Pigora News Jatim

Megengan Healing Ramadan 1447 H, Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas Difabel dan Ajak Perkuat Ketenangan Jiwa

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Megengan Healing Ramadan 1447 Hijriah bertema “Tenang Jiwa, Kuat Raga” sekaligus meresmikan Toilet VIP Difabel serta Jalan Raya sisi utara dan timur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (15/2/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut berlangsung di Serambi Utama masjid dan dihadiri masyarakat yang menyambut datangnya bulan suci Ramadan.Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berpesan agar masyarakat menata hati dan pikiran menjelang Ramadan. Ia mengajak umat Muslim meningkatkan kualitas dzikir dan ibadah agar memperoleh ketenangan batin. “Menjelang Ramadan ditata hatinya masing-masing, ditata pikirannya. Kalau sebelum atau di luar Ramadan dzikirnya agak kurang, maka saat Ramadan harus ditingkatkan, insyaallah diparingi ketenangan,” pesannya. Ia juga mendoakan seluruh masyarakat yang hadir agar memperoleh ketenangan jiwa, kekuatan raga, dan rezeki yang penuh berkah. Khofifah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, melaksanakan tarawih secara lengkap, serta menghidupkan qiyamullail dengan istiqamah. “Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua hamba-hamba yang akan mendapatkan kemenangan, menang lahir, menang batin. Semoga ini menjadi amal kebaikan jariyah panjenengan semua,” tuturnya. Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, KH Sudjak, menambahkan bahwa program unggulan Healing Ramadan memiliki empat rangkaian kegiatan, yakni program ibadah, program dakwah, program kreatif berupa museum bertajuk “Masjid Al-Akbar Tempo Dulu dan Masjid Al-Akbar Saat Ini”, serta kegiatan Marbot Mini Soccer berupa pertandingan persahabatan antar marbot masjid se-Jawa Timur. Pada rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga membagikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu, marbot, petugas kebersihan masjid, serta pengemudi ojek online di Surabaya. Sebanyak 290 paket sembako disalurkan di dua lokasi, yakni Pasar Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, dan kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Menurut Khofifah, menjelang Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kesalehan sosial dan kepedulian terhadap sesama. “Ramadhan ini mari kita bangun kekuatan ketenangan jiwa kita supaya kita bisa menguatkan kesalehan sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan sembako tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah kecenderungan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, sekaligus menumbuhkan kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut bulan suci. Khofifah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian sosial tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi sepanjang bulan suci, agar masyarakat yang membutuhkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk. Salah satu penerima bantuan, Sutami (55), pengemudi ojek online perempuan, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi para ojol perempuan yang sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga.

Jelang Ramadan, Diskanla Jatim Gelar Bazar Produk Perikanan, Antusiasme Warga Tinggi

Surabaya – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menggelar Bazar Produk Kelautan dan Perikanan yang berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendukung promosi hasil perikanan sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadan. Bazar yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut menghadirkan beragam produk perikanan, mulai dari udang segar, ikan segar, hingga berbagai produk olahan seperti makanan siap santap, siap masak, ikan kaleng, serta produk olahan hasil perikanan dalam bentuk frozen. Selain menyediakan produk berkualitas, panitia juga menyiapkan doorprize menarik bagi pengunjung. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat masyarakat yang datang untuk berbelanja kebutuhan pangan, khususnya produk perikanan yang banyak dibutuhkan menjelang Ramadan. Dalam kesempatannya, Kadiskanla Prov Jatim M. Isa Anshori melalui Staf Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P3HP) / Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan  Farida,, menyampaikan bahwa kegiatan bazar massal produk perikanan yang digelar hari ini merupakan agenda rutin yang melibatkan pelaku usaha binaan, baik dari kalangan keluarga maupun profesional. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana di tahun 2026 dan diikuti oleh 36 pelaku usaha. Dalam kegiatan tersebut, panitia membagi peserta ke dalam empat kelompok produk, yakni kelompok produk olahan berbasis fashion perikanan, kelompok ikan segar, kelompok olahan teri, serta kelompok makanan siap saji. Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan beragamnya minat dan kebutuhan konsumen, khususnya di lingkungan perkantoran tempat kegiatan berlangsung. Farida menjelaskan, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Bahkan sebelum pukul 09.00 WIB, sejumlah produk sudah habis terjual. Banyak pembeli yang memborong produk untuk persiapan menyambut bulan Ramadan. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sepenuhnya difasilitasi secara gratis oleh Diskanla Jatim. Mulai dari penyediaan meja, kursi, hingga hiburan bagi peserta dan pengunjung, semuanya disiapkan untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan acara. Adapun produk yang paling diminati dalam bazar tersebut antara lain ikan segar, produk frozen (beku), serta berbagai olahan teri. Olahan teri disebut menjadi salah satu favorit karena praktis dan cocok sebagai lauk sahur maupun pelengkap hidangan Ramadan. Melalui kegiatan ini, Diskanla Jatim berharap konsumsi ikan masyarakat semakin meningkat. Farida menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk pangan perikanan agar tetap terjamin, sehingga dapat mendukung peningkatan konsumsi ikan di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Presiden RI Prabowo Subianto Didampingi Gubernur Khofifah Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Tegaskan Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Pilar Persatuan Indonesia

MALANG, 8 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangkaian Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). Mujahadah Kubro yang berlangsung selama dua hari yaitu 7–8 Februari 2026, diikuti puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Kegiatan diisi doa bersama, dzikir, serta refleksi kebangsaan dengan tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban.” Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas peran besar Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, NU menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan bangsa. “NU selalu menjaga persatuan. Jika Negara dalam bahaya, NU selalu tampil bagi bangsa Indonesia,” tegasnya. Presiden Prabowo juga mengapresiasi konsistensi NU dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai toleransi yang dijunjung NU sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa. “NU diharapkan terus memberikan contoh toleransi terhadap umat beragama. Saya yakin NU akan terus menjaga bangsa dan semua ummat agama tanpa pandang bulu sesuai dengan cita cita para pendiri bangsa,” katanya. “Terima Kasih atas peran NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia. Dimana Indonesia dalam bahaya NU selalu menjadi penyejuk dan menjadi terdepan menjaga NKRI,” imbuhnya. Senada dengan Presiden, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama telah membuktikan diri sebagai organisasi keagamaan dan kebangsaan yang mampu bertahan dan terus relevan selama satu abad perjalanan bangsa Indonesia. NU dinilai konsisten menjaga tradisi, toleransi, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan peradaban nasional. “NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan dan turut berkontribusi mengembangkan peradaban lewat lembaga-lembaga pendidikan,” ujarnya. Ia menyebutkan, NU memiliki jaringan pesantren yang sangat luas, baik pesantren tradisional maupun modern, yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren-pesantren tersebut menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam sekaligus ruang pembentukan karakter umat. “Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” jelasnya. Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa di usia satu abad, NU telah tumbuh menjadi rumah besar umat yang memberdayakan dan mengayomi masyarakat lintas latar belakang. Semangat Islam moderasi yang terus dirawat NU dinilainya menjadi perekat dalam keberagaman Indonesia. “Ibarat rumah, NU itu rumah besar, yang kokoh dan penuh toleransi, mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan,” katanya. Menurut Khofifah, dinamika internal yang terjadi dalam perjalanan NU justru menjadi kekuatan, karena organisasi ini mampu menjaga keharmonisan serta merangkul berbagai kalangan, termasuk pihak di luar NU, untuk bersama-sama merawat persatuan bangsa. “NU terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin,” jelasnya. Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah juga menegaskan bahwa NU telah melalui perjalanan panjang dan kini berada pada fase penting untuk merawat sekaligus melanjutkan warisan perjuangan para pendirinya. “NU menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang didirikan pada tahun 1926 tidak diperuntukkan bagi kelompok tertentu semata, melainkan untuk seluruh umat Islam di Indonesia. “NU bukan hanya untuk orang-orang yang memahami Ahlussunnah wal Jamaah secara khusus, tetapi menjadi rumah umat Islam secara keseluruhan,” tegasnya. Di sisi lain, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang. Ia menyebut dukungan datang tidak hanya dari warga Nahdliyin, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat. “Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini,” ungkapnya. Atas nama warga NU Jawa Timur, Gus Kikin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang atas potensi ketidaknyamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang dan mohon maaf apabila selama beberapa hari ini terdapat gangguan aktivitas,” pungkasnya. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pulung Chausar

Peringatan Hari Pers Nasional 2026, Gubernur Khofifah Ajak Insan Pers Hadirkan Jurnalisme Berdampak Pada Penguatan Demokrasi dan Kedaulatan Bangsa

SURABAYA, 9 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh insan pers terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, berintegritas, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari. Hari Pers Nasional menjadi momentum refleksi penting bagi dunia pers di Indonesia dalam memperkuat peran strategisnya di tengah dinamika demokrasi, sosial, dan ekonomi. Pada tahun ini, peringatan HPN dipusatkan di Provinsi Banten dengan mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” yang ditetapkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Menurut Khofifah, tema peringatan HPN 2026 menegaskan bahwa kualitas pers tidak hanya menentukan kualitas informasi publik, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan demokrasi dan pembangunan ekonomi nasional yang akhirnya menguatkan kedaulatan bangsa. “Pers yang sehat adalah pers yang menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan terverifikasi, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan profesional,” ujar Khofifah, Senin (9/2). Ia menegaskan, keberadaan pers profesional menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital. Dalam kondisi banjirnya informasi, masyarakat membutuhkan media yang kredibel sebagai rujukan utama agar tidak terjebak hoaks, misinformasi, maupun sensasionalisme. “Jurnalisme berkualitas akan menjadi referensi masyarakat untuk membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Di sinilah pers berperan menjaga kualitas demokrasi,” jelasnya. Oleh karena itu, Gubernur Khofifah optimistis momentum Hari Pers Nasional dapat menjadi pengingat bagi insan pers untuk terus menjaga kualitas dan integritas karya jurnalistik. Lebih lanjut, Khofifah menilai pers yang sehat juga berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional. Pemberitaan yang objektif dan edukatif mampu menciptakan optimisme, kepercayaan publik, serta stabilitas sosial yang mendukung iklim investasi dan aktivitas ekonomi. “Pers yang profesional tidak hanya mengabarkan peristiwa, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Kepercayaan inilah fondasi penting bagi ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat,” katanya. Gubernur Khofifah berharap pers terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus jembatan komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat. Pers juga diharapkan berperan dalam meningkatkan literasi informasi publik, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan di tengah dinamika sosial. “Pers harus menjadi penjernih informasi, penguat literasi publik, dan perekat kebangsaan,” tuturnya. Di akhir pernyataannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers atas dedikasi dan pengabdian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan mencerdaskan krhidupan bangsa. “Selamat Hari Pers Nasional 2026. Terima kasih atas kerja keras insan pers yang terus menjaga ruang publik tetap sehat dan mencerahkan,” pungkasnya.