Pigora News Jatim

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono: Musancab Jadi Momentum Regenerasi

Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) pada 10–11 April 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi partai hingga ke tingkat bawah, khususnya di level kecamatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam melakukan konsolidasi internal sekaligus memperkuat kesiapan partai dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa proses Musancab tidak hanya sebatas pembentukan kepengurusan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya regenerasi dan restrukturisasi organisasi. Menurutnya, dalam proses tersebut tidak semua pihak dapat terakomodasi, namun hal itu merupakan konsekuensi dari pembaruan organisasi. “Tidak bisa membuat semua orang puas, tetapi regenerasi dan restrukturisasi harus tetap dilakukan. Ini menjadi momentum untuk menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru, sehingga kita bisa melangkah bersama ke depan,” ujarnya. Ia menambahkan, langkah tersebut penting agar partai tetap solid dan siap menghadapi berbagai kontestasi politik mendatang, baik pemilihan legislatif, pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala daerah. Dalam pelaksanaan Musancab, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga mendapatkan arahan dari DPP melalui perwakilan pusat yang menyampaikan apresiasi atas jalannya proses di daerah. Arahan tersebut sekaligus menjadi panduan dalam membangun struktur partai yang kuat hingga tingkat kecamatan. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepengurusan. Deni menyebutkan, kuota minimal 30 persen tidak hanya terpenuhi, tetapi di sejumlah daerah bahkan mencapai lebih dari 40 persen. Selain itu, keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian utama. DPD PDI Perjuangan Jatim mendorong partisipasi aktif milenial dan generasi Z dalam struktur partai. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mewajibkan adanya kader berusia di bawah 35 tahun dalam jajaran ketua, sekretaris, atau bendahara (KSB) di tingkat PAC. Secara keseluruhan, minimal 20 persen pengurus juga berasal dari kelompok usia tersebut. “Kami ingin anak-anak muda ikut aktif berpartai. Ini bagian dari kaderisasi dan regenerasi agar partai tetap dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya. Lebih lanjut, Deni mengungkapkan bahwa pihaknya akan melanjutkan program kaderisasi secara berjenjang setelah proses Musancab selesai. Program tersebut mencakup empat tingkatan, yakni kaderisasi pemula, pratama, madya di tingkat daerah, serta kaderisasi utama di tingkat pusat. Untuk tahun 2026, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menargetkan mampu menjaring antara 10 hingga 20 ribu kader muda melalui program kaderisasi pemula yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah. Antusiasme generasi muda untuk bergabung dengan partai juga dinilai cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar baru dalam proses rekrutmen terbuka yang dilakukan sebelumnya. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan kepengurusan PAC di masing-masing wilayah. “Anak muda sekarang mulai melek politik dan memahami pentingnya peran partai sebagai penyeimbang pemerintahan. Harapan mereka cukup besar, dan itu yang ingin kami wadahi,” ungkapnya. Dalam struktur organisasi, Deni menegaskan bahwa kewenangan penerbitan Surat Keputusan (SK) untuk kepengurusan PAC berada di tingkat DPD, sementara DPC berperan dalam mengusulkan dan berkoordinasi. Mekanisme ini merupakan bagian dari aturan partai yang berlaku secara nasional. Hingga saat ini, sebanyak 24 kabupaten/kota telah menyelesaikan proses Musancab. Sementara itu, 14 daerah lainnya masih dalam tahapan pelaksanaan dan ditargetkan rampung pada April 2026. Setelah seluruh proses selesai, tahap berikutnya adalah pelantikan pengurus PAC di masing-masing daerah. Dengan rangkaian langkah tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur optimistis mampu membangun struktur organisasi yang lebih solid, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran partai dalam mengawal pembangunan dan aspirasi masyarakat di masa mendatang.

Musancab PDI Perjuangan Jatim Gunakan Skema Pleno, DPD Tegaskan Peran PAC di Masyarakat

Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi partai hingga ke tingkat bawah pada 10-11 April 2026 di Kanror DPD PDI P Jatim. Pada kesempatan nya Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistiyono atau yang akrab disapa Kanang, menjelaskan bahwa proses Musyawarah Anak Cabang (Musancab) tahun ini dilakukan dengan skema penyederhanaan. Menurutnya, bagi daerah yang merupakan basis kemenangan pemilu, pelaksanaan Musancab dilakukan langsung di wilayah masing-masing. Sementara untuk daerah dengan kategori menengah hingga rendah, proses dilakukan melalui mekanisme rapat pleno di tingkat DPD. “Dalam pleno di DPD, DPC diundang untuk mengajukan usulan pengurus, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga jajaran lainnya. Seluruh keputusan kemudian ditetapkan melalui rapat bersama antara DPD dan DPC untuk masing-masing PAC di wilayahnya,” jelasnya. Ia menambahkan, proses tersebut pada dasarnya telah rampung untuk sebagian besar wilayah. Namun, untuk DPC dengan kategori kuat, pelaksanaan Musancab dijadwalkan mulai sekitar tanggal 18 April. Kanang juga menegaskan bahwa kewenangan pembentukan kepengurusan PAC berada di tingkat DPD. Sementara itu, hasil pelaksanaan hanya dilaporkan kepada DPP sebagai bentuk administrasi. “DPD nantinya akan turun langsung ke masing-masing DPC untuk melakukan proses penetapan, termasuk penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus yang telah ditetapkan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam penyusunan kepengurusan, DPC diminta mengedepankan prinsip regenerasi serta memastikan keterwakilan perempuan. Selain itu, pengurus PAC diharapkan mampu memahami dan mengayomi kondisi masyarakat di wilayah kerjanya, khususnya di tingkat kecamatan. “PAC harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, menjadi pelindung dan mampu menciptakan suasana yang kondusif di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Dukung Program Presiden, Ketua Gapembi Makhrus Sholeh Ajak Perkuat Sinergi Dapur Bergizi di Jawa Timur

Surabaya – Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Jawa Timur, Makhrus Sholeh, menghadiri acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar Jaringan Dapur Makan Bergizi Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Makhrus menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan program dapur makan bergizi. Ia menegaskan, pihaknya bersama tim dapur di bawah binaan Mas Dalu serta pengurus terkait terus berupaya membangun koordinasi yang solid dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan relawan. Menurutnya, salah satu fokus utama adalah memastikan distribusi makanan kepada penerima manfaat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan tanpa kesalahan. “Target kami adalah nol kesalahan. Untuk itu dibutuhkan kerja sama yang kuat, baik dengan masyarakat, sekolah, maupun wali murid dalam memberikan masukan terkait menu yang sesuai,” ujarnya. Makhrus juga menekankan pentingnya kolaborasi teknis di tingkat dapur, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan dan distribusi. Semua tahapan tersebut, lanjutnya, harus mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Selain itu, pihaknya juga menggandeng berbagai elemen seperti relawan, organisasi terkait, serta kepala dapur untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Tidak hanya aspek teknis, perizinan dan kelengkapan peralatan dapur juga menjadi perhatian dalam mendukung operasional yang optimal. Dalam kesempatan itu, Makhrus turut menyoroti tantangan yang dihadapi para pelaku di lapangan, termasuk adanya intimidasi dan laporan yang tidak berdasar terhadap mitra dapur. Ia menegaskan bahwa asosiasi akan hadir memberikan pendampingan dan advokasi bagi anggota yang mengalami kendala hukum maupun tekanan dari pihak tertentu. “Kami akan membantu mengadvokasi teman-teman anggota agar mereka bisa bekerja dengan tenang. Karena pada dasarnya, tanggung jawab utama program ini ada pada pemerintah, sementara kami adalah mitra yang mendukung pelaksanaannya,” jelasnya. Ke depan, Gapembi Jatim juga akan segera menggelar rapat kerja guna merumuskan program strategis jangka pendek, menengah, hingga panjang. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh gerak organisasi berjalan terarah dan mampu mencapai tujuan bersama. Lebih lanjut, Makhrus mengaitkan program makan bergizi ini dengan visi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda Indonesia. “Harapannya anak-anak kita menjadi lebih sehat dan cerdas, sehingga ke depan Indonesia memiliki SDM unggul dan mampu bersaing dengan negara lain,” ungkapnya. Di akhir pernyataannya, Makhrus mengajak para pelaku usaha dan pengelola dapur yang belum tergabung untuk bergabung dalam asosiasi. Menurutnya, dengan bersatu dalam wadah organisasi, berbagai permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama dan program dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan. Selain itu DPW GAPEMBI JATIM siap melakukan pendampingan advokasi bagi mitra yg terkena suspend, bisa menghubungi Avin Nadhir 0817-0486-457

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Majapahit dan GOR BPBD Jatim, Perkuat Sistem Logistik dan Kesiapsiagaan Bencana

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Gerha Majapahit yang difungsikan sebagai gudang logistik serta Gedung Olahraga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 9 April 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kesiapsiagaan bencana di wilayah Jawa Timur yang memiliki tingkat kerentanan geografis tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan laporan pembangunan sekaligus fungsi strategis dari kedua fasilitas tersebut. Ia mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan dan pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan hingga peresmian. Gatot menjelaskan bahwa Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga BPBD Jatim dibangun sebagai sarana penunjang operasional, koordinasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penanggulangan bencana. Gedung tersebut merupakan hasil desain Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, yang pembangunannya berlangsung selama 180 hari, mulai Juni hingga Desember 2025, dengan pendanaan dari APBD Jawa Timur senilai Rp29,6 miliar. “Selama proses pembangunan, kami juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi sehingga pelaksanaan berjalan lancar. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut,” ujar Gatot. Ia menambahkan, Gedung Gerha Majapahit akan difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Fasilitas ini memiliki peran vital dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga pendistribusian berbagai kebutuhan dasar dan peralatan tanggap darurat. Sebelumnya, BPBD Jatim masih harus menyewa gudang untuk menyimpan logistik. Dengan hadirnya gedung baru yang terdiri dari empat lantai ini, proses penyimpanan hingga distribusi bantuan kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. “Dengan adanya gedung ini, kami tidak lagi menyewa gudang di luar. Semua logistik bisa terpusat di sini sehingga distribusi saat terjadi bencana bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya. Selain gudang logistik, Gedung Olahraga BPBD juga menjadi fasilitas penting yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan fisik, pelatihan, serta peningkatan kebugaran personel. Diharapkan, keberadaan sarana ini mampu meningkatkan kesiapan dan ketangguhan personel BPBD dalam menghadapi situasi darurat.Gatot juga menyampaikan bahwa peresmian gedung ini menjadi hadiah istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun BPBD Jawa Timur ke-17 yang jatuh pada 27 April 2026. Dalam rangkaian acara, turut ditayangkan video profil pembangunan Gedung Gerha Majapahit yang menggambarkan perjalanan panjang serta konsep modern yang diusung. Gedung logistik ini dibangun dengan luas 19 x 24 meter dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti elevator, ground water tank untuk ketahanan pasokan air, serta panel surya sebagai sumber energi alternatif. Salah satu keunggulan utama gedung ini adalah penerapan sistem pergudangan berbasis zonasi komoditas. Melalui sistem ini, logistik dikelompokkan secara terstruktur mulai dari bahan pangan, perlengkapan pengungsian, hingga peralatan teknis evakuasi. Seluruhnya dikelola dengan standar operasional prosedur yang ketat serta didukung integrasi data yang memudahkan akses dan pemantauan. Dengan sistem tersebut, distribusi bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan akurat ke seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Lebih dari sekadar bangunan fisik, Gedung Gerha Majapahit menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan ketangguhan daerah terhadap bencana. Keberadaannya mencerminkan upaya serius dalam memastikan setiap bantuan kemanusiaan dapat tersedia dan tersalurkan tepat waktu kepada masyarakat terdampak. “Penanggulangan bencana bukan hanya soal keberanian di lapangan, tetapi juga manajemen logistik di balik layar. Bagaimana bantuan bisa sampai sebelum terlambat,” sebagaimana tergambar dalam tayangan video profil.