Anggota DPRD Jatim Rasiyo: Bantuan Pendidikan Rp1 Juta untuk 48 Ribu Siswa Jatim Harus Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan bagi Peserta Didik dari Keluarga Kurang Mampu Tahun 2025, Rabu malam (10/12/2025), di Grand City Convex, Surabaya. Program ini menyasar puluhan ribu siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai upaya konkret mencegah anak putus sekolah sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menyatakan dukungannya terhadap Program Bantuan Biaya Pendidikan yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi peserta didik dari keluarga miskin dan sangat miskin. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam membantu meringankan beban biaya pendidikan masyarakat kurang mampu. Rasiyo menjelaskan bahwa sasaran program ini telah ditetapkan secara jelas, yakni peserta didik yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan. Total penerima bantuan mencapai sekitar 48 ribu siswa, dengan besaran bantuan sebesar Rp1 juta untuk setiap peserta didik. “Ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka membantu keluarga miskin dan sangat miskin. Data-datanya sudah jelas, masuk desil 1 dan 2. Jumlahnya sekitar 48 ribu, dan masing-masing dibantu satu juta rupiah,” ujar Rasiyo. Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya, yakni untuk kebutuhan pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keberlangsungan sekolah peserta didik agar tidak putus di tengah jalan akibat keterbatasan ekonomi. “Ini kan bantuan sekolah, harapan kita digunakan betul-betul untuk biaya sekolah. Jangan sampai anak-anak berhenti sekolah,” tegasnya. Lebih lanjut, Rasiyo menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan pendidikan peserta didik, mulai dari jenjang SMP ke SMA, hingga nantinya memiliki kesempatan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Ia juga menegaskan komitmen DPRD Jawa Timur, khususnya Komisi E, untuk terus mengawal dan mendorong keberlanjutan program tersebut. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa kita lanjutkan terus sampai mereka lulus SMA. Dewan tentu akan terus mendorong agar program bantuan pendidikan ini dikembangkan ke depan,” pungkas Rasiyo. Program bantuan biaya pendidikan ini dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan serta menciptakan sumber daya manusia Jawa Timur yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Pemprov Jatim Luncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan 2025, Sasar 48 Ribu Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan secara resmi meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan bagi Peserta Didik dari Keluarga Kurang Mampu Tahun 2025, Rabu malam (10/12/2025), di Grand City Convex, Surabaya. Program ini menyasar puluhan ribu siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai upaya konkret mencegah anak putus sekolah sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aris Agung Paewai, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di tengah-tengah insan pendidikan. Ia juga mengucapkan selamat atas capaian Gubernur yang kembali meraih Apresiasi Inovasi Government Award 2025 dari Kementerian Dalam Negeri, yang menurutnya merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah provinsi, DPRD, dan stakeholder terkait dalam mendorong inovasi pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan. “Penghargaan ini menjadi energi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Aris Agung Paewai. Dalam kesempatan tersebut, Aris Agung Paewai melaporkan dua agenda strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Pertama, penyerahan Dokumen Rencana Aksi Daerah Penanganan Anak Tidak Sekolah, yang disusun sebagai panduan strategis untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal dan kehilangan hak atas pendidikan. Penyusunan dokumen ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri guna mempercepat penurunan angka anak tidak sekolah di Jawa Timur. Agenda kedua adalah launching Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik dari Keluarga Kurang Mampu Tahun 2025, yang merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya program Jatim Cerdas. Program ini bertujuan memperkuat akses pendidikan yang berkualitas serta mencegah peserta didik putus sekolah akibat kendala ekonomi, sekaligus mendukung program wajib belajar 13 tahun. Aris menjelaskan, bantuan ini diperuntukkan bagi siswa SMA dan SMK kelas X, XI, XII, serta SLB kelas I hingga XII yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori desil 1 dan desil 2. Ia menegaskan bahwa penerima bantuan bukan merupakan penerima bantuan pendidikan sejenis dari sumber lain, sehingga tidak terjadi duplikasi anggaran. Seluruh data penerima telah melalui proses pemadanan dengan data kependudukan dan data sekolah, serta diverifikasi secara faktual oleh sekolah dan cabang dinas pendidikan. “Besaran bantuan yang diberikan kepada setiap peserta didik adalah Rp1 juta, dengan total penerima sebanyak 48.077 siswa dan total anggaran mencapai Rp48,077 miliar,” ungkapnya. Adapun rincian penerima bantuan meliputi 11.362 siswa SMA, 24.339 siswa SMK, dan 12.376 siswa SLB. Dana bantuan akan disalurkan melalui virtual account masing-masing siswa berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur yang telah ditetapkan. Penggunaan dana diatur secara ketat dan hanya boleh digunakan untuk kebutuhan pendidikan, seperti pembelian seragam, buku dan alat tulis, tas, sepatu, paket data pembelajaran, serta biaya transportasi ke sekolah. Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menetapkan aturan tegas terkait penghentian bantuan, di antaranya jika peserta didik meninggal dunia, putus sekolah, menikah, terlibat tindak kriminal, atau terbukti menerima bantuan sejenis dari sumber lain. Menurut Aris Agung Paewai, program ini merupakan wujud nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang anak-anak untuk mengenyam pendidikan. “Pendidikan adalah hak semua anak dan menjadi bekal utama untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya. Di akhir sambutannya, Aris Agung Paewai memohon perkenan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan arahan sekaligus secara resmi meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik dari Keluarga Kurang Mampu Tahun 2025. Ia berharap program ini menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan Jawa Timur berprestasi dan menyongsong masa depan Indonesia yang lebih gemilang.
ARTOTEL TS Suites Surabaya Raih Sertifikasi Global GSTC, Tegaskan Komitmen Hotel Berkelanjutan

Surabaya, 10 Desember 2025 — ARTOTEL TS Suites Surabaya resmi mencatatkan capaian penting dalam industri perhotelan dengan mengantongi Sertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Pengakuan internasional ini diperoleh setelah hotel butik yang berlokasi di pusat Kota Surabaya tersebut melewati proses audit menyeluruh oleh lembaga sertifikasi terakreditasi secara global Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi ARTOTEL TS Suites Surabaya sebagai bagian dari Artotel Group, operator hotel lokal Indonesia pertama yang dinyatakan memenuhi standar keberlanjutan Global Sustainable Tourism Council. Sertifikasi GSTC menjadi indikator bahwa praktik operasional hotel telah memenuhi prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang bertanggung jawab. Di tingkat operasional, ARTOTEL TS Suites Surabaya telah menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan secara konsisten dan terukur. Upaya penghematan energi dilakukan melalui penggunaan lampu LED serta lampu taman berbasis energi surya, disertai program lights off di area yang tidak sedang digunakan. Hotel ini juga secara aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, di antaranya dengan mengganti sedotan plastik menjadi sedotan berbahan singkong serta menggunakan dispenser sabun isi ulang di area kamar tamu. Dalam hal pengelolaan limbah, ARTOTEL TS Suites Surabaya menjalin kerja sama dengan Garda Pangan untuk mengolah sisa makanan (food waste) menjadi pakan maggot. Program ini tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Dari sisi sosial, hotel secara rutin menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program pembagian makanan mingguan kepada anak-anak panti asuhan di Surabaya. General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, menyampaikan bahwa keberhasilan meraih sertifikasi GSTC merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim hotel dalam membangun budaya operasional yang bertanggung jawab. Menurutnya, sertifikasi ini menjadi bukti bahwa prinsip keberlanjutan tidak hanya sebatas konsep, tetapi telah diterapkan secara nyata dalam aktivitas sehari-hari. “Sertifikasi Global Sustainable Tourism Council ini menunjukkan bahwa langkah keberlanjutan yang kami jalankan bukan sekadar wacana. Kami terus berupaya memastikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi tamu tetap sejalan dengan perlindungan lingkungan serta kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Teddy Patrick. Hal senada disampaikan Grace Tabita Sunjono, Sustainability Coordinator ARTOTEL TS Suites Surabaya. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi dalam menjalankan praktik keberlanjutan yang terukur dan berkelanjutan. Fokus utama hotel, menurutnya, tidak hanya memenuhi standar audit, tetapi juga memastikan pengelolaan energi, air, dan limbah, serta pemberdayaan karyawan dan komunitas, dapat memberikan dampak nyata. “Keberlanjutan bagi kami adalah proses jangka panjang. Sertifikasi GSTC ini menjadi pijakan untuk terus memperkuat praktik operasional yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi lingkungan, karyawan, serta masyarakat,” kata Grace. Dengan diraihnya sertifikasi GSTC, ARTOTEL TS Suites Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi praktik hotel berkelanjutan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkesinambungan, tidak hanya bagi lingkungan dan komunitas lokal, tetapi juga bagi perkembangan industri pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Sebagai hotel butik berkonsep gaya hidup dan seni, ARTOTEL TS Suites Surabaya yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk No. 6 dikenal dengan pengalaman menginap yang unik. Hotel ini memiliki 126 unit suites dengan desain modern dan ruang yang luas, dilengkapi fasilitas MEETSPACE berkapasitas hingga 300 orang serta outlet kuliner One Deck Gastropub yang buka 24 jam. Dengan pencapaian sertifikasi GSTC, hotel ini semakin memperkuat citranya sebagai destinasi akomodasi yang tidak hanya nyaman dan artistik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat.
