Skip to main content

Pigora News Jatim

Pemprov Jatim Resmikan Jalan dan Jembatan Di Pacitan, Tingkatkan Akses Jalan dan Keselamatan Warga

PACITAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga menuntaskan pembangunan dan penanganan empat infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan. Infrastruktur tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja, Rabu (21/10/2026). Empat infrastruktur yang diresmikan meliputi perbaikan jalan napak tilas gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, pelebaran jalan ruas Arjosari–Purwantoro hingga batas Provinsi Jawa Tengah, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II di Kecamatan Sudimoro, serta pembangunan talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang di Kecamatan Arjosari. Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui program Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur oleh UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Tahun Anggaran 2026. Khusus penanganan darurat Jembatan Kaligoro II dan talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang, pembiayaan bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur. Gubernur Khofifah mengatakan, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah pedesaan. “Jalan yang semakin baik pasti nantinya memudahkan mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi warga. Mudah-mudahan yang kita resmikan ada empat infrastruktur hari ini, semua manfaat barakah,” ujar Khofifah. Menurutnya, infrastruktur yang memadai tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, barang kebutuhan pokok, serta akses terhadap fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Salah satu pekerjaan yang diresmikan adalah perbaikan jalan napak tilas gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Jalan sepanjang 2,25 kilometer tersebut merupakan bagian dari jalur bersejarah perjuangan Jenderal Sudirman saat melakukan gerilya. Penanganan jalan tersebut dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp2,855 miliar. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan memiliki lebar sekitar dua meter, berbatu, dan sejumlah bagian mengalami kerusakan sehingga menyulitkan mobilitas warga. Melalui pekerjaan peningkatan struktur jalan, lebarnya kini menjadi sekitar 2,5 hingga 3 meter. Perbaikan ini diharapkan memberikan akses yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat, khususnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti perjalanan menuju pasar dan sekolah. Selain meningkatkan aksesibilitas, perbaikan jalan tersebut juga memiliki nilai historis karena menjadi bagian dari jalur perjuangan Jenderal Sudirman yang perlu dijaga keberadaan dan kebermanfaatannya. Selanjutnya, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga juga menyelesaikan pelebaran jalan ruas Arjosari–Purwantoro hingga batas Provinsi Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan. Pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp13 miliar tersebut dilaksanakan mulai 25 Maret hingga 2 Oktober 2026. Pelebaran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan sehingga mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah. Peningkatan kualitas ruas tersebut juga diharapkan memperkuat konektivitas wilayah Pacitan dengan daerah di Jawa Tengah, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur penghubung tersebut. Sementara itu, untuk pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana alam, Pemprov Jatim juga menyelesaikan penanganan darurat Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro. Jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir tersebut dibangun kembali menggunakan konstruksi Bailey dengan panjang 30 meter dan lebar 3,1 meter. Pekerjaan ini menelan anggaran sebesar Rp4,47 miliar yang bersumber dari BTT Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Pembangunan kembali jembatan menjadi langkah penting untuk memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, warga diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas dan mobilitas secara lebih aman. Penanganan darurat lainnya dilakukan pada talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari. Infrastruktur tersebut dibangun menggunakan konstruksi bronjong untuk menangani kerusakan lereng akibat longsor. Pekerjaan dengan anggaran sebesar Rp1,51 miliar tersebut bertujuan menjaga kestabilan lereng sekaligus melindungi badan jalan dari risiko kerusakan lebih lanjut. Keberadaan talud pengaman diharapkan dapat meningkatkan keamanan pengguna jalan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Khofifah menegaskan, penanganan infrastruktur pascabencana menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. “Ada juga penyelesaian penanganan darurat akibat bencana alam yang ditangani menggunakan anggaran BTT tahun 2026. Karena akses ini cukup vital bagi warga setempat, maka kami upayakan secepatnya untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi penyelesaian pekerjaan infrastruktur tersebut karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memulihkan akses transportasi yang sebelumnya terganggu akibat bencana. “Alhamdulillah, dengan selesainya jembatan Bailey dan dinding penahan jalan ini, masyarakat kini bisa kembali beraktivitas dengan aman dan tenang. Saya berpesan agar infrastruktur ini dirawat bersama dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana alam,” tutur Khofifah. Gubernur berharap seluruh infrastruktur yang telah dibangun dan diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal serta dijaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Manfaat peningkatan infrastruktur tersebut juga dirasakan langsung masyarakat Desa Kasihan. Salah seorang warga, Nurani, mengaku bersyukur atas perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas warga. “Terima kasih sudah membangun jalan ini sebagus mungkin. Dulu kalau hujan tidak bisa lewat, kondisinya rusak parah dan sekarang jalannya mulus. Alhamdulillah warga sekarang bisa dengan mudah pergi ke pasar, ke sekolah lancar dan aman,” ujarnya. Dengan tuntasnya empat pekerjaan infrastruktur tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga terus memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Pacitan. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur diharapkan menjadi bagian dari pemerataan pembangunan Jawa Timur, sehingga masyarakat di wilayah pedesaan maupun perbatasan antardaerah dapat menikmati akses transportasi yang semakin baik, aman, dan berkelanjutan.