Momentum Hari Pahlawan, KONI Jatim Ajak Atlet Warisi Semangat Juang Para Pahlawan

SURABAYA — Dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur M Nabil melalui Sekretaris nya Akmal Budiarto, mengajak seluruh insan olahraga di Jawa Timur untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam meraih prestasi. Menurut Akmal yang diwawancarai usai menghadiri Upacara Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan Surabaya 10 November 2025 bahwa semangat kepahlawanan yang tanpa pamrih dan pantang menyerah harus menjadi inspirasi bagi para atlet dalam mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. “Semangat pahlawan adalah berjuang tanpa pamrih dan tanpa lelah untuk masyarakat. Dalam konteks olahraga, kami berharap prestasi para atlet Jawa Timur bisa mengambil hikmah dari semangat ini sebagai motivasi untuk terus berjuang,” ujar Akmal. Ia menambahkan, momentum Hari Pahlawan merupakan waktu yang tepat bagi para atlet untuk memperkuat tekad dan meningkatkan prestasi. Akmal juga berharap agar Jawa Timur terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. “Dengan semangat Hari Pahlawan, saya berharap seluruh atlet di Jawa Timur terus berjuang dan meningkatkan prestasi, dari tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga dunia. Insyaallah, salam olahraga,” pungkasnya.
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim Matangkan Persiapan Penatausahaan Keuangan 2025, Ini Pesan Kadis Nyoman !

SURABAYA — Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Konsolidasi dan Sosialisasi Persiapan Data Usaha Keuangan Tahun 2025 yang dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural, fungsional, serta staf dinas pada Selasa 11 November 2025 di BPSDM Malang. Dalam sambutannya, I Nyoman Gunadi menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kerja keras seluruh bidang di lingkungan dinas yang telah berupaya menjaga kinerja dan progres realisasi kegiatan sepanjang tahun 2025. “Walaupun tadi saya salah seragam, mudah-mudahan itu tidak mengurangi kekompakan kita. Yang penting kita tetap bersatu dan bersemangat untuk menyelesaikan target kinerja dinas,” ujarnya disambut tawa peserta. Gunadi menekankan pentingnya konsolidasi internal menjelang akhir tahun anggaran 2025, terutama dalam menghadapi ketentuan baru terkait tata cara setoran dan pelaporan penerimaan daerah, pengajuan SPM, penerbitan SP2D, serta penyampaian SPJ. Hal ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 900.1.3.3/125.12/203.3/2025 tertanggal 2 Oktober 2025. Ia mengingatkan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyesuaikan proses penatausahaan sesuai dengan timeline yang telah ditentukan. “Kita sekarang sudah memakai sistem SIPD murni, tidak lagi SIPO. Kendalanya cukup besar, tapi kita harus adaptif dan segera menyesuaikan,” tegasnya. Gunadi juga mengapresiasi capaian progres dinas yang berhasil keluar dari posisi tiga terbawah. “Waktu rapat pleno dengan Ibu Gubernur, semua kaget karena progres kita sempat hanya 28%. Tapi berkat kerja keras teman-teman, kini sudah mencapai sekitar 48%, dan target akhir tahun kita prediksi bisa mencapai 89%. Sekda bahkan berharap bisa tembus 90%,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah proyek strategis yang perlu percepatan, seperti pembangunan kantor dinas, perbaikan lapangan tenis, hingga proyek air minum dan sanitasi di beberapa wilayah seperti Mojolagres. Gunadi mengingatkan agar seluruh tim berhati-hati dalam pelaksanaan pekerjaan lapangan di tengah cuaca ekstrem. “Saya minta semua berita acara 100% mulai dicicil hari ini supaya tidak jadi alasan keterlambatan serapan. Kita semua harus disiplin, karena aplikasi SIPD ini sudah digunakan secara nasional,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. “Semoga hasil dari kegiatan ini bisa memperkuat sinergi kita dalam menyongsong tahun anggaran 2025 dengan lebih siap, tertib, dan akuntabel,” pungkas Gunadi.
Anggota DPRD Jatim Fraksi Nasdem Deni Prasetya Dorong Pelestarian Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ludruk di Jember

JEMBER — Upaya pelestarian seni dan budaya lokal terus digelorakan DPRD Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya Ludruk Baru Muncul yang digelar di Lapangan Taman Olahraga Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, pada Sabtu malam (8/11/2025). Pertunjukan yang menampilkan lakon legendaris Sakera ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan Komisi B DPRD Jatim, dalam rangka menghidupkan kembali seni tradisi ludruk dan teater rakyat khas Jawa Timur. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Fraksi NasDem, Deni Prasetya, S.E. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Dinas Kebudayaan, serta seluruh masyarakat Desa Tegalwangi yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Malam ini kita bersyukur bisa berkumpul untuk menikmati kesenian khas Jawa Timur seperti ludruk dan jaran kecak. Ini merupakan bentuk sinergi antara DPRD dan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Jawa Timur dalam melestarikan budaya daerah,” ujarnya. Deni menegaskan, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menggali dan memperkenalkan potensi seni di berbagai daerah. Ia menilai setiap kabupaten dan kota di Jawa Timur memiliki kekhasan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. “Ada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang punya kekayaan seni luar biasa. Melalui acara seperti ini, kita bisa saling mengenal dan memperlihatkan variasi kreativitas pelaku seni. Banyak kesenian yang belum dikenal luas, dan inilah kesempatan kita untuk menampilkannya,” tambahnya. Deni juga mengapresiasi kehadiran kelompok Ludruk Baru Muncul asal Desa Tegalwangi yang terus menjaga eksistensi ludruk di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, ludruk tidak hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan sosial yang menggambarkan kehidupan rakyat Jawa Timur. Selain ludruk, acara tersebut juga menampilkan pertunjukan Jaran Kecak, yang menggabungkan unsur tari, musik, dan teater rakyat. Deni mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan budaya serupa di berbagai daerah, bahkan berencana menghadirkan pagelaran Wayang Kulit dan Bantengan di waktu mendatang. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Ke depan, berbagai kesenian lain seperti wayang dan bantengan juga bisa ditampilkan agar generasi muda semakin mengenal budaya leluhurnya,” tutur Deni. Acara yang terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung ini berlangsung meriah. Ratusan warga Desa Tegalwangi dan sekitarnya tampak antusias menikmati suasana malam yang penuh hiburan budaya, diiringi gamelan tradisional dan dialog khas ludruk.
Hadiri Event Seni Kebudayaa, Anggota DPRD Jatim Mirza Ananta Dorong Dukungan Pemprov untuk Pelaku Seni dan UMKM Desa Tumpak Pelem

PONOROGO — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi NasDem, Mirza Ananta, menyerukan perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Ponorogo. Hal itu ia sampaikan dalam acara Guyon Maton yang digelar di Lapangan Desa Tumpak Pelem, Selasa malam (11/11/2025). Dalam sambutannya, Mirza menegaskan bahwa Desa Tumpak Pelem dan sekitarnya memiliki banyak pelaku seni dan budaya yang aktif berkarya namun belum mendapatkan dukungan memadai, terutama dari sisi pembinaan dan permodalan. “Saya ingin mengenalkan Kecamatan Sawo, khususnya Desa Tumpak Pelem, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di sini banyak pelaku seni dan budaya yang kreatif, tapi mereka butuh uluran tangan pemerintah agar bisa berkembang dan lebih dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Mirza. Menurutnya, selama ini banyak seniman di pedesaan hanya berkarya secara mandiri dengan keterbatasan sumber daya. Karena itu, ia berharap kegiatan seperti Guyon Maton dapat menjadi jembatan bagi pemerintah untuk melihat langsung potensi seni budaya di daerah. “Harapan saya, acara ini bisa menjadi perhatian bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur serta Ibu Gubernur, agar pelaku seni di desa-desa, tidak hanya di Tumpak Pelem tetapi di seluruh Ponorogo, mendapatkan pembinaan dan dukungan,” imbuhnya. Mirza juga menyoroti dampak positif kegiatan seni dan budaya terhadap perekonomian lokal. Ia menilai bahwa setiap kali pergelaran semacam ini diadakan, para pelaku UMKM di sekitar lokasi turut merasakan manfaatnya melalui peningkatan penjualan. “Coba lihat, banyak pedagang kopi, pedagang pentol, dan pedagang kecil lainnya yang ikut berjualan malam ini. Mereka mendapat kesempatan untuk menambah penghasilan. Kalau kegiatan seperti ini sering digelar, UMKM di Ponorogo akan semakin tumbuh,” katanya. Ia menambahkan, pemerataan pembangunan dan kegiatan ekonomi kreatif di daerah menjadi salah satu kunci penting agar kesejahteraan masyarakat tidak hanya terpusat di kota, melainkan juga dirasakan hingga ke pelosok desa. “Kalau di kota sering dapat perhatian dan dikenal, di desa jangan sampai tertinggal. Karena di sini banyak potensi yang luar biasa. Pemerintah provinsi perlu hadir dan memberi dukungan nyata,” tegasnya. Selain mendorong perhatian terhadap pelaku seni dan UMKM, Mirza juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman yang tetap semangat menghibur masyarakat meski dalam kondisi terbatas. Ia secara khusus menyoroti perjuangan grup campursari Cak Percil CS, yang terus konsisten melestarikan budaya Jawa Timur melalui hiburan rakyat. “Cak Percil ini contoh nyata pelaku seni yang berdedikasi. Meski sempat sakit, beliau tetap tampil menghibur masyarakat. Semoga beliau selalu diberi kesehatan agar terus berkarya,” ujar Mirza. Di akhir sambutannya, Mirza berharap kegiatan semacam ini dapat dijadikan agenda tahunan di Kecamatan Sawo. Selain memperkuat pelestarian budaya daerah, kegiatan ini juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung. “Kalau setiap tahun ada acara seperti ini, masyarakat akan semakin antusias, pelaku seni semakin dikenal, dan UMKM di desa pun ikut bergerak. Inilah bukti bahwa budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” pungkasnya. Acara Guyon Maton yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias oleh warga. Selain menjadi ajang hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangkitkan potensi seni budaya serta ekonomi kreatif di daerah pedesaan.
