Gelar Pemilihan Duta KORPRI Jawa Timur 2025, Kepala BKD Jatim: Duta KORPRI Harus Jadi Agen Perubahan ASN Muda yang Inspiratif

SURABAYA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar ajang Pemilihan Duta KORPRI Jawa Timur 2025 di Ruang Rapat Hayam Wuruk, lantai 8, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Mewujudkan Indonesia Maju” dan diikuti oleh perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kab/Kota se-Jawa Timur. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT KORPRI yang setiap tahunnya digelar untuk memperkuat semangat profesionalisme, solidaritas, dan pengabdian ASN kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur dan jajaran pengurus Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur. Selain ajang kompetisi, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarinstansi di lingkungan Pemprov Jatim serta Kab/Kota se Jawa-Timur. Selain seleksi administrasi berdasarkan penilaian kompetensi, kegiatan juga diisi dengan presentasi program yang akan diunggulkan apabila finalis menjadi Duta KORPRI Jawa Timur tahun 2025 serta pemaparan tentang peran ASN di era digitalisasi birokrasi. Dalam sambutannya, Indah Wahyuni S.H., M.Si. yang menjabat sebagai Kepala BKD Prov Jatim sekaligus Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan sarana untuk menumbuhkan semangat inovasi, integritas, dan karakter pelayanan publik yang kuat di kalangan ASN muda. “Pemilihan Duta Korpri bukan sekadar mencari figur yang berpenampilan menarik dan berwawasan luas, tetapi lebih dari itu, kita ingin menghadirkan sosok ASN muda yang inspiratif, komunikatif, beretika, dan mampu menjadi wajah positif Korpri di mata masyarakat,” ujar Indah Wahyuni yang akrab disapa Yuyun tersebut Ia menegaskan bahwa Duta Korpri diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyuarakan nilai-nilai ASN berorientasi pada pelayanan, akuntabilitas, dan profesionalisme. Menurutnya, sosok Duta Korpri bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga motor penggerak reformasi birokrasi yang humanis serta adaptif terhadap perubahan zaman. Indah Wahyuni juga menyoroti perjalanan panjang Korpri yang telah berusia 54 tahun. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan kedewasaan organisasi dalam menjaga netralitas ASN, memperkuat etos kerja, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan dan berkualitas. “Di era digitalisasi dan dinamika sosial yang cepat, Korpri dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Kita tidak boleh puas dengan capaian masa lalu. Semangat kolaborasi dan keterbukaan harus terus kita tumbuhkan agar Korpri tetap relevan dengan generasi muda ASN,” tegasnya. Ia berharap ajang Duta Korpri dapat menjadi wadah bagi ASN Jawa Timur untuk menunjukkan profesionalisme dan semangat pelayanan terbaik. Indah juga menyampaikan optimisme bahwa perwakilan dari Jawa Timur tak kalah berprestasi dengan Duta KORPRI dari daerah lain yang akan mengikuti ajang puncak HUT Korpri di Jakarta. “Saya berharap para finalis dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan ASN lainnya. Tunjukkan bahwa ASN Jawa Timur mampu tampil profesional, berintegritas, dan berkarakter melayani. Mari kita persembahkan karya terbaik bagi Jawa Timur yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. Acara pembukaan yang berlangsung penuh semangat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan perwakilan dari Kab/Kota se-Jawa Timur serta para finalis Duta Korpri 2025 yang siap menampilkan inovasi dan dedikasi terbaik mereka bagi bangsa dan daerah. Daftar Juara Pemilihan Duta Korpri Jawa Timur 2025 Berikut hasil akhir Pemilihan Duta Korpri Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang diumumkan secara resmi oleh panitia dan dewan juri setelah melalui proses seleksi objektif dan profesional: 🏆 Kategori Putra: Juara 1: Irakas Primadyang — RSUD dr. Soedono Madiun, dengan skor 84,56 Juara 2: Gatut Astian — Disnaker Jatim, dengan skor 84,06 Juara 3: Mohamad Nuril Musyafi — Dinas Peternakan Jatim, dengan skor 81,00 👑 Kategori Putri: Juara 1: Intansari — RSUD Dr Soetomo, dengan skor 88,89 Juara 2: Nila Falansari — Korpri Kab Blitar, dengan skor 83,10 Juara 3: Ratna Sari— BKD Jatim dengan skor 81,96
Bank UMKM Jatim Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Program OPOP 2025

SURABAYA — Direktur Pemasaran Bank UMKM Jawa Timur, Agung, Soeprihatmanto menegaskan komitmen Bank UMKM dalam mendukung penguatan ekonomi pesantren dan pelaku usaha kecil melalui ajang One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 di Surabaya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong pelaku UMKM naik kelas. “Acara OPOP ini adalah agenda tahunan yang melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai sektor. Peran Bank UMKM saat ini menjangkau seluruh level, mulai dari ultramikro, mikro hingga ritel,” ujar Agung di sela kegiatan OPOP Expo di Atrium Royal Plaza Surabaya. Ia menjelaskan bahwa Bank UMKM Jatim tidak hanya menyediakan layanan pembiayaan, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap para nasabah agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Beberapa nasabah binaan yang awalnya memperoleh fasilitas prokesra kini telah naik kelas menjadi penerima kredit komersial, bahkan siap mengambil fasilitas kredit dengan plafon lebih tinggi melalui program bunga promosi. “UMKM binaan kami terus kami dorong agar naik kelas. Dari prokesra, kemudian menjadi kredit produktif, dan kini sudah masuk kredit umum. Kami ingin mereka semakin mandiri dan kompetitif,” terang Agung. Bank UMKM Jatim juga aktif melakukan sosialisasi dan kolaborasi lintas instansi. Upaya pemberdayaan pelaku usaha dilakukan melalui tiga strategi utama: pertama, pembinaan langsung di kantor cabang; kedua, kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat; dan ketiga, partisipasi dalam berbagai pameran serta misi dagang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain kegiatan OPOP, Bank UMKM juga rutin mengikuti event nasional yang digelar oleh Dinas Koperasi, Biro Perekonomian, dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah. Agung juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan ketiga tahun ini yang mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ia menilai kinerja positif tersebut menunjukkan efektivitas sinergi antara pemerintah, BUMD, dan pelaku usaha dalam memperkuat daya tahan ekonomi regional. “Seperti yang disampaikan Pak Sekda, pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini lebih baik dibanding rata-rata Pulau Jawa. Kami sebagai PUMD akan terus mendukung Pemprov Jatim agar target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen tahun ini,” tegasnya. Melalui keikutsertaannya di OPOP Expo 2025, Bank UMKM Jatim berkomitmen memperluas jangkauan layanan keuangan inklusif bagi pesantren dan UMKM, serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis syariah dan kemandirian masyarakat. Bank UMKM Jatim Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Program OPOP 2025 SURABAYA — Direktur Pemasaran Bank UMKM Jawa Timur, Agung, Soeprihatmanto menegaskan komitmen Bank UMKM dalam mendukung penguatan ekonomi pesantren dan pelaku usaha kecil melalui ajang One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 di Surabaya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong pelaku UMKM naik kelas. “Acara OPOP ini adalah agenda tahunan yang melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai sektor. Peran Bank UMKM saat ini menjangkau seluruh level, mulai dari ultramikro, mikro hingga ritel,” ujar Agung di sela kegiatan OPOP Expo di Atrium Royal Plaza Surabaya. Ia menjelaskan bahwa Bank UMKM Jatim tidak hanya menyediakan layanan pembiayaan, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap para nasabah agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Beberapa nasabah binaan yang awalnya memperoleh fasilitas prokesra kini telah naik kelas menjadi penerima kredit komersial, bahkan siap mengambil fasilitas kredit dengan plafon lebih tinggi melalui program bunga promosi. “UMKM binaan kami terus kami dorong agar naik kelas. Dari prokesra, kemudian menjadi kredit produktif, dan kini sudah masuk kredit umum. Kami ingin mereka semakin mandiri dan kompetitif,” terang Agung. Bank UMKM Jatim juga aktif melakukan sosialisasi dan kolaborasi lintas instansi. Upaya pemberdayaan pelaku usaha dilakukan melalui tiga strategi utama: pertama, pembinaan langsung di kantor cabang; kedua, kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat; dan ketiga, partisipasi dalam berbagai pameran serta misi dagang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain kegiatan OPOP, Bank UMKM juga rutin mengikuti event nasional yang digelar oleh Dinas Koperasi, Biro Perekonomian, dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah. Agung juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan ketiga tahun ini yang mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ia menilai kinerja positif tersebut menunjukkan efektivitas sinergi antara pemerintah, BUMD, dan pelaku usaha dalam memperkuat daya tahan ekonomi regional. “Seperti yang disampaikan Pak Sekda, pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini lebih baik dibanding rata-rata Pulau Jawa. Kami sebagai PUMD akan terus mendukung Pemprov Jatim agar target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen tahun ini,” tegasnya. Melalui keikutsertaannya di OPOP Expo 2025, Bank UMKM Jatim berkomitmen memperluas jangkauan layanan keuangan inklusif bagi pesantren dan UMKM, serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis syariah dan kemandirian masyarakat.
Pemprov Jatim Gelar OPOP Expo 2025, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) kembali menggelar One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 di Atrium Royal Plaza, Surabaya. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemprov Jatim, lembaga pesantren, dan para pelaku usaha yang konsisten mengembangkan ekonomi berbasis pesantren. Dalam sambutannya, Adhy Karyono menegaskan bahwa program OPOP merupakan salah satu inovasi unggulan Pemprov Jawa Timur dalam memberdayakan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. Program ini telah berjalan sejak tahun 2019 dan menjadi gerakan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan. “OPOP bukan sekadar program pemberdayaan, tetapi gerakan kolaboratif yang mengembangkan tiga pilar utama: Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sociopreneur,” ujarnya. Melalui pilar-pilar tersebut, pesantren didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi. Melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi usaha, OPOP menumbuhkan ribuan unit usaha produktif baru yang lahir dari lingkungan pesantren di berbagai daerah Jawa Timur. Kehadiran OPOP Expo 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring antar-pesantren serta memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil karya santri kepada masyarakat luas. Pameran ini juga menampilkan beragam produk halal berbasis kearifan lokal, mulai dari kuliner, fashion, kriya, hingga produk herbal dan inovasi digital karya santri. Sedangkan Kepala Kanwil Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, yang turut hadir dalam pembukaan acara, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan OPOP Expo 2025. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. “Program One Pesantren One Product ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, dalam memperkuat ekonomi syariah di tingkat akar rumput,” kata Ibrahim. Ibrahim juga mengapresiasi capaian ekonomi Jawa Timur yang tetap tumbuh kuat di tengah tantangan global. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan terakhir mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sekitar 5,01 persen. “Ini menunjukkan bahwa sinergi yang dibangun antara pemerintah, dunia usaha, pesantren, dan masyarakat mampu memperkuat daya tahan ekonomi daerah,” tambahnya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dan memperluas ekosistem OPOP sebagai bagian dari misi besar kemandirian ekonomi umat. Program ini tidak hanya mencetak generasi santri yang kreatif dan berdaya saing, tetapi juga memperkuat basis ekonomi syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Kepala BI Jatim Ibrahim: Sinergi Program OPOP dan Ekonomi Syariah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

SURABAYA — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menghadiri acara pembukaan Pameran One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Ibrahim sekaligus menegaskan dukungan penuh Bank Indonesia terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur melalui kolaborasi lintas lembaga. Dalam kesempatannya, Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus menggandeng berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan pemberdayaan pesantren melalui program One Pesantren One Product. “Kami dari Bank Indonesia berterima kasih telah diajak berpartisipasi dalam program 1 Pesantren 1 Produk. Ini sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur,” ujar Ibrahim Rabu 13/11 di Royal Plaza Surabaya. Ibrahim menjelaskan, program OPOP menjadi bukti nyata sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai kegiatan seperti Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) yang melibatkan OJK, perbankan, serta pelaku usaha syariah. “FESyar dan BPS merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperluas akses pembiayaan syariah, memperkuat pelatihan bagi pelaku UMKM syariah, dan memperkuat jejaring bisnis di lingkungan pesantren,” tambahnya. Bank Indonesia, lanjut Ibrahim, juga terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pembentukan jaringan Himpunan Bisnis Ekonomi Pesantren (Hebitren) yang kini mencakup 65 pesantren di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu kanal penting untuk memperkuat ekonomi umat berbasis syariah di tingkat akar rumput. “Melalui Habitren, kami ingin memperkuat kolaborasi antarpesantren agar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif. Jadi, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya. Ibrahim juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di Triwulan ke tiga tetap menunjukkan performa yang kuat di tengah tantangan global. Pada triwulan terakhir, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,22 persen (year-on-year), lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional yang berkisar 5,01–5,04 persen. “Capaian ini menunjukkan soliditas dan sinergi yang luar biasa antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh stakeholder. Kepemimpinan Ibu Gubernur yang aktif memimpin misi dagang dan investasi ke berbagai daerah, termasuk misi ke Kupang waktu lalu, menjadi bukti nyata komitmen dalam memperkuat ekonomi lokal,” ujar Ibrahim. Ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendukung berbagai inisiatif strategis Pemprov Jatim, baik melalui penguatan UMKM, pembiayaan syariah, maupun pengembangan produk unggulan pesantren agar ekonomi daerah semakin inklusif dan berdaya saing. “Sinergi seperti inilah yang membuat Jawa Timur mampu menjaga kinerja ekonomi di atas rata-rata nasional. Ini hasil kerja keras semua pihak,” pungkas Ibrahim. (adi)
