Skip to main content

Pigora News Jatim

Kadispora Jatim Dukung Kejurnas Pencak Silat Piala Rektor Unair sebagai Ajang Pembinaan Atlet Muda

SURABAYA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, S.STP., M.Si., CIPA, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini sebagai upaya mencetak generasi berkarakter sekaligus melahirkan prestasi olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan “The 8th National Terate Airlangga Pencak Silat Tournament 2026” atau Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Rektor Universitas Airlangga 2026 di GOR Basket Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat Universitas Airlangga Cabang Surabaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena dinilai konsisten menjadi wadah pembinaan atlet pencak silat sekaligus memperkuat regenerasi olahraga bela diri asli Indonesia. Dalam sambutannya, Hadi Wawan Guntoro mengaku bangga menyaksikan penampilan atlet-atlet usia dini yang tampil pada seremoni pembukaan. Menurutnya, antusiasme anak-anak untuk menekuni pencak silat menjadi pertanda positif bahwa olahraga semakin diminati sebagai sarana menyalurkan bakat sekaligus membentuk karakter generasi muda. “Regenerasi pencak silat ini luar biasa. Anak-anak yang masih sangat muda sudah berani tampil dan menunjukkan kemampuannya. Ini menjadi bukti bahwa pencak silat menjadi pilihan bagi anak-anak kita untuk menyalurkan hobi sekaligus membentuk karakter, mental juara, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang akan bermanfaat dalam kehidupan maupun pendidikan mereka,” ujarnya. Kadispora Jatim juga menyampaikan apresiasi kepada Persaudaraan Setia Hati Terate yang selama ini dinilai konsisten melakukan pembinaan atlet hingga mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap semakin banyak atlet Jawa Timur yang mampu menembus kompetisi internasional sehingga prestasi olahraga Jawa Timur terus meningkat. Selain itu, Hadi Wawan Guntoro memberikan penghargaan kepada Universitas Airlangga yang secara rutin menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Rektor. Menurutnya, penyelenggaraan yang telah memasuki edisi kedelapan tersebut telah menjadi agenda yang dinantikan para atlet muda sebagai ajang mengukur hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding. “Ini merupakan contoh yang sangat baik bagi perguruan tinggi lainnya. Event seperti ini menjadi ruang bagi atlet untuk berkembang sekaligus memperkuat pembinaan olahraga prestasi,” katanya. Pada kesempatan tersebut, ia juga memotivasi para peserta agar memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk Universitas Airlangga. Menurutnya, prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan pendidikan sehingga para atlet memiliki masa depan yang lebih baik. Hadi bahkan berharap Universitas Airlangga dapat terus memberikan kesempatan melalui jalur prestasi bagi atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut. Tak lupa, Kadispora Jatim menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan. Ia optimistis kegiatan tersebut akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi penyelenggara dan keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate, tetapi juga bagi perkembangan olahraga pencak silat di Jawa Timur. Menutup sambutannya, Hadi Wawan Guntoro mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia juga berpesan kepada dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil sehingga kejuaraan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik. “Selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas. Semoga seluruh rangkaian kejuaraan berjalan lancar, sukses, dan melahirkan atlet-atlet pencak silat yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya.

Mewakili Gubernur Khofifah, Kadis Kominfo Jatim Dorong Surabaya Printing Expo Jadi Pintu Ekspansi Industri Grafika ke Pasar Global

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri grafika dan percetakan sebagai salah satu sektor strategis penopang ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, saat mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Rabu (8/7/2026). Dalam sambutannya, Sherlita mengapresiasi penyelenggaraan Surabaya Printing Expo yang telah memasuki tahun ke-19 dan dinilai tidak lagi sekadar menjadi ajang pameran produk percetakan, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri, dunia pendidikan, komunitas kreatif, investor, hingga calon pembeli dari dalam maupun luar negeri. Ia juga memperkenalkan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Misi Dagang, yang selama ini menjadi sarana mempertemukan buyer dan seller antarprovinsi untuk memperluas akses pasar produk unggulan Jawa Timur. “Melalui program misi dagang, kami mempertemukan buyer dan seller dari berbagai provinsi. Sebelum acara utama berlangsung, ada pertemuan business to business (B2B) sehingga saat misi dagang dilaksanakan, transaksi yang terjadi sudah siap ditandatangani. Nilai transaksinya bahkan rata-rata mencapai lebih dari Rp1 triliun. Kami berharap ke depan industri printing juga dapat menjadi bagian dari kegiatan misi dagang tersebut,” ujar Sherlita. Menurutnya, Jawa Timur memiliki fondasi ekonomi yang sangat kuat. Berdasarkan data triwulan I tahun 2026, Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga mencapai 5,96 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. Sherlita menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha, termasuk para pelaku industri yang terus berinvestasi dan berinovasi di Jawa Timur. “Keberhasilan ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, tetapi juga berkat kontribusi para pelaku usaha yang terus bergerak dan berkembang. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku industri yang hadir pada Surabaya Printing Expo 2026,” katanya. Ia menjelaskan, struktur ekonomi Jawa Timur saat ini didominasi sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi sekitar 31 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 18,77 persen, sedangkan sektor pertanian berkontribusi sekitar 10,51 persen. Dalam struktur tersebut, industri percetakan memiliki posisi yang cukup strategis sebagai bagian dari subsektor industri kertas, barang dari kertas, percetakan, dan reproduksi media rekaman. Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) industri percetakan Jawa Timur telah mencapai sekitar Rp27,64 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan kumulatif 11,42 persen dalam tiga tahun terakhir. Selama periode tersebut, kontribusi industri percetakan terhadap sektor industri pengolahan juga relatif stabil di kisaran 4,94 hingga 4,98 persen. Meski demikian, Sherlita mengakui industri percetakan masih menghadapi tantangan, terutama tingginya ketergantungan terhadap mesin impor. Ia mengungkapkan nilai ekspor mesin percetakan Jawa Timur sempat mengalami penurunan pada periode 2023–2024. Namun pada 2025 kembali mengalami peningkatan hingga 40,07 persen. Di sisi lain, nilai impor mesin percetakan masih jauh lebih besar, mencapai sekitar 52,75 juta dolar Amerika Serikat, dengan hampir separuhnya berasal dari Tiongkok. Menurut Sherlita, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang pengembangan industri mesin percetakan nasional agar mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini mulai mengubah wajah industri percetakan, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain maupun produksi. Sherlita menyebut penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 81,72 persen, sedangkan di Jawa Timur mencapai 83,41 persen. Tingginya tingkat penggunaan internet tersebut menjadi peluang besar bagi transformasi industri berbasis digital. “Artificial Intelligence menjadi alat yang sangat membantu mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan produktivitas. Tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya. Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga tantangan utama yang perlu mendapat perhatian, yakni peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), perlindungan hak cipta karya kreatif, serta perlindungan data pribadi di tengah berkembangnya teknologi digital. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia industri melalui program pendidikan vokasi, magang, serta penguatan kompetensi agar lulusan sekolah memiliki pengalaman langsung menggunakan teknologi industri terkini. “Saya berharap perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Surabaya Printing Expo dapat membuka kesempatan magang bagi siswa maupun mahasiswa. Pengalaman belajar langsung di industri tentu akan memberikan bekal yang jauh lebih besar dibandingkan hanya belajar di ruang kelas,” katanya. Sherlita juga mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan para peserta pameran, termasuk teknologi tinta khusus untuk kebutuhan keamanan dokumen maupun berbagai teknologi percetakan digital terbaru. Menurutnya, Surabaya Printing Expo menjadi ruang yang sangat penting untuk mempertemukan pelaku usaha percetakan, penyedia mesin, pemasok bahan baku, investor, hingga calon pembeli dalam satu ekosistem bisnis yang saling menguatkan. Di akhir sambutannya, Sherlita bahkan mendorong agar Surabaya Printing Expo tidak hanya berkembang sebagai pameran nasional, tetapi mampu menembus pasar internasional. “Saya yakin Surabaya Printing Expo layak menjadi pameran bertaraf internasional yang membawa nama Indonesia ke dunia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir memberikan dukungan, menciptakan iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi kemudahan berusaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk percetakan asal Jawa Timur maupun Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya. Melalui penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tercipta lebih banyak kolaborasi, transfer teknologi, transaksi bisnis, dan investasi yang semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri grafika dan percetakan nasional.