Skip to main content

Pigora News Jatim

Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029 Resmi Dilantik di Grahadi

SURABAYA – Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie, dan disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran PII Jawa Timur sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) keinsinyuran. Ketua Panitia Pelantikan dan Rapat Kerja PII Jawa Timur, Awang Djohan Bachtiar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas dukungan serta fasilitas yang diberikan sehingga kegiatan pelantikan dan rapat kerja dapat diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi. Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi wujud sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan PII dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di bidang keinsinyuran. “Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan kehormatan sekaligus wujud sinergi yang sangat kuat antara pemerintah daerah dan Persatuan Insinyur Indonesia dalam upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia keinsinyuran di Jawa Timur,” ujarnya. Mengusung tema “Akselerasi SDM Keinsinyuran, Mensukseskan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, PII Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mendukung visi pembangunan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas insinyur yang profesional, adaptif, dan inovatif. Selain itu, PII Jatim juga siap berkontribusi dalam mendukung program hilirisasi industri, penguatan daya saing nasional, serta pembangunan berkelanjutan. Awang menyebut Jawa Timur memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, petrokimia, energi, konstruksi, maritim, pertanian, hingga pendidikan tinggi. “Potensi tersebut merupakan modal yang sangat kuat untuk melahirkan insinyur-insinyur yang unggul dan berdaya saing global,” katanya. Karena itu, PII Jawa Timur siap mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kompetensi, inovasi teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Ia berharap pelantikan kepengurusan baru tidak hanya menjadi awal masa bakti organisasi, tetapi juga menjadi momentum penguatan peran PII Jawa Timur dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah. “Semoga kepengurusan yang akan dilantik senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga marwah profesi, memperluas manfaat organisasi, melahirkan inovasi, serta membangkitkan karya-karya terbaik bagi kemajuan Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya. Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PII Pusat, akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, pengurus PII Jawa Timur, perwakilan organisasi profesi, kepala perangkat daerah Provinsi Jawa Timur, serta para ketua Pengurus Cabang PII se-Jawa Timur. Sedangkan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029, Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat peran insinyur dalam mendukung pembangunan di Jawa Timur. Gentur menyampaikan, kepengurusan PII Jawa Timur periode 2026–2029 merupakan kepengurusan ketujuh dalam perjalanan organisasi PII di Jawa Timur yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. “Secara kelembagaan, organisasi PII sudah lengkap dari tingkat kabupaten dan kota sebanyak 38 wilayah. Sinergi ini juga telah berjalan dengan para kepala daerah melalui sosialisasi tentang Undang-Undang Keinsinyuran,” ujarnya. Menurut Gentur, saat ini terdapat sekitar 2.500 insinyur bersertifikat di Jawa Timur. Keberadaan para insinyur tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi profesi keinsinyuran dalam pembangunan daerah. Ia menjelaskan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai keinsinyuran, setiap sarjana teknik yang melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia wajib memenuhi ketentuan registrasi dan kompetensi keinsinyuran. “Kerja-kerja insinyur secara terkini akan memberikan alternatif solusi atas beberapa pembangunan industri dan jasa konstruksi yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. Gentur menambahkan, anggota PII Jawa Timur selama ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, konsultan, kontraktor, hingga berbagai bidang lainnya. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi yang komprehensif terhadap berbagai persoalan pembangunan. Untuk periode kepengurusan 2026–2029, PII Jawa Timur menetapkan sejumlah program utama. Di antaranya pengabdian kepada masyarakat, penguatan keanggotaan, serta membangun sinergi dengan pemerintah, organisasi, badan usaha, dan perusahaan yang berada di Jawa Timur. “Kami ingin membangun sinergi dengan pemerintah maupun organisasi, badan, dan perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Timur,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Gentur juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap pelantikan kepengurusan PII Jawa Timur. Ia berharap kepengurusan baru PII Jawa Timur dapat menjalankan amanah dengan baik serta semakin memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Jawa Timur. “Semoga pelantikan ini menjadi momentum yang berharga dan berwibawa. Semoga Allah SWT memberikan rida atas kegiatan ini dan memberikan kesempatan kepada kami untuk terus memberikan manfaat,” pungkasnya.

Ketua PII Jatim Gentur Prihantono Sandjoyo Putro: 38 Kabupaten/Kota Telah Terwadahi, 2.500 Insinyur Bersertifikat

SURABAYA – Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029, Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat peran insinyur dalam mendukung pembangunan di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikannya usai dilantik dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah PII Jawa Timur masa bakti 2026–2029 yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie, dan disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Gentur menyampaikan, kepengurusan PII Jawa Timur periode 2026–2029 merupakan kepengurusan ketujuh dalam perjalanan organisasi PII di Jawa Timur yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. “Secara kelembagaan, organisasi PII sudah lengkap dari tingkat kabupaten dan kota sebanyak 38 wilayah. Sinergi ini juga telah berjalan dengan para kepala daerah melalui sosialisasi tentang Undang-Undang Keinsinyuran,” ujarnya. Menurut Gentur, saat ini terdapat sekitar 2.500 insinyur bersertifikat di Jawa Timur. Keberadaan para insinyur tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi profesi keinsinyuran dalam pembangunan daerah. Ia menjelaskan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai keinsinyuran, setiap sarjana teknik yang melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia wajib memenuhi ketentuan registrasi dan kompetensi keinsinyuran. “Kerja-kerja insinyur secara terkini akan memberikan alternatif solusi atas beberapa pembangunan industri dan jasa konstruksi yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. Gentur menambahkan, anggota PII Jawa Timur selama ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, konsultan, kontraktor, hingga berbagai bidang lainnya. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi yang komprehensif terhadap berbagai persoalan pembangunan. Untuk periode kepengurusan 2026–2029, PII Jawa Timur menetapkan sejumlah program utama. Di antaranya pengabdian kepada masyarakat, penguatan keanggotaan, serta membangun sinergi dengan pemerintah, organisasi, badan usaha, dan perusahaan yang berada di Jawa Timur. “Kami ingin membangun sinergi dengan pemerintah maupun organisasi, badan, dan perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Timur,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Gentur juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap pelantikan kepengurusan PII Jawa Timur. Ia berharap kepengurusan baru PII Jawa Timur dapat menjalankan amanah dengan baik serta semakin memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Jawa Timur. “Semoga pelantikan ini menjadi momentum yang berharga dan berwibawa. Semoga Allah SWT memberikan rida atas kegiatan ini dan memberikan kesempatan kepada kami untuk terus memberikan manfaat,” pungkasnya.