ini mereka bisa bertemu banyak orang, belajar dari para seniman berpengalaman, serta memahami bagaimana dunia seni berkembang. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi masa depan mereka,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan seni tidak mengganggu proses pendidikan formal. Justru kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran yang relevan dengan kompetensi yang mereka pelajari di sekolah. “Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan sesuatu yang mengganggu pelajaran. Justru ini bagian dari pembelajaran itu sendiri. Anak-anak belajar secara langsung sesuai bidang yang mereka tekuni. Mereka mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan praktik yang nantinya sangat dibutuhkan ketika terjun ke dunia kerja maupun masyarakat,” tegas Zahro. Lebih lanjut, Zahro mengungkapkan bahwa SMKN 12 Surabaya selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah yang aktif melahirkan talenta-talenta seni di Jawa Timur. Berbagai kelompok seni dari sekolah tersebut telah beberapa kali dipercaya tampil dalam acara penting di tingkat daerah maupun nasional. Ia berharap keberhasilan yang diraih melalui Festival Nasional Reog Ponorogo dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa pelajar Jawa Timur mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaiknya di tingkat nasional. “Kami ingin anak-anak terus berkembang dan semakin kreatif. Prestasi ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah dicapai, tetapi jadikan ini sebagai langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya. Zahro juga mengungkapkan kebanggaannya karena para siswa SMKN 12 Surabaya pernah mendapatkan kesempatan tampil dalam kegiatan kenegaraan yang melibatkan seniman dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan siswa SMKN 12 Surabaya mendapat pengakuan hingga tingkat nasional. Ke depan, salah satu harapan besar yang ingin diwujudkan adalah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa untuk tampil dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara. Menurutnya, tampil di panggung kenegaraan merupakan kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi para pelajar. “Target kami tentu ingin melihat anak-anak bisa tampil di panggung yang lebih besar lagi, termasuk apabila mendapatkan kesempatan tampil pada peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara. Itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka, bagi sekolah, dan bagi Jawa Timur,” tuturnya. Di akhir pernyataannya, Zahro berpesan kepada seluruh siswa agar tetap menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik. Menurutnya, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika siswa mampu mengembangkan kemampuan seni tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai pelajar. “Anak-anak harus tetap fokus belajar. Teori dan praktik harus berjalan seimbang. Ketika keduanya berjalan beriringan, mereka akan memiliki bekal yang kuat untuk masa depan. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui seni dan budaya,” pungkasnya.

Pemprov Jatim Launching Beasiswa SMA/SMK Swasta dan Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2026

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan program Beasiswa SMA dan SMK Swasta se-Jawa Timur bagi calon murid Tahun Ajaran 2026/2027 serta Beasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bagi calon mahasiswa tahun 2026. Kegiatan launching digelar di Gedung Negara Grahadi pada Jumat (19/6/2026). Program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat, khususnya bagi siswa dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program beasiswa bagi calon murid SMA/SMK swasta dan calon mahasiswa perguruan tinggi swasta merupakan wujud nyata sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh lembaga pendidikan swasta di Jawa Timur dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dalam acara peluncuran Beasiswa SMA dan SMK Swasta se-Jawa Timur bagi Calon Murid Tahun Ajaran 2026/2027 serta Beasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (19/6/2026), Khofifah menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh sekolah dan perguruan tinggi swasta yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. “Hari ini kita meluncurkan beasiswa untuk SMA, SMK dan perguruan tinggi swasta se-Jawa Timur. Untuk SMA dan SMK terdapat lebih dari 81 ribu penerima, sedangkan untuk perguruan tinggi swasta mencapai lebih dari 62 ribu penerima. Ini adalah sebuah sinergi, kolaborasi, dan gotong royong yang luar biasa dari lembaga pendidikan swasta di Jawa Timur,” ujar Khofifah. Menurutnya, keterlibatan aktif sekolah dan perguruan tinggi swasta dalam memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan menjadi ikhtiar mulia dalam membantu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. Khofifah bahkan berulang kali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut. Ia menilai kolaborasi antar lembaga pendidikan swasta merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membangun kualitas sumber daya manusia Jawa Timur. “Kolaborasi dan kerja sama antar lembaga pendidikan, baik SMA, SMK maupun perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, merupakan ikhtiar yang sangat mulia. Sebab berbagai teori pembangunan menyebutkan bahwa cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan,” tegasnya. Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang turut mendukung mahasiswa penerima beasiswa melalui berbagai program bantuan pendidikan, termasuk dukungan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa tertentu. Menurut Khofifah, program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi. “Kita berharap tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam mengakses pendidikan di Jawa Timur. No one left behind. Semua harus mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya. Melalui program beasiswa yang menjangkau lebih dari 143 ribu calon murid dan mahasiswa tersebut, Pemprov Jawa Timur optimistis dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah swasta dan perguruan tinggi swasta yang telah berkomitmen memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan bagi calon murid dan mahasiswa di Jawa Timur. Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Jawa Timur. “Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana program ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan angka anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan angka partisipasi kasar dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur sesuai dengan program Ibu Gubernur, yaitu Jatim Cerdas,” ujar Aries. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, DPRD Jawa Timur, LLDIKTI Wilayah VII, para rektor perguruan tinggi swasta, serta kepala sekolah swasta yang selama ini telah mendukung peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat. Menurut Aries, jumlah sekolah swasta yang memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.772 sekolah swasta berpartisipasi dalam program tersebut, sedangkan pada tahun 2026 meningkat menjadi 2.106 sekolah. “Terdapat kenaikan sebanyak 334 sekolah atau sekitar 18,86 persen. Ini menunjukkan semakin tingginya kepedulian sekolah swasta dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak Jawa Timur,” katanya. Tidak hanya jumlah sekolah, jumlah penerima manfaat juga meningkat. Pada tahun 2025 terdapat 72.841 calon murid yang memperoleh beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan di SMA dan SMK swasta. Tahun 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 81.131 calon murid atau naik sebanyak 8.290 siswa, setara 11,38 persen. Aries menyampaikan terima kasih kepada seluruh sekolah swasta yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah swasta dengan jumlah penerima beasiswa terbanyak. Untuk kategori SMK swasta, penghargaan diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo yang menyediakan beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi 2.053 calon murid. Sementara untuk kategori SMA swasta, penghargaan diberikan kepada SMA Swasta Nahdlatul Ulama Pakis, Kabupaten Malang, dengan jumlah penerima mencapai 432 calon murid. Aries juga mengapresiasi peran Cabang Dinas Pendidikan yang aktif melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada sekolah-sekolah di wilayah masing-masing. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo-Surabaya menjadi wilayah dengan jumlah penerima beasiswa terbanyak, yakni mencapai 10.321 murid. Disusul Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan dengan 7.801 penerima. Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember tercatat sebagai wilayah dengan jumlah sekolah swasta terbanyak yang berpartisipasi dalam program pemberian beasiswa, yakni mencapai 142 lembaga pendidikan. Pada sektor pendidikan tinggi, Aries mengungkapkan bahwa dukungan perguruan tinggi swasta juga terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat 24.218 calon mahasiswa yang memperoleh bantuan pendidikan dari perguruan tinggi swasta pada tahun 2026. Jumlah tersebut bahkan bertambah lebih dari 40 ribu mahasiswa berdasarkan data LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur.“Ini menunjukkan kepedulian luar biasa dari para rektor perguruan tinggi swasta dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak Jawa Timur hingga jenjang perguruan tinggi,” ujarnya. Selain program beasiswa, Aries juga memaparkan capaian Program Mama Muda Naik Kelas yang dijalankan di 12 sekolah pilot project di Madura. Program tersebut berhasil meningkatkan jumlah siswa yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 259 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program tersebut, meningkat 24,62 persen dibandingkan