MC, Surabaya- Pemprov Jatin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur Bersama LAN RI, Kementerian PANRB menggelar ASN CorpU Summit 2025 dengan tema “ASN CorpU: Transformasi Pembelajaran Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Surabaya pada 26 November 2025 dan diikuti oleh berbagai perwakilan instansi pemerintah, akademisi, serta para pemangku kepentingan terkait pengembangan kompetensi aparatur.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi kepada LAN RI, Kementerian PANRB, BKN, Kemendagri, serta seluruh instansi yang berperan dalam terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Jawa Timur.
Emil menegaskan bahwa kehormatan besar bagi Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan CorpU Summit 2025. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Gubernur Jawa Timur kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah kabupaten/kota, hingga instansi vertikal.
Dalam kesempatan itu, Emil menyampaikan pentingnya peran BPSDM sebagai “korporasi pembelajaran” bagi aparatur. Menurutnya, konsep corporate university bukan hanya menghadirkan proses belajar mengajar, tetapi juga menciptakan ruang knowledge creation—di mana peserta pendidikan dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menguji relevansi teori dalam praktik nyata.
Ia menyebut BPSDM Jatim sebagai tempat “retreat” bagi ASN, tempat untuk sejenak keluar dari rutinitas agar kreativitas dan inspirasi dapat tumbuh kembali. Dengan fasilitas yang lengkap, BPSDM disebut sebagai ekosistem pembelajaran yang mendorong aparat untuk terus berkembang.
Emil juga menyinggung tantangan pengembangan SDM di daerah, termasuk keterbatasan talent pool di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki sumber daya manusia teknis yang memadai untuk mendukung pembangunan. Kondisi ini membuat proses lelang jabatan seringkali sepi peminat. Oleh karenanya, Emil menilai pemetaan kompetensi dan penguatan talent pool di Jawa Timur menjadi sangat penting agar setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan jabatan secara meritokratis.
Lebih lanjut, Emil menyoroti pentingnya pola karier fungsional yang saat ini didorong pemerintah. Meski beberapa proses birokrasi telah disederhanakan, masih banyak ASN yang merasa lebih nyaman dengan jabatan struktural. Perubahan mindset inilah yang menurut Emil perlu terus dibangun melalui ekosistem pembelajaran yang baik.
Menutup sambutannya, Emil menegaskan bahwa keberadaan CorpU merupakan bagian penting dalam strategi pengembangan SDM aparatur untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjadi lifelong learner, tidak berhenti belajar, dan selalu terbuka terhadap perubahan zaman, terutama perkembangan teknologi.
“Jangan ada kata terlalu sibuk untuk belajar. Dunia terus berubah, relevansi ilmu juga terus berubah,” ujarnya.
Emil kemudian mengapresiasi kehadiran sejumlah pejabat nasional dalam acara tersebut dan menyambut seluruh peserta dengan hangat di Provinsi Jawa Timur.



