Pigora News Jatim

Kepala BI Jatim Ibrahim: Sinergi Program OPOP dan Ekonomi Syariah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

SURABAYA — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menghadiri acara pembukaan Pameran One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Ibrahim sekaligus menegaskan dukungan penuh Bank Indonesia terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur melalui kolaborasi lintas lembaga.

Dalam kesempatannya, Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus menggandeng berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan pemberdayaan pesantren melalui program One Pesantren One Product.

“Kami dari Bank Indonesia berterima kasih telah diajak berpartisipasi dalam program 1 Pesantren 1 Produk. Ini sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur,” ujar Ibrahim Rabu 13/11 di Royal Plaza Surabaya.

Ibrahim menjelaskan, program OPOP menjadi bukti nyata sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai kegiatan seperti Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) yang melibatkan OJK, perbankan, serta pelaku usaha syariah.

“FESyar dan BPS merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperluas akses pembiayaan syariah, memperkuat pelatihan bagi pelaku UMKM syariah, dan memperkuat jejaring bisnis di lingkungan pesantren,” tambahnya.

Bank Indonesia, lanjut Ibrahim, juga terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pembentukan jaringan Himpunan Bisnis Ekonomi Pesantren (Hebitren) yang kini mencakup 65 pesantren di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu kanal penting untuk memperkuat ekonomi umat berbasis syariah di tingkat akar rumput.

“Melalui Habitren, kami ingin memperkuat kolaborasi antarpesantren agar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif. Jadi, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ibrahim juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di Triwulan ke tiga tetap menunjukkan performa yang kuat di tengah tantangan global. Pada triwulan terakhir, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,22 persen (year-on-year), lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional yang berkisar 5,01–5,04 persen.

“Capaian ini menunjukkan soliditas dan sinergi yang luar biasa antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh stakeholder. Kepemimpinan Ibu Gubernur yang aktif memimpin misi dagang dan investasi ke berbagai daerah, termasuk misi ke Kupang waktu lalu, menjadi bukti nyata komitmen dalam memperkuat ekonomi lokal,” ujar Ibrahim.

Ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendukung berbagai inisiatif strategis Pemprov Jatim, baik melalui penguatan UMKM, pembiayaan syariah, maupun pengembangan produk unggulan pesantren agar ekonomi daerah semakin inklusif dan berdaya saing.

“Sinergi seperti inilah yang membuat Jawa Timur mampu menjaga kinerja ekonomi di atas rata-rata nasional. Ini hasil kerja keras semua pihak,” pungkas Ibrahim. (adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *