Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Bersama Samsat Bangkalan, Optimis Jadi Penguat Layanan Publik dan Sistem Digitalisasi Nasional (SIGNAL).

BANGKALAN, 11 DESEMBER 2025 – Pemprov Jatim meresmikan Gedung Kantor Bersama Samsat Bangkalan, Kamis (11/12). Menempati lahan eks UPT Dinas Perhubungan Provinsi Jatim dengan luas lahan sebesar 7.500 m² dan luas bangunan 3.170 m², kantor ini diharapkan bisa menjadi penguat layanan publik dan digitalisasi Samsat Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indar Paraeansa menyampaikan, kehadiran gedung baru ini menjadi bagian dari Komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Bangkalan. “Peresmian hari ini menjadi pembuka bagi peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat pengguna Samsat. Karena itu, saya minta kepada seluruh tim Samsat Bangkalan agar kehadiran kantor baru ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan, memudahkan masyarakat, serta membangun transparansi dalam setiap proses pelayanan,” kata Khofifah. Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya digitalisasi layanan publik. Pemprov Jatim lanjutnya, terus melakukan penguatan layanan berbasis teknologi, seperti aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) dan e-Channel Samsat Jatim. Gubernur Khofifah meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim terus menjadi motor dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta meningkatkan sinergi dalam Tim Pembina Samsat untuk mengoptimalkan operasi bersama, sosialisasi layanan, hingga percepatan respon terhadap keluhan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial. “TP2DD Jatim itu yang terbaik. Artinya bahwa percepatan digitalisasi di berbagai kabupaten/kota sudah cukup advance. Tolong dijaga semuanya. Selain berbasis digital, maka layanan-layanan tatap muka tolong dilayani dengan baik kalaupun ada proses yang barangkali ada respon melalui apakah email apakah WA, apakah pola komunikasi yang lain, tolong juga dilakukan quick respon,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga melaunching 15 mobil baru samsat keliling yang akan beroperasi secara mobile di wilayah Bangkalan. Ia juga meresmikan Mushala Al Barakah milik samsat Bangkalan. Selain itu ia juga menyaksikan Penandatangan Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Jatim dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jatim tentang Sinergi Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah dan Kerja Sama Optimalisasi Pemungutan Pajak Daerah. Sementara itu Kepala Bapenda Bobby Soemiarsono menyampaikan, gedung layanan Samsat yang baru ini, berdiri di atas lahan 7.500 m² dengan bangunan seluas 3.170 m² milik Dishub Jatim. Gedung ini juga dilengkapi fasilitas disabilitas serta ruang pertemuan yang dapat digunakan masyarakat Bangkalan. Selain memperkuat layanan berbasis gedung, Bapenda Jatim juga melakukan pembaruan armada layanan mobil Samsat keliling. Sebanyak 15 unit mobil baru disiapkan menggantikan armada lama yang sudah berusia lebih dari 16 tahun. “Armada baru ini kami desain agar benar-benar mandiri dan siap memberikan layanan secara optimal. Dengan dukungan listrik dan perangkat lengkap di dalam kendaraan, mobil Samsat keliling ini menjadi inovasi layanan publik yang lebih durable dan lebih siap menjangkau masyarakat hingga daerah terpencil,” pungkasnya.
Diskanla Jatim Gelar Bazar Produk Perikanan, Fasilitasi 35 Pelaku Usaha Tingkatkan Omzet

Surabaya-Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Bazar Produk Perikanan di halaman kantor dinas pada Jumat 12 Desember 2025 . Bazar ini menjadi penyelenggaraan keenam selama tahun berjalan sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan tahun 2025, yang secara konsisten diadakan untuk mendukung pelaku usaha berbasis bahan baku ikan. Dalam kesempatannya, Kadiskanla Prov Jatim M. Isa Anshori melalui Staf Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P3HP) / Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Farida, menjelaskan bahwa bazar rutin ini telah terselenggara sebanyak enam kali dalam satu tahun. Setiap gelaran menghadirkan 35 pelaku usaha yang seluruh produknya wajib berbahan dasar ikan. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari frozen food, olahan kering, hingga ikan segar. “Tahun 2025 ini, kegiatan hari ini merupakan yang terakhir, kegiatan keenam. Setiap bazar kita menghadirkan 35 pelaku usaha, dan semuanya harus menggunakan bahan baku ikan,” ujar Farida. Ia juga menambahkan bahwa salah satu daya tarik utama dari bazar Diskanla Jatim adalah berbagai promo khusus yang tidak ditemukan di tempat lain. Beberapa brand diperbolehkan ikut serta, dengan syarat produknya berbahan baku ikan. Salah satu contoh promo menarik adalah paket beli dua gratis satu untuk produk tertentu. “Kalau di luar mungkin per bijinya Rp15.000, tapi di sini ada promo Rp30.000 dapat tiga. Banyak promo seperti itu yang hanya ada di bazar ini,” jelasnya. Farida berharap pelaksanaan bazar ini dapat menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha perikanan untuk memperluas pasar. Selain membantu memperkenalkan produk, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas serta meningkatkan omzet para pelaku usaha. “Harapan saya, gelar bazar di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur ini bisa memfasilitasi pelaku usaha, khususnya di bidang perikanan, untuk mengembangkan pasar, mengembangkan produk, dan meningkatkan produktivitas sehingga omzet mereka bisa terus naik,” Ujar Farida. “Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, Kami berkomitmen dalam mendukung UMKM perikanan serta memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Jawa Timur.” Ungkapnya.
Dispora Jatim Gelar Pelatihan YC2 Sub Sektor Kuliner Barista, Siapkan Pemuda Kompeten dan Bersertifikat

Pasuruan- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur menggelar program Youth Creativepreneur Centre (YC2) sub sektor kuliner “Barista” pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas wirausaha pemuda di bidang ekonomi kreatif, khususnya pada industri kopi yang terus berkembang di berbagai daerah. Kegiatan pelatihan barista ini diikuti pemuda dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta sebelumnya telah melalui tahap seleksi terbuka dengan kriteria tertentu sehingga mereka yang terpilih bukan pemula total, melainkan telah memiliki pengetahuan dasar serta pengalaman awal dalam dunia perkopian. Melalui YC2, mereka dibekali keterampilan teknis, pemahaman industri, hingga penguatan kompetensi profesional. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dispora Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, SSTP, M.Si CIPA menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan praktis, namun juga memastikan peserta memiliki kompetensi yang terukur. “Mereka dibekali hal-hal yang sudah lebih pada kompetensi. Seleksinya kita buat terbuka dengan kriteria yang jelas. Jadi setidaknya mereka tidak mulai dari nol,” ujarnya. Hadi menjelaskan bahwa para peserta merupakan pemuda yang sudah mengenal dunia kopi, bahkan sebagian telah memulai praktik usaha. Melalui pelatihan ini, Dispora ingin memfasilitasi mereka agar bisa lebih mendalami ilmu barista secara profesional, baik dari aspek teknik, keilmuan, maupun standar industri. “Jika mereka memenuhi syarat dan lulus, akan diberikan sertifikasi oleh BNSP. Ini menjadi bukti kompetensi mereka,” imbuhnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut akan menjadi nilai tambah bagi peserta ketika memasuki dunia kerja maupun memulai usaha mandiri. Dengan status sebagai tenaga bersertifikat, Dispora Jatim juga lebih mudah menghubungkan mereka dengan mitra, baik pelaku industri, perhotelan, kafe, hingga berbagai institusi yang membutuhkan tenaga barista kompeten. Ia berharap para pemuda ini nantinya dapat membuka usaha baru sehingga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah. Hadi juga menyoroti luasnya sebaran peserta yang hadir dari berbagai wilayah, mulai dari Madura, Blitar, Kediri, Malang, dan daerah lainnya di Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya minat pemuda terhadap industri kopi dan besarnya potensi usaha yang bisa dikembangkan di berbagai daerah. “Harapannya, kalau mereka bisa mengembangkan usaha berbasis kopi, itu bisa membuka ruang usaha bagi kawan-kawannya di sekitar,” tuturnya. Terkait dukungan permodalan, Hadi menyampaikan bahwa hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi. Untuk tahap lanjutan, Dispora Jatim tengah menyiapkan skema kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Kemenpora, hingga lembaga perbankan dan OJK. “Kami ingin menyambungkan itu. Dengan stok pemuda kompeten yang sudah kita punya, nanti kita menawarkan ke BI, OJK, perbankan, dan Bank Jatim. Jika program permodalan tersedia, modal manusianya sudah siap,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan pemuda Jawa Timur menghadapi persaingan ekonomi, termasuk dalam ekosistem yang membutuhkan tenaga kompeten di berbagai sektor. Meski diakui masih ada keterbatasan, Dispora Jatim terus membangun sistem yang berkelanjutan, termasuk leveling kompetensi hingga pendampingan lanjutan. Pada kesempatan tersebut, Hadi berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius, fokus, dan sungguh-sungguh. “Mereka harus memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Ilmunya harus benar-benar diambil, apa yang disampaikan mentor harus jadi referensi. Harapan saya semua bisa tersertifikasi, tetap kreatif, inovatif, dan membangun jejaring yang kuat,” pungkasnya. Dengan pelatihan YC2 sub sektor Barista ini, Hadi Wawan berharap lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang kompeten, bersertifikat, serta mampu mendorong tumbuhnya usaha ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya di ranah industri kopi yang kian diminati.
