Atika Banowati Dorong Pembinaan Generasi Muda Lewat Turnamen Bahlil Mini Soccer

Surabaya- DPD Partai Golkar Jawa Timur akan menggelar Turnamen Bahlil Mini Soccer memperebutkan Piala Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Kompetisi yang menyasar kalangan generasi muda ini dijadwalkan mulai bergulir pada 31 Agustus 2026 dan akan berlangsung di berbagai daerah di Jawa Timur. Turnamen tersebut akan dibuka di kawasan Malang Raya sebelum berlanjut ke sejumlah wilayah yang telah dibagi dalam 11 zona pertandingan. Para juara dari masing-masing zona nantinya akan bertanding pada putaran final yang akan digelar di Surabaya. Babak final direncanakan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda di Jawa Timur. Salah satu panitia pelaksana, Hj. Atika Banowati, S.H., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bahlil Mini Soccer merupakan bentuk kepedulian Partai Golkar dalam menyediakan ruang positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya di bidang olahraga. Menurut perempuan yang juga sebagai anggota Komisi D DPRD Jatim tersebut, minisoccer dipilih karena saat ini menjadi salah satu olahraga yang tengah populer di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Alpha dan Generasi Z. Melalui kompetisi tersebut, Golkar ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu membangun karakter, sportivitas, dan semangat kebersamaan. “Minisoccer merupakan wujud nyata perhatian Partai Golkar terhadap generasi muda. Kita harus mampu membaca tren yang sedang digemari anak-anak muda saat ini, dan salah satunya adalah minisoccer. Karena itu kami menghadirkan turnamen ini sebagai wadah bagi mereka untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi diri,” ujar Atika. Ia menambahkan, pelaksanaan turnamen dilakukan bekerja sama dengan jaringan media dan panitia daerah sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Salah satu zona pertandingan yang menjadi tanggung jawabnya adalah Zona 5 yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan, serta Kabupaten dan Kota Madiun. Lebih lanjut, Atika menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan positif sangat penting untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, pendekatan kepada anak muda perlu dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian dan minat mereka. “Kami berharap generasi penerus bangsa lahir dari anak-anak muda yang aktif, kreatif, dan memiliki semangat berprestasi. Melalui olahraga, mereka belajar disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan. Ini sejalan dengan komitmen Partai Golkar yang terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang,” tuturnya. Dengan cakupan pertandingan di 11 zona dan partisipasi peserta dari berbagai daerah, Turnamen Bahlil Mini Soccer diharapkan menjadi ajang pembinaan olahraga sekaligus sarana mempererat silaturahmi antargenerasi muda di Jawa Timur. Selain melahirkan bibit-bibit atlet potensial, kompetisi ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat sportivitas dan kolaborasi di kalangan generasi muda.
Peringati HUT ke-81 RI, SD Negeri 4 Petrokimia Gresik Luncurkan Green Sustainability School untuk Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan

Gresik – Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan seremonial, tetapi juga melalui langkah nyata dalam membangun masa depan bangsa. Hal itulah yang dilakukan SD Negeri 4 Petrokimia Gresik dengan meluncurkan program Green Sustainability School bertajuk “Learning Today, Sustaining Tomorrow” bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Program yang diluncurkan bersamaan setelah acara jalan sehat tersebut berfokus pada pendidikan lingkungan dan pembentukan karakter tersebut diluncurkan dalam sebuah kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan PT Petrokimia Gresik, tokoh masyarakat, komite sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, wali murid, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa SD Negeri 4 Petrokimia Gresik. Peluncuran Green Sustainability School menjadi tonggak baru bagi sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah. Program ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mendorong praktik langsung yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan. Ketua Panitia sekaligus perwakilan sekolah, Suci Handarini, M.Pd, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang selama ini membantu sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis lingkungan. “Alhamdulillah, hari ini kami diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada sekolah kami,” ujarnya. Menurut Suci, Green Sustainability School merupakan program pembinaan karakter siswa yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini. Program ini lahir dari kesadaran bahwa tantangan lingkungan di masa depan membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sekaligus kepedulian terhadap keberlanjutan alam. “Kami mohon doa restu karena hari ini sekolah kami meluncurkan program baru yang berhubungan dengan pembinaan karakter siswa, yaitu Green Sustainability School. Program ini merupakan langkah nyata untuk membentuk generasi yang peduli lingkungan dan mampu menjaga keberlanjutan bumi di masa mendatang,” katanya. Keberhasilan peluncuran program tersebut tidak lepas dari dukungan PT Petrokimia Gresik yang memberikan berbagai fasilitas dan sarana penunjang pengelolaan lingkungan di sekolah. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Petrokimia Gresik memberikan bantuan berupa satu paket rumah kompos lengkap yang terdiri dari delapan drum komposter dan dua mesin pencacah daun, sehingga sekolah memiliki sarana yang memadai untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Selain itu, perusahaan juga mendukung pelaksanaan pelatihan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen sekolah dan masyarakat. “Ini merupakan paket pembinaan yang sangat lengkap. Tidak hanya bantuan sarana, tetapi juga pelatihan yang menyasar 100 wali murid, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Kami sangat bersyukur mendapatkan perhatian yang luar biasa dari PT Petrokimia Gresik,” ungkap Suci. Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut menjadi modal penting bagi sekolah untuk mengembangkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, Green Sustainability School akan dijalankan melalui tujuh program utama yang saling terintegrasi. Program pertama adalah pembelajaran pemilahan sampah, yang bertujuan membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Program kedua berupa pelatihan pengolahan sampah yang mencakup kegiatan komposting, upcycling, recycling sampah anorganik, hingga pembuatan kerajinan dari bahan bekas dan kain perca. Pelatihan ini akan diberikan kepada 100 wali murid, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Program ketiga adalah pembelajaran dan praktik menanam, yang mengajarkan siswa mengenai pentingnya penghijauan, pemanfaatan lahan, serta perawatan tanaman sebagai bagian dari pelestarian lingkungan. Program keempat berupa penyediaan rumah kompos lengkap dengan delapan drum komposter dan dua mesin pencacah daun yang akan menjadi pusat pengelolaan sampah organik sekolah. Program kelima adalah pengadaan tempat sampah terpilah, sehingga proses pemisahan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan menjadi kebiasaan sehari-hari warga sekolah. Program keenam adalah dekarbonisasi melalui pemanfaatan energi listrik terbarukan dengan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid di kawasan sekolah. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen sekolah dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi ramah lingkungan. Sedangkan program ketujuh adalah peluncuran Duta Lingkungan, yang akan menjadi agen perubahan dan penggerak berbagai kegiatan lingkungan baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga masing-masing. Salah satu keunggulan Green Sustainability School adalah keterlibatan aktif orang tua siswa dalam setiap tahap pelaksanaan program. Menurut Suci, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dilakukan sekolah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan keluarga agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat diterapkan secara konsisten di rumah. Karena itu, sebanyak 100 wali murid akan dilibatkan secara langsung dalam pelatihan pengolahan sampah dan pengelolaan kompos. “Saya mengajak para wali murid untuk ikut memiliki program ini. Kompos yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk tanaman di sekolah maupun di rumah. Jika produksinya melimpah, bukan tidak mungkin dapat memberikan nilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok orang tua,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, melainkan akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan berkelanjutan yang melibatkan seluruh stakeholder. Harapkan Dukungan Berkelanjutan Dalam kesempatan tersebut, Suci juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, komite sekolah, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan kepercayaan dan pendampingan kepada SD Negeri 4 Petrokimia Gresik. Ia mengakui bahwa sekolah masih membutuhkan bimbingan dan dukungan agar program yang baru diluncurkan dapat berkembang secara optimal. “Hari ini kami baru memulai langkah kecil. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan tantangan ke depan. Karena itu kami berharap dukungan dan pendampingan dari semua pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” katanya. Suci juga berharap sinergi antara sekolah, orang tua, PT Petrokimia Gresik, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, serta seluruh stakeholder dapat terus terjalin dalam membina karakter generasi muda Indonesia. Menuju Sekolah Berkelanjutan Peluncuran Green Sustainability School menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan hidup dapat menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa. Melalui program ini, SD Negeri 4 Petrokimia Gresik tidak hanya berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kesadaran ekologis, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta mampu menjadi pelopor perubahan di masyarakat. Dengan semangat kemerdekaan dan kolaborasi seluruh pihak, Green Sustainability School diharapkan menjadi model pendidikan berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan demi Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.