Skip to main content

Pigora News Jatim

Gubernur Khofifah Apresiasi Penampilan Tari Kolosal dan Tim Orkestra SMKN 12 Surabaya pada Mukernas GPdI 2026

Surabaya – Penampilan memukau yang ditunjukkan Tim Tari Kolosal dan Tim Orkestra SMK Negeri 12 Surabaya dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tahun 2026 mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pertunjukan yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya pada 16 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian acara pembukaan yang dihadiri ribuan peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung nuansa budaya Nusantara yang kental, para siswa SMKN 12 Surabaya berhasil menampilkan kolaborasi seni yang spektakuler melalui perpaduan tari kolosal dan alunan musik orkestra. Penampilan tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya Indonesia yang dikemas secara modern, elegan, dan penuh semangat kebangsaan. Sejak awal pertunjukan, para penari tampil energik dengan gerakan yang kompak dan atraktif. Busana bernuansa tradisional yang dikenakan semakin memperkuat pesan tentang keberagaman budaya Indonesia. Di saat yang sama, Tim Orkestra SMKN 12 Surabaya menghadirkan iringan musik yang megah dan harmonis, menciptakan suasana yang mampu memukau seluruh hadirin. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir membuka Mukernas GPdI 2026 memberikan apresiasi atas dedikasi dan kemampuan para siswa dalam menampilkan karya seni yang berkualitas. Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan peserta didik SMKN 12 Surabaya menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menumbuhkan kreativitas, bakat, karakter, serta kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa. Dalam apresiasi yang disampaikan, Khofifah menilai bahwa keberhasilan para siswa tampil dalam forum nasional merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Keterlibatan pelajar dalam kegiatan berskala nasional menunjukkan bahwa generasi muda Jawa Timur memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. “Penampilan seni yang ditampilkan peserta didik menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kreativitas, bakat, dan karakter. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah melalui bidang seni dan budaya,” Ungkapnya. Keberhasilan penampilan Tim Tari Kolosal dan Tim Orkestra SMKN 12 Surabaya pada Mukernas GPdI 2026 juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa pertunjukan tersebut menjadi representasi keberhasilan pendidikan vokasi dalam mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek keterampilan kerja, tetapi juga dalam pengembangan seni, budaya, dan karakter. Ucapan selamat pun disampaikan kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras mempersiapkan pertunjukan tersebut. Keberhasilan memperoleh apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 12 Surabaya.“Selamat atas pementasan Tari Kolosal dan Tim Orkestra SMKN 12 Surabaya di acara Musyawarah Nasional Gereja Pantekosta di Indonesia Tahun 2026 yang mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa. Semoga kreativitas, kemampuan, dan dedikasi para siswa SMKN 12 Surabaya semakin membanggakan,” demikian ungkapan apresiasi yang disampaikan kepada para siswa dan pembina. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi peserta didik. Dukungan penuh diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang secara konsisten mendorong kemajuan pendidikan dan pengembangan talenta generasi muda. Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan karakter dan pengembangan bakat siswa di lingkungan sekolah. Peran strategis juga datang dari Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Anny Saulina, yang terus mendorong sekolah-sekolah vokasi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Di tingkat sekolah, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Kepala SMKN 12 Surabaya, Lilik Majidatut Zahro, M.Pd., yang senantiasa memberikan ruang dan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan bakat serta kemampuan mereka di bidang seni dan budaya. Keikutsertaan Tim Tari Kolosal dan Tim Orkestra SMKN 12 Surabaya dalam Mukernas GPdI 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten di bidang keahlian masing-masing, tetapi juga memiliki kemampuan berkolaborasi, berkreasi, dan menampilkan karya yang membanggakan di panggung nasional. Momentum tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas karya, serta berani tampil dalam berbagai kesempatan. Dengan dukungan pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, para pelajar Jawa Timur diyakini akan terus melahirkan prestasi yang mengharumkan nama daerah dan bangsa. Penampilan yang memukau dalam Mukernas GPdI 2026 sekaligus menegaskan posisi SMKN 12 Surabaya sebagai salah satu sekolah yang konsisten mengembangkan talenta seni peserta didiknya. Melalui karya dan dedikasi yang ditunjukkan, para siswa telah membuktikan bahwa generasi muda Jawa Timur mampu menjadi duta budaya yang membawa pesan persatuan, kreativitas, dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia di tingkat nasional.

Jatim Hub-Nusantara Gateway Dilirik Investor Malaysia, JGU Siapkan Kajian Lanjutan

Surabaya – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan internasional terus mendapat perhatian dari investor asing. Pada Kamis, 11 Juni 2026 lalu, dua perusahaan asal Malaysia melakukan kunjungan dan audiensi terkait pengembangan proyek Jatim Hub-Nusantara Gateway bersama PT Jatim Grha Utama (JGU). Dua perusahaan tersebut yakni SAE yang akan berfokus pada pembangunan fisik di kawasan Puspa Agro dan Touchbase yang akan mengembangkan sistem kepelabuhanan. Dalam rencana pengembangannya, sejumlah fasilitas strategis akan dibangun, meliputi cold storage, dry port, sarana dan prasarana pendukung instalasi karantina, serta sistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung kelancaran aktivitas ekspor dan impor di Jawa Timur. Direktur Utama PT Jatim Grha Utama, Mirza Muttaqien, S.H., M.HP., menjelaskan bahwa saat ini kedua investor tersebut masih melakukan kajian mendalam terkait peluang bisnis dan kelayakan investasi yang akan dijalankan. Menurut Mirza, salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah potensi pembangunan dry port yang dapat mendukung proses pemeriksaan karantina dan pelayanan kepabeanan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat arus barang sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor dan impor. “Mereka sedang menghitung peluang bisnisnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah investasi dry port untuk menunjang proses pemeriksaan karantina dan pelayanan cukai. Saat ini masih dilakukan pengkajian secara mendalam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ketertarikan investor Malaysia tersebut telah ditunjukkan melalui penyampaian Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat investasi. Tahapan berikutnya adalah melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek teknis, operasional, dan bisnis sebelum masuk pada tahap realisasi investasi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada angka pasti terkait nilai investasi yang akan dikucurkan. Hal itu karena kebutuhan pengembangan kawasan logistik tersebut cukup besar dan mencakup berbagai sektor pendukung. “Kebutuhan investasinya sangat besar. Bukan hanya dry port, tetapi juga cold storage, gudang, armada pengangkut, silo, hingga berbagai sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan untuk membangun sistem logistik yang terintegrasi,” jelas Mirza. Selain menggandeng investor asing, PT JGU juga terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dari dalam negeri. Menurutnya, pengembangan kawasan logistik modern tersebut memerlukan kolaborasi yang luas antara pemerintah, BUMD, sektor swasta, dan investor strategis. Mirza mengungkapkan bahwa pengembangan proyek ini juga mendapat dukungan dari Komisi C DPRD Jawa Timur. Selain itu, sejumlah perusahaan nasional turut menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang kawasan industri dan logistik. “Kami masih melakukan berbagai penjajakan kerja sama, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri. Karena kebutuhan pengembangannya memang besar dan membutuhkan dukungan banyak pihak,” katanya. Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan Jatim Hub-Nusantara Gateway adalah menciptakan efisiensi dalam rantai logistik. Dengan tersedianya fasilitas terpadu mulai dari penyimpanan, pemeriksaan karantina, pelayanan kepabeanan, hingga distribusi barang, biaya logistik diharapkan dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. “Prinsip yang kami tawarkan adalah efisiensi. Kehadiran fasilitas ini bukan untuk menambah biaya atau memperpanjang proses, tetapi justru untuk mempermudah dan mempercepat layanan bagi pelaku usaha,” tegasnya. Konsep pengembangan yang diusung juga memiliki fokus khusus pada layanan karantina untuk komoditas yang diwajibkan menjalani pemeriksaan, seperti hewan, ikan, dan tumbuhan. Dengan dukungan fasilitas modern dan sistem yang terintegrasi, kawasan ini diharapkan menjadi pusat layanan logistik dan perdagangan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai gerbang perdagangan nasional dan internasional. Melalui penjajakan investasi yang terus berlangsung, proyek Jatim Hub-Nusantara Gateway diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak baru bagi peningkatan aktivitas ekspor-impor serta pengembangan sektor logistik yang lebih efisien dan berdaya saing.

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan. Bukti Layanan Kesehatan Jawa Timur Diakui Internasional

SURABAYA, 22 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian RSUD Dr. Soetomo yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam SCImago International Rankings (SIR) 2026 sektor kesehatan (Health Sector). Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas layanan kesehatan Jawa Timur telah mendapatkan pengakuan dan kepercayaan di tingkat internasional. Menurut Gubernur Khofifah, prestasi yang diraih RSUD Dr. Soetomo bukan sekadar pencapaian angka dalam sebuah pemeringkatan, melainkan representasi keberhasilan transformasi layanan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan medis, penguatan riset, inovasi, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat. “Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr. Soetomo berhasil membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu tampil sebagai institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Khofifah. SCImago International Rankings (SIR) merupakan salah satu pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja institusi berdasarkan tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian (Research), dampak sosial (Societal), dan kapasitas inovasi (Innovation). Sementara berdasarkan hasil pemeringkatan internasional tersebut, RSUD Dr. Soetomo berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia pada seluruh kategori penilaian, yaitu Overall Rank, Research Rank, dan Societal Rank. Tidak hanya menjadi yang terbaik di tingkat nasional, rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur itu juga mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. RSUD Dr. Soetomo berada pada peringkat ke-58 dunia untuk kategori Overall, peringkat ke-22 dunia pada kategori Societal, peringkat ke-35 di Asia untuk kategori Overall, peringkat ke-6 di Asia pada kategori Societal, serta peringkat ke-55 di ASEAN untuk kategori Overall _dan peringkat ke-19 di ASEAN untuk kategori _Societal. Gubernur Khofifah menambahkan, keberhasilan ini tidak diraih dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang dibangun melalui dedikasi, kerja keras, serta kolaborasi seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, tenaga pendukung, hingga manajemen rumah sakit “Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, manajemen, dan semua pihak yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya. Selain itu, Khofifah menegaskan, di tengah dinamika dan tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, rumah sakit tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan medis. Rumah sakit harus mampu menjadi pusat penelitian dan inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tenaga kesehatan, sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang luas. Menurutnya, keberhasilan RSUD Dr. Soetomo meraih peringkat tertinggi pada kategori Research dan Societal menunjukkan bahwa pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur telah berjalan pada arah yang tepat. “Rumah sakit masa depan harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSUD Dr. Soetomo telah menunjukkan peran tersebut dengan sangat baik,” tegas Khofifah. Lebih lanjut, Khofifah memastikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia optimistis capaian RSUD Dr. Soetomo akan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lainnya di Jawa Timur untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global. “Kita ingin rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan dunia. Dengan kerja keras dan kolaborasi, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi episentrum layanan kesehatan berkualitas di Indonesia,” tegasnya. Di akhir, Khofifah berharap capaian tersebut tidak membuat seluruh jajaran berpuas diri, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang semakin prima bagi masyarakat. “Penghargaan dan peringkat adalah pengakuan atas kerja keras. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan manfaat, menghadirkan harapan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah tujuan utama yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.