Pemprov Jatim Gelar Tasyakuran Atas Anugerah Gelar Pahlawan Nasional “Syaikhona Muhammad Kholil” di Gedung Grahadi

SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar tasyakuran sebagai ungkapan syukur atas ditetapkannya Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif Al-Bangkalani sebagai Pahlawan Nasional. Acara yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya 15 November 2025, ini dihadiri jajaran Forkopimda Jatim, para ulama, dzurriyah Syaikhona Kholil, serta para tokoh masyarakat. Tasyakuran berlangsung khidmat dan penuh haru, menandai babak penting dalam sejarah Bangkalan dan dunia pesantren. Dalam sambutannya, pejabat Pemprov Jatim yang turut mengawal proses pengusulan gelar tersebut membeberkan perjalanan panjang yang harus ditempuh hingga ditetapkannya Syaikhona Muhammad Kholil sebagai Pahlawan Nasional. Ia mengisahkan bahwa sejak satu per satu ulama murid Syaikhona Kholil ditetapkan sebagai pahlawan nasional, pertanyaan demi pertanyaan mengenai sosok guru besar mereka mulai muncul di tingkat nasional. Menurutnya, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, isu terbesar yang menjadi kendala adalah soal foto autentik Syaikhona Kholil. Dalam proses administrasi gelar pahlawan nasional, foto menjadi syarat penting dan harus dapat diverifikasi. Namun, dokumen visual mengenai Syaikhona Kholil sangat terbatas. Hanya ada satu foto lama dan satu sketsa. Karena itu, pihak Pemprov Jatim beberapa kali melakukan tasheh bersama dzurriyah untuk menyepakati mana yang bisa digunakan secara resmi. “Tidak mungkin tidak ada foto, tapi setelah diskusi panjang akhirnya dzurriyah menyetujui penggunaan sketsa,” jelasnya. Diskusi tersebut berlangsung lama, bahkan bersama Wakil Gubernur Jatim, karena ada perasaan sungkan: murid-murid Syaikhona Kholil sudah menjadi pahlawan, namun sang guru belum ditetapkan, hanya karena terbentur masalah foto. Situasi mulai berubah ketika proses pengusulan memasuki masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sang Presiden menegaskan bahwa ketiadaan foto tidak akan menghalangi penetapan. “Pokoknya pahlawan dulu, foto mengikuti kesepakatan dzurriyah,” demikian arahan Presiden yang dikutip dalam acara tersebut. Sketsa akhirnya resmi dipakai sebagai dokumen visual. Sketsa tersebut dibuat dalam warna hitam putih agar tidak mudah dimodifikasi atau disalahgunakan, terutama di era teknologi AI. Keputusan ini sekaligus mengakhiri perdebatan panjang mengenai identitas visual Syaikhona Muhammad Kholil. Proses pengusulan sendiri membutuhkan pemenuhan berbagai persyaratan—mulai data primer, dokumen sejarah, hingga seminar lokal, regional, dan nasional. Pejabat tersebut mengungkap bahwa ia mengikuti setidaknya tiga seminar secara langsung, dan persoalan foto selalu muncul sebagai kendala utama. “Hal-hal yang oleh dzurriyah dianggap sederhana—karena beliau hidup dengan penuh keikhlasan tanpa meninggalkan banyak dokumentasi—ternyata menjadi syarat penting bagi dokumen kenegaraan,” terangnya. Ia kemudian menceritakan momen penetapan gelar pahlawan yang diumumkan pada 10 November, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Gelar diterima di Istana Negara oleh Lora Imron Amin dan Kiai Jamiati Faisal. Seusai penganugerahan, dirinya langsung menghubungi Pemprov Jatim untuk menentukan waktu tasyakuran. Semula akan digelar lebih cepat, namun akhirnya diputuskan setelah hari Jumat karena ia sedang menghadiri undangan Rising Fellowship di Singapura. Acara tasyakuran di Grahadi disebutnya sebagai wujud syukur sekaligus momentum untuk ngalap berkah dari perjuangan dan keikhlasan Syaikhona Muhammad Kholil. “Semoga keberkahan beliau menetes kepada kita semua—perjuangannya, keikhlasannya, kedalaman ilmunya,” tuturnya. Ia juga mengisahkan bahwa sebelum acara berlangsung, ia sempat mengajak Ketua DPRD Jatim, Kusnadi Musyafa’, untuk turut hadir. Dengan nada akrab, ia bercerita tentang panggilan sehari-hari antara keduanya yang menggambarkan kedekatan personal dengan para pemimpin daerah yang juga memiliki takzim mendalam kepada ulama besar Madura tersebut. Tasyakuran ditutup dengan doa bersama, mengalirkan rasa syukur sekaligus harapan agar nilai-nilai perjuangan Syaikhona Muhammad Kholil—baik dalam bidang keilmuan, spiritualitas, maupun nasionalisme pesantren—dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Gelar Pahlawan Nasional yang kini disandang ulama kharismatik asal Bangkalan itu bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Madura, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia.
Pelepasan Peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto–Surabaya 2025 Berlangsung Meriah, GMS Fest 2025 Siap Sambut di Surabaya

MOJOKERTO — Suasana penuh antusiasme mewarnai pelepasan peserta Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojokerto–Surabaya Tahun 2025, yang digelar pada 15 November 2025. Ribuan peserta memadati Lapangan R. Wijaya Surodinawan, Kota Mojokerto, yang menjadi titik start kegiatan tahunan tersebut. Event yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Dispora Jatim) ini menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Para peserta dilepas untuk menempuh rute panjang menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, yang menjadi garis finis Gerak Jalan Perjuangan 2025. Pelepasan berlangsung meriah dengan dukungan berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, serta masyarakat yang turut hadir memberikan semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga Jawa Timur. Tidak hanya gerak jalan yang menyedot antusiasme publik, rangkaian GJP tahun ini juga semakin spesial dengan hadirnya GMS Fest 2025, sebuah panggung hiburan besar yang disiapkan untuk menyambut para peserta di Surabaya. Festival ini berlangsung pada 15–16 November 2025, dimulai pukul 19.00 hingga 02.00 WIB. Dispora Jatim menghadirkan deretan pengisi acara papan atas, di antaranya Mr. Jono & Joni, FDJ Bellavie, OM Ken Arock, serta penyanyi populer seperti Intan Chacha, Andra Kharisma, dan Tata Asheva. Tampil pula grup musik Snapburn, Sabtu Pahing, hingga performer Ishokuichi. Panggung GMS Fest 2025 dipusatkan di Tugu Pahlawan Surabaya, berdekatan dengan titik finis GJP, sehingga para peserta dapat menikmati hiburan setelah menuntaskan perjalanan panjang dari Mojokerto. Dengan tata panggung megah, pencahayaan dinamis, serta line-up artis yang digandrungi generasi muda, GMS Fest 2025 diprediksi menjadi salah satu hiburan terbesar dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Pada sambutannya sebelum pemberangkatan Wakil Wali Kota Mojokerto, Dr. H. Rachman Sidharta Arisandi, S.IP., M.Si., atau yang akrab disapa Cak Sandi, menghadiri sekaligus melepas peserta Jalan Sehat Mojokerto–Surabaya dalam sebuah gelaran yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat tersebut Cak Sandi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai turut memberi kontribusi besar bagi kebugaran masyarakat, terutama di tengah kondisi cuaca yang belakangan rawan flu dan penyakit musiman. “Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, hari ini kita bisa melaksanakan acara yang bermanfaat bagi kesehatan seluruh warga. Semoga cuaca mendung ini tetap bersahabat sampai kegiatan selesai,” ujarnya. Di hadapan para peserta, Cak Sandi berpesan agar kegiatan dilakukan dengan penuh semangat namun tetap mengutamakan keselamatan. Ia berharap kegiatan jalan sehat ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kebersamaan dan gaya hidup sehat. Sedangkan Dalam sambutannya, Adhy Karyono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan bangga kembali menggelar event legendaris yang telah menjadi bagian penting dalam tradisi peringatan Hari Pahlawan. Menurutnya, GJP bukan hanya sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga upaya melestarikan semangat perjuangan para pahlawan bangsa. “Pemerintah Jawa Timur selalu memperhatikan dan mendukung aspirasi masyarakat, termasuk bagaimana kita menjaga event luar biasa ini. Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya bukan hanya olahraga, tetapi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pejuang kemerdekaan,” ujarnya. Adhy Karyono juga menyampaikan salam dari Gubernur Jawa Timur yang tidak dapat hadir karena menghadiri sidang paripurna. Gubernur menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh peserta yang turut memeriahkan gerak jalan tahun ini, yang disebut menembus lebih dari 10 ribu peserta. Lebih lanjut, Adhy menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi penguatan nilai-nilai nasionalisme, tetapi juga bagi pergerakan ekonomi masyarakat. “Event ini membuktikan bahwa masyarakat Jawa Timur adalah masyarakat yang menghormati jasa para pahlawan dengan menapaki kembali jejak perjuangan mereka,” katanya. Di hadapan para peserta, Adhy Karyono mengingatkan agar kegiatan dilakukan dengan tertib, aman, dan memperhatikan kesehatan. Ia berpesan agar para peserta tidak memaksakan diri dan selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan menuju Surabaya. “Mudah-mudahan semua diberi kesehatan, diberi rezeki berlebih, dan seluruh upaya kita diridai oleh Allah SWT. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya Tahun 2025 saya nyatakan dimulai,” tegasnya sebelum melepas peserta. Pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan panjang peserta menuju garis finis di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan dan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. “Selamat datang kepada seluruh peserta. Mari kita jalankan kegiatan ini dengan penuh kebahagiaan. Semoga acara dari Mojokerto hingga Surabaya berjalan lancar,” ucapnya. Cak Sandi menutup sambutan dengan doa agar seluruh rangkaian acara diberkahi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Sukses selalu, sehat selalu, sejahtera selalu,” pungkasnya.
