Pigora News Jatim

Kadishub Jatim Pamerkan Inovasi Trans Jatim di Hadapan Kepala LAN RI dan Wamendagri

Surabaya-Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, memamerkan berbagai inovasi layanan transportasi publik Trans Jatim di hadapan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). Presentasi ini menyoroti bagaimana Trans Jatim terus bertransformasi menjadi moda transportasi modern berbasis elektronik yang mengutamakan kepastian layanan bagi masyarakat. Dalam paparannya, Nyono menjelaskan bahwa Trans Jatim telah dilengkapi sistem aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat mengetahui secara real-time posisi bus, estimasi kedatangan, hingga jumlah penumpang di dalam bus. “Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengetahui harus menunggu berapa menit lagi bus akan tiba, dan apakah bus tersebut masih memiliki kapasitas. Kalau penuh, mereka bisa langsung memilih menunggu bus berikutnya,” jelas Nyono. Selain menyediakan kepastian layanan, aplikasi ini juga menampilkan rute lengkap jaringan layanan di kawasan Surabaya Raya, termasuk Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan sekitarnya. Warna-warna peta rute yang ditampilkan memudahkan pengguna memahami jalur dan titik halte. Nyono menambahkan bahwa Trans Jatim kini telah terintegrasi secara sistem dengan bus-bus milik pemerintah daerah di Surabaya Raya. Meski secara finansial integrasi pembayaran belum sepenuhnya berjalan, Dishub Jatim menargetkan ke depan masyarakat cukup menggunakan satu kartu atau satu metode tapping untuk seluruh layanan. “Kami ingin masyarakat cukup sekali tapping, bisa berpindah dari layanan Pantaian, Sidoarjo, hingga Surabaya tanpa harus bayar terpisah. Ini menuju pelayanan publik yang efisien dan terintegrasi,” ujarnya. Kadishub juga memamerkan kartu transportasi yang saat ini sudah digunakan sebagai alat pembayaran. Kartu tersebut dapat diintegrasikan dengan layanan lain, termasuk kereta komuter. Lebih lanjut, Nyono menegaskan bahwa seluruh armada Trans Jatim telah mendukung sistem pembayaran cashless, meski tetap menerima pembayaran tunai bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan e-payment. “Semua bisa terlayani. Masyarakat yang tidak terbiasa pakai e-payment tetap bisa membayar tunai, tapi perlahan kami dorong menuju pembayaran elektronik,” tambahnya. Dishub Jatim juga memiliki dashboard kontrol terpusat melalui Jatim Command Center (JCCC) yang memonitor seluruh pergerakan bus, mulai dari kecepatan, kepadatan, hingga kepatuhan pengemudi. Sistem ini juga menerima laporan pengaduan masyarakat yang kemudian segera ditindaklanjuti. Dalam kesempatan tersebut, Nyono juga memaparkan program subsidi tarif. Dengan tarif terjangkau Rp2.500, Trans Jatim kini menjadi transportasi publik favorit masyarakat karena aman, nyaman, ber-AC, dilengkapi kamera AI, dan sepenuhnya terpantau digital. Presentasi Kadishub Jatim tersebut mendapatkan apresiasi dari Kepala LAN RI dan Wamendagri yang hadir menyaksikan langsung kemampuan Trans Jatim sebagai layanan transportasi publik modern yang terus berinovasi melayani masyarakat Jawa Timur.

Pemprov Jawa Timur Gelar ASN CorpU Summit 2025 di Surabaya, Wagub Emil Dardak: ASN Harus Jadi Lifelong Learner untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

MC, Surabaya- Pemprov Jatin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur Bersama LAN RI, Kementerian PANRB menggelar ASN CorpU Summit 2025 dengan tema “ASN CorpU: Transformasi Pembelajaran Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Surabaya pada 26 November 2025 dan diikuti oleh berbagai perwakilan instansi pemerintah, akademisi, serta para pemangku kepentingan terkait pengembangan kompetensi aparatur. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi kepada LAN RI, Kementerian PANRB, BKN, Kemendagri, serta seluruh instansi yang berperan dalam terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Jawa Timur. Emil menegaskan bahwa kehormatan besar bagi Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan CorpU Summit 2025. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Gubernur Jawa Timur kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah kabupaten/kota, hingga instansi vertikal. Dalam kesempatan itu, Emil menyampaikan pentingnya peran BPSDM sebagai “korporasi pembelajaran” bagi aparatur. Menurutnya, konsep corporate university bukan hanya menghadirkan proses belajar mengajar, tetapi juga menciptakan ruang knowledge creation—di mana peserta pendidikan dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menguji relevansi teori dalam praktik nyata. Ia menyebut BPSDM Jatim sebagai tempat “retreat” bagi ASN, tempat untuk sejenak keluar dari rutinitas agar kreativitas dan inspirasi dapat tumbuh kembali. Dengan fasilitas yang lengkap, BPSDM disebut sebagai ekosistem pembelajaran yang mendorong aparat untuk terus berkembang. Emil juga menyinggung tantangan pengembangan SDM di daerah, termasuk keterbatasan talent pool di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki sumber daya manusia teknis yang memadai untuk mendukung pembangunan. Kondisi ini membuat proses lelang jabatan seringkali sepi peminat. Oleh karenanya, Emil menilai pemetaan kompetensi dan penguatan talent pool di Jawa Timur menjadi sangat penting agar setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan jabatan secara meritokratis. Lebih lanjut, Emil menyoroti pentingnya pola karier fungsional yang saat ini didorong pemerintah. Meski beberapa proses birokrasi telah disederhanakan, masih banyak ASN yang merasa lebih nyaman dengan jabatan struktural. Perubahan mindset inilah yang menurut Emil perlu terus dibangun melalui ekosistem pembelajaran yang baik. Menutup sambutannya, Emil menegaskan bahwa keberadaan CorpU merupakan bagian penting dalam strategi pengembangan SDM aparatur untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjadi lifelong learner, tidak berhenti belajar, dan selalu terbuka terhadap perubahan zaman, terutama perkembangan teknologi. “Jangan ada kata terlalu sibuk untuk belajar. Dunia terus berubah, relevansi ilmu juga terus berubah,” ujarnya. Emil kemudian mengapresiasi kehadiran sejumlah pejabat nasional dalam acara tersebut dan menyambut seluruh peserta dengan hangat di Provinsi Jawa Timur.