Skip to main content

Pigora News Jatim

HUTAN.ID FEST 2026 Digelar di Surabaya 11-13 September, Kementerian Kehutanan Ungkap Potensi Besar Hutan Jatim

SURABAYA – Kementerian Kehutanan melalui Panitia HUTAN.ID FEST 2026 resmi meluncurkan Program Kegiatan HUTAN.ID FEST 2026 dengan tema “Bangga Hutan Indonesia” di Grand City Mall Surabaya, Jumat (11/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Menteri Kehutanan RI, Adidah Ghofar, menyampaikan bahwa tema “Bangga Hutan Indonesia” menjadi penting karena Indonesia memiliki kekayaan hutan yang besar sekaligus memiliki keunikan yang dapat menjadi kekuatan dan daya saing bangsa maupun daerah. Menurut Adidah, hutan tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga mempunyai fungsi sosial dan ekonomi. Karena itu, kebanggaan terhadap hutan harus diwujudkan melalui cara masyarakat dan pemerintah memperlakukan serta mengelola hutan secara bijaksana. “Memang wajarnya kita memiliki kebanggaan karena kita memiliki hutan provinsi ketiga terbesar di dunia dan memiliki keunikan,” ujarnya dalam sambutan. Ia menilai keunikan sumber daya hutan merupakan aset yang tidak dimiliki oleh semua negara maupun daerah. Apabila dikelola dengan tepat, keunikan tersebut dapat menjadi unique capability yang memberikan daya saing. Adidah juga mengapresiasi pelaksanaan HUTAN.ID FEST 2026 yang tidak hanya menghadirkan kegiatan di kawasan hutan, tetapi dibawa ke tengah kawasan perkotaan. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar isu kehutanan semakin dekat dengan masyarakat. “Biasanya kita hanya di hutan, sekarang kita ke area di mana orang banyak, agar mendengar hal-hal terkait dengan hutan,” katanya. Melalui festival yang berlangsung selama beberapa hari tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat secara langsung berbagai program dan aktivitas yang berkaitan dengan kehutanan. Mulai dari kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kegiatan pelaku usaha, kelompok tani hingga aktivitas kelompok masyarakat akan diperkenalkan dalam festival tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pengelolaan dan pemanfaatan hutan Indonesia. Adidah menekankan bahwa masyarakat perkotaan terkadang merasa hutan berada jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, keberadaan hutan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. “Hutan menjaga air yang kita minum, udara yang kita hirup, pangan yang kita konsumsi serta ketahanan desa dan kota terhadap bencana dan perubahan iklim,” jelasnya. Menurutnya, semakin dekat masyarakat dengan pusat perkotaan, sering kali semakin kecil pula persepsi mengenai dampak langsung keberadaan hutan. Padahal, berbagai manfaat hutan dirasakan oleh masyarakat secara tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, HUTAN.ID FEST 2026 diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan kembali masyarakat dengan isu kehutanan. Festival tersebut bukan hanya menjadi ajang memperkenalkan hutan, tetapi juga menunjukkan berbagai manfaat dan potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Jawa Timur Punya 1,36 Juta Hektare Kawasan Hutan Dalam kesempatan tersebut, Adidah secara khusus menyoroti posisi Jawa Timur dalam pembangunan sektor kehutanan nasional. Ia menyebut Jawa Timur memiliki sekitar 1,36 juta hektare kawasan hutan. Luasan tersebut memang tidak sebesar kawasan hutan yang dimiliki sejumlah provinsi di Kalimantan maupun Sumatera. Namun, menurutnya, ukuran luas kawasan hutan bukan satu-satunya indikator untuk melihat kontribusi sektor kehutanan terhadap pembangunan. Justru Jawa Timur dinilai menjadi salah satu contoh daerah yang mampu memberikan kontribusi besar dari sektor kehutanan meskipun luas kawasan hutannya relatif lebih kecil dibandingkan provinsi-provinsi berhutan luas di Indonesia. “Kalau kita lihat mungkin kalau ditanya sekarang mana provinsi yang memiliki kontribusi hutannya paling tinggi terhadap pembangunan, pasti mikirnya Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera, Riau. Tetapi yang paling tinggi adalah Jawa Timur,” ungkapnya. Menurut Adidah, tingginya kontribusi tersebut tidak terlepas dari produktivitas dan nilai tambah yang berhasil dikembangkan dari sumber daya hutan. Hutan tidak hanya dilihat sebagai kawasan yang harus dijaga, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara bijak untuk menghasilkan berbagai produk turunan, jasa lingkungan maupun pengembangan wisata berbasis hutan. “Dengan luasan 1,36 juta saja bisa memberikan sumbangan yang sangat tinggi. Itu karena ada produktivitas di sana, karena ada nilai tambah. Hutan dimanfaatkan untuk wisata, hutan dimanfaatkan sebagai produk turunan,” katanya. Ia menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan Jawa Timur dalam mengembangkan sektor kehutanan. Pengelolaan hutan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus mempertahankan fungsi ekologis dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Adidah juga menyinggung keberadaan sejumlah kawasan konservasi dan taman nasional di Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah. Keberadaan kawasan tersebut tidak hanya penting dari sisi konservasi, tetapi juga memiliki potensi wisata dan ekonomi apabila dikelola dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. Menurutnya, potensi tersebut turut memperlihatkan bahwa sektor kehutanan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan ekonomi daerah. Hutan Harus Dikelola Bijak dan Berkelanjutan Lebih jauh, Adidah menegaskan bahwa semangat “Bangga Hutan Indonesia” tidak boleh berhenti pada kebanggaan semata. Kebanggaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk menjaga hutan sekaligus memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat diajak memanfaatkan momentum HUTAN.ID FEST 2026 untuk mengenal lebih jauh apa yang telah dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani dan masyarakat dalam mengelola hutan. Menurutnya, semakin banyak masyarakat memahami fungsi dan manfaat hutan, semakin besar pula peluang tumbuhnya kepedulian terhadap keberlanjutan hutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengajak keluarga, teman dan berbagai kelompok masyarakat hadir dalam kegiatan HUTAN.ID FEST 2026. Dengan begitu, festival dapat menjadi sarana edukasi sekaligus ruang membangun jejaring antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kehutanan. Adidah menilai keberadaan hutan harus ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sesuatu yang terpisah dari aktivitas ekonomi dan pembangunan. Pengelolaan hutan yang baik, menurutnya, harus mampu menjaga fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. “Bangga hutan Indonesia tergantung bagaimana kita memperlakukan hutan,” tegasnya. Melalui HUTAN.ID FEST 2026, Kementerian Kehutanan berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa hutan memiliki peran penting dalam menjaga air, udara, pangan, ketahanan masyarakat serta menghadapi bencana dan perubahan iklim. Jawa Timur pun dinilai memiliki pengalaman penting dalam menunjukkan bagaimana kawasan hutan yang tidak terbesar secara luasan tetap mampu memberikan kontribusi signifikan melalui produktivitas, nilai tambah, wisata dan berbagai pemanfaatan hasil hutan yang dilakukan secara bijak. Festival tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, kelompok tani, pelaku usaha dan komunitas dalam membangun kehutanan Indonesia yang produktif, inklusif dan berkelanjutan.

Gus Ubaidillah Sampaikan Harapan di HUT ke-207 Kabupaten Bondowoso: Dorong Ekonomi, Infrastruktur, dan Kesejahteraan

BONDOWOSO — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-207 Kabupaten Bondowoso, anggota DPRD Jawa Timur Gus Ubaidillah menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Kabupaten Bondowoso semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Gus Ubaidillah berharap momentum HUT ke-207 menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pembangunan, terutama di sektor perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Selamat HUT Kabupaten Bondowoso. Semoga dalam HUT kali ini Kabupaten Bondowoso tambah maju, masyarakat tambah sejahtera, perekonomian juga maju, sehingga pengangguran juga turun,” ujar Gus Ubaidillah. Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Salah satunya adalah memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Gus Ubaidillah menegaskan, karena Bupati Bondowoso diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pihaknya akan turut mengawal pelaksanaan program pembangunan agar penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Kami juga akan mengawal bagaimana setiap rupiah APBD Kabupaten Bondowoso itu bisa terlaksana dengan benar, sesuai aturan, sehingga bisa memberikan multiplier effect yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso,” tegasnya. Ia menilai, salah satu tantangan yang masih dihadapi Bondowoso adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi dinilai perlu terus didorong agar mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran. Selain ekonomi, Gus Ubaidillah juga menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan kabupaten dan jalan desa. Menurutnya, masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perhatian dan perbaikan. “Infrastruktur di Bondowoso, terutama jalan kabupaten dan jalan desa, itu banyak yang rusak. Sehingga kita harus bahu-membahu, terutama saya sebagai wakil dari masyarakat Bondowoso, untuk bisa sama-sama ke depan mencarikan jalan,” katanya. Ia menambahkan, penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Bondowoso membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, serta masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai kebutuhan pembangunan diharapkan dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran. Momentum HUT ke-207 Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum evaluasi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Bondowoso yang lebih maju, sejahtera, memiliki infrastruktur yang lebih baik, serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Anggota DPRD Jatim Laili Abidah Doakan Muktamar NU Lancar dan Pemimpin Terpilih Jadi Pengayom Nahdliyin

SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., M.M., menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar 27-31 Agustus 2026 · Jombang, Jawa Timur. Ia berharap agenda besar organisasi tersebut dapat berjalan lancar serta menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi NU. Laili yang juga merupakan Wakil Ketua Cabang Muslimat NU Bangil, Pasuruan tersebut mengatakan, Muktamar NU diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang bijaksana, sekaligus menjadi pengayom bagi seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat secara luas. “Harapannya semoga Muktamar bisa berjalan lancar seperti yang diharapkan dan menghasilkan pemimpin yang bijaksana, serta menjadi pengayom seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh peserta dan warga Nahdliyin untuk mengedepankan semangat perjuangan serta memilih sosok terbaik secara proporsional demi kemajuan NU ke depan. Menurut Laili , Muktamar bukan sekadar momentum pergantian atau pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat arah perjuangan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh proses dapat berjalan dengan semangat persatuan dan mengutamakan kepentingan NU secara keseluruhan. “Terus semangat dalam memperjuangkan yang terbaik. Tentunya memilih yang terbaik secara proporsional agar NU menjadi lebih baik,” katanya. Lebih jauh, Laili berharap NU sebagai organisasi besar dapat terus menjadi salah satu tonggak perjuangan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk program Presiden. Namun, menurutnya, kontribusi tersebut perlu dibarengi dengan penguatan nilai-nilai spiritual. Baginya, pembangunan dan perjuangan tidak cukup hanya mengandalkan program secara umum, tetapi harus memiliki landasan iman dan spiritualitas yang kuat. “NU sebagai organisasi yang besar tentunya kita sangat berharap bisa menjadi tonggak dalam sebuah perjuangan dan mendorong program-program Bapak Presiden. Bukan hanya program secara umum, tetapi dikolaborasikan dengan spiritual yang baik,” tuturnya. Laili menilai kekuatan iman memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan menjaga seseorang agar tetap berada pada jalan perjuangan yang benar. Ketika nilai spiritual dan keimanan kuat, kata dia, sikap maupun perbuatan seseorang akan lebih terjaga. Karena itu, ia berharap penguatan iman dapat menjadi bagian penting dalam perjuangan NU ke depan. Menurutnya, sebesar apa pun perjuangan yang dilakukan, akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi dengan kekuatan iman. “Bagaimana memperkuat iman dalam sebuah perjuangan. Apa pun yang dilakukan, kalau imannya tidak kuat, sama saja. Jadi imannya harus kuat,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya NU untuk tetap berpegang pada tujuan dan garis perjuangan organisasi. Menurut Laili, prinsip tersebut menjadi bagian penting agar NU tetap berada pada jalur perjuangan yang lurus dan sesuai dengan cita-cita awal organisasi. “Bagaimana agar NU sesuai khittoh perjuangan seperti para ulama terdahulu,” pungkasnya. Muktamar NU diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat peran NU dalam kehidupan kebangsaan, keumatan, serta pembangunan masyarakat. Laili pun berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan lancar, damai, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan NU.

Berdayakan Anggota INI Pengda Malang Raya Gelar Seleksi ALB

Malang, Pengurus Daerah Malang Raya Ikatan Notaris Indonesia (Pengda Malang Raya INI) menyelenggarakan kegiatan Seleksi Anggota Luar biasa (ALB) INI periode 3 tahun 2026 di Savana hotel malang pada Kamis (20/8/2026). Ketua Pengda Malang Raya INI, Dr. Arini Jauharoh, S.H., MKn., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Organisasi setiap 3 bulanyang di selenggarakan di setiap Wilayah, namun penyelenggaranya adalah Pengurus Daerah (Pengda), antara bulan Februari, Mei, Agustus dan November di setiap tahunnya. “Kebetulan Agustus merupakan kebiasaan Pengda Malang yang menyelenggarakannya dan selalu di laksanakan di kota Malang,”ucapnya. Acara itu di buka langsung oleh Kabid Organisasi Pengwil Jatim INI, Sonya Natalia, S.H., yang sekaligus memberikan materi kepada para peserta terkait AD/ART INI. Sedangkan untuk materi Peraturan Perkumpulan di paparkan oleh Dwi Rossulliati,SH., MH. Dari Pengwil Jatim INI bidang Magang. Mengenai jumlah peserta, Arini menyampaikan, tahun ini merosot drastis, menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. “tahun ini peserta Seleksi ALB turun drastis, hingga tidak mencapai angka 20 peserta”, ungkapnya. Untuk itu dirinya menghimbau agar ada anjuran dari Pengurus Wilayah Maupun Pengurus Daerah di Jawa Timur, agar bisa memberikan arahan kepada para calon ALB ataupun calon peserta Magang bersama, terutama yang meminta rekom pengda, supaya bisa memberikan arahan untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pengda-pengda diJatim itu sendiri. “saya menghimbau kepada Pengwil, Pengda dan para anggota yang mempunyai calon ALB atau ALB terutama yang minta rekom, agar mengikuti kegiatan di Jatim, tidak keluar supaya kegiatan pengda-pengda di jawa timur bisa hidup”, tuturnya. Sementara untuk sesi penguji Wawancara dalam seleksi ALB itu, Arini menyebutkan bahwa Pengda Malang INI, tidak pernah melibatkan para ketua Pengda yang ada di Jawa Timur, tetapi selalu memberdayakan para anggotanya yang berkompeten. “Kebiasaan kami, tidak pernah mendatangkan Penguji seleksi ALB dari luar Pengda Malang, karena anggota kami sudah banyak yang menjadi Dosen, pengajar di banyak kampus, sehingga tidak perlu merepotkan pengda-pengda lainnya,” pungkasnya.