Pigora News Jatim

Dispora Jatim Gelar Pelatihan YC2 Sub Sektor Kuliner Barista, Siapkan Pemuda Kompeten dan Bersertifikat

Pasuruan- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur menggelar program Youth Creativepreneur Centre (YC2) sub sektor kuliner “Barista” pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas wirausaha pemuda di bidang ekonomi kreatif, khususnya pada industri kopi yang terus berkembang di berbagai daerah.

Kegiatan pelatihan barista ini diikuti pemuda dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta sebelumnya telah melalui tahap seleksi terbuka dengan kriteria tertentu sehingga mereka yang terpilih bukan pemula total, melainkan telah memiliki pengetahuan dasar serta pengalaman awal dalam dunia perkopian. Melalui YC2, mereka dibekali keterampilan teknis, pemahaman industri, hingga penguatan kompetensi profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dispora Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, SSTP, M.Si CIPA menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan praktis, namun juga memastikan peserta memiliki kompetensi yang terukur.

“Mereka dibekali hal-hal yang sudah lebih pada kompetensi. Seleksinya kita buat terbuka dengan kriteria yang jelas. Jadi setidaknya mereka tidak mulai dari nol,” ujarnya.

Hadi menjelaskan bahwa para peserta merupakan pemuda yang sudah mengenal dunia kopi, bahkan sebagian telah memulai praktik usaha. Melalui pelatihan ini, Dispora ingin memfasilitasi mereka agar bisa lebih mendalami ilmu barista secara profesional, baik dari aspek teknik, keilmuan, maupun standar industri.

“Jika mereka memenuhi syarat dan lulus, akan diberikan sertifikasi oleh BNSP. Ini menjadi bukti kompetensi mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut akan menjadi nilai tambah bagi peserta ketika memasuki dunia kerja maupun memulai usaha mandiri. Dengan status sebagai tenaga bersertifikat, Dispora Jatim juga lebih mudah menghubungkan mereka dengan mitra, baik pelaku industri, perhotelan, kafe, hingga berbagai institusi yang membutuhkan tenaga barista kompeten. Ia berharap para pemuda ini nantinya dapat membuka usaha baru sehingga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.

Hadi juga menyoroti luasnya sebaran peserta yang hadir dari berbagai wilayah, mulai dari Madura, Blitar, Kediri, Malang, dan daerah lainnya di Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya minat pemuda terhadap industri kopi dan besarnya potensi usaha yang bisa dikembangkan di berbagai daerah.

“Harapannya, kalau mereka bisa mengembangkan usaha berbasis kopi, itu bisa membuka ruang usaha bagi kawan-kawannya di sekitar,” tuturnya.

Terkait dukungan permodalan, Hadi menyampaikan bahwa hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi. Untuk tahap lanjutan, Dispora Jatim tengah menyiapkan skema kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Kemenpora, hingga lembaga perbankan dan OJK.

“Kami ingin menyambungkan itu. Dengan stok pemuda kompeten yang sudah kita punya, nanti kita menawarkan ke BI, OJK, perbankan, dan Bank Jatim. Jika program permodalan tersedia, modal manusianya sudah siap,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan pemuda Jawa Timur menghadapi persaingan ekonomi, termasuk dalam ekosistem yang membutuhkan tenaga kompeten di berbagai sektor. Meski diakui masih ada keterbatasan, Dispora Jatim terus membangun sistem yang berkelanjutan, termasuk leveling kompetensi hingga pendampingan lanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Hadi berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius, fokus, dan sungguh-sungguh.

“Mereka harus memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Ilmunya harus benar-benar diambil, apa yang disampaikan mentor harus jadi referensi. Harapan saya semua bisa tersertifikasi, tetap kreatif, inovatif, dan membangun jejaring yang kuat,” pungkasnya.

Dengan pelatihan YC2 sub sektor Barista ini, Hadi Wawan berharap lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang kompeten, bersertifikat, serta mampu mendorong tumbuhnya usaha ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya di ranah industri kopi yang kian diminati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *