Dispora Jatim Gelar Workshop Standar Sarana dan Prasarana Kepramukaan 2025

Surabaya- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Standar Sarana dan Prasarana Kepramukaan yang berlangsung di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada 11–12 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari berbagai Kwarcab Pramuka se-Jawa Timur dengan total peserta sebanyak 60 orang. Ketua Panitia Pelaksana, Erlin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, terstandar, dan terdokumentasi dengan baik. Erlin menegaskan bahwa pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Namun, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dan terstandarisasi. “Oleh karena itu, Dispora Jawa Timur menyelenggarakan workshop ini untuk menyusun standar fasilitas kepramukaan, sekaligus melakukan pendataan awal di seluruh kabupaten/kota. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara gerakan pramuka daerah,” jelasnya. Workshop ini menghadirkan narasumber dari BPKAD Provinsi Jawa Timur, Dispora Provinsi Jawa Timur, Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, serta unsur terkait lainnya. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Sementara itu, kKadispora Jatim Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, SSTP., M.Si CIPA, melalui Kepala Bidang Kepemudaan, Awan Widodo, S.E., M.M., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana pramuka tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga menyangkut pemeliharaan, pemanfaatan aset, hingga keamanan fasilitas. Ia menekankan pentingnya kompetensi para pengelola sarpras di daerah agar mampu menjalankan tugas sesuai prinsip efisien, efektif, dan akuntabel. “Pengelolaan sarpras pramuka mencakup lahan, bangunan, ruang–ruang kegiatan, utilitas, sanitasi, hingga kelengkapan organisasi. Semua ini harus dikelola dengan baik, sesuai aturan, dan dijaga keamanannya,” jelasnya. Ia juga menyampaikan pentingnya peran BPKAD, mengingat banyak fasilitas pramuka yang merupakan aset pemerintah daerah. “Kami menghadirkan BPKAD agar para pengelola memahami tata aturan penggunaan dan pemanfaatan aset pemerintah. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam penggunaan aset yang berkaitan dengan aspek hukum,” tambahnya. Awan Widodo berharap workshop ini mampu meningkatkan kompetensi seluruh peserta, terutama dalam hal standar teknis serta pendataan sarpras pramuka di kabupaten/kota. Menurutnya, pengelolaan sarpras yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas kegiatan kepramukaan di Jawa Timur. “Melalui workshop ini, saya berharap peserta benar-benar mengikuti secara sungguh-sungguh agar mampu menerapkan standar yang tepat di wilayah masing-masing,” pesannya. Mengakhiri sambutan, Awan Widodo secara resmi membuka kegiatan. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Workshop Standar Sarana dan Prasarana Kepramukaan Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dirinya berharap koordinasi dan penyamaan persepsi antara pemerintah daerah, Kwarda, dan pengelola sarpras pramuka dapat semakin kuat demi peningkatan kualitas pendidikan kepramukaan di Jawa Timur.
Yordan Batara Goa Dukung Bantuan Pendidikan Jatim dan Usulkan Penyesuaian Besaran Sesuai Kebutuhan Daerah

Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa S.T, M.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program Bantuan Biaya Pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang baru saja diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan tidak ada anak usia SMA dan SMK yang putus sekolah hanya karena kendala biaya. Yordan yang menghadiri peuncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan bagi Peserta Didik dari Keluarga Kurang Mampu Tahun 2025, Rabu malam (10/12/2025), di Grand City Convex, Surabaya. menekankan bahwa biaya pendidikan, terutama di sekolah-sekolah swasta, masih cukup berat bagi masyarakat kurang mampu. Meski pemerintah provinsi telah menyediakan bantuan melalui BPOPP atau BOSDA, namun realisasinya belum mencukupi, bahkan tidak berlangsung penuh selama 12 bulan. Karena itu, menurutnya, tambahan bantuan melalui program baru ini sangat dibutuhkan, terutama bagi keluarga yang berada pada kategori ekonomi terbawah. “Kami menyambut baik pelaksanaan beasiswa untuk keluarga prasejahtera ini. Kita berharap tidak ada lagi anak usia SMA-SMK yang putus sekolah karena masalah biaya. Biaya sekolah, khususnya swasta, tidaklah ringan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa program ini sudah memiliki sasaran yang jelas karena hanya diperuntukkan bagi siswa desil 1 dan desil 2 DTSN, sehingga dipastikan tepat sasaran kepada keluarga miskin. Selain itu, aturan tanpa duplikasi bantuan—di mana penerima BPOPP tidak bisa menerima bantuan ini—dinilai membuat anggaran lebih efektif. Terkait mekanisme, Yordan berharap bantuan pendidikan ini dapat dilaksanakan setiap tahun, bukan hanya di 2025 saja. Ia juga mengusulkan adanya penyesuaian besaran bantuan berdasarkan wilayah, karena kebutuhan biaya pendidikan tidak merata di semua daerah. “Di Surabaya, biaya pendidikan swasta lebih tinggi dibanding daerah lain. Jadi mungkin ke depan besarannya bisa disesuaikan, tidak disamaratakan untuk seluruh Jawa Timur,” tambahnya. Yordan juga menyoroti kondisi siswa SMA dan SMK di Surabaya yang kini berada di bawah kewenangan provinsi. Menurutnya, beban mereka menjadi lebih berat dibanding saat sekolah menengah masih ditangani pemerintah kota, karena saat itu biaya sekolah digratiskan. Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi memberi perhatian lebih, baik dalam bentuk penambahan bantuan maupun pembangunan unit sekolah baru. “Kalau belum mampu membangun sekolah baru, minimal kuota bantuan seperti ini diperbesar. Karena banyak masyarakat Surabaya yang berat jika harus menyekolahkan anaknya di swasta,” ungkapnya. Dengan adanya program bantuan biaya pendidikan ini, Yordan berharap semakin banyak siswa yang memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah dan memperoleh masa depan yang lebih baik, tanpa terhambat persoalan ekonomi keluarga.
Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-26 di Jawa Timur, Ini Yang Disampaikan Ketua Isy Adhy Karyono !

Surabaya- Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 di Provinsi Jawa Timur berlangsung meriah dan penuh makna. Dalam acara yang digelar di Surabaya Kamis 11 Desember 2025 tersebut, DWP Jatim tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga menegaskan komitmennya menghadirkan program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan penting disampaikan oleh Ibu Isy Adhy Karyono, yang memaparkan berbagai program DWP Jatim sepanjang tahun ini. Ia menekankan bahwa perayaan HUT bukan semata seremoni, melainkan momen untuk meneguhkan kembali peran strategis DWP sebagai organisasi pendukung pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas keluarga dan pendidikan masyarakat. Deteksi Dini Kanker Payudara Bersama RS Siloam Ibu Isy menjelaskan bahwa pada 28 November 2025, DWP Jatim bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam menggelar pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS. Program ini diadakan sebagai upaya deteksi dini terhadap gejala atau kelainan pada payudara. “Kita mengetahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi pada perempuan. Melalui deteksi dini, tindakan dapat dilakukan lebih cepat sehingga meminimalkan risiko lanjutan dan meningkatkan peluang kesembuhan,” ujarnya. Bakti Sosial di Pesantren dan Panti Asuhan Selain itu, DWP Jatim juga melaksanakan bakti sosial di berbagai pondok pesantren serta panti asuhan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Bantuan diberikan untuk meringankan beban anak-anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang berada dalam asuhan lembaga tersebut. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan kepada para santri, anak-anak yatim, dan keluarga kurang mampu. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu mereka menjalani pendidikan dengan lebih baik,” tutur Ibu Isy. Lomba Pojok Baca, Dorong Literasi di Lingkungan DWP Dalam upaya mendukung budaya literasi, DWP Jatim juga menggelar Lomba Pojok Baca di lingkungan BPP Provinsi Jawa Timur. Ajang ini telah dinilai dan menghasilkan sejumlah pemenang dari berbagai instansi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong meningkatnya minat baca serta membangun ekosistem literasi yang baik. Harapannya, DWP Jawa Timur mampu memberikan akses terhadap bahan bacaan berkualitas,” ujarnya. Pada puncak peringatan HUT, juga diselenggarakan seminar yang membahas isu-isu penting, termasuk edukasi publik tentang kesehatan santri, serta program ‘Mengenal, Memahami, dan Relasi Positif’ yang menitikberatkan pada pembinaan keluarga inklusif dan ramah keberagaman. Inisiatif tersebut diharapkan dapat membangun keluarga yang lebih empatik, harmonis, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya relasi positif antaranggota keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Isy juga menyampaikan rasa bangga karena DWP Jawa Timur meraih indeks tertinggi secara nasional dalam sistem e-reporting DWP. Pencapaian ini dinilai sebagai bukti kerja keras seluruh pengurus DWP, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam melaksanakan program kerja secara transparan, akurat, dan terukur. “Hari ini juga akan diumumkan 10 besar terbaik e-reporting di lingkungan BPP. Ini adalah apresiasi bagi mereka yang telah bekerja dengan baik dan penuh dedikasi,” tambahnya. Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi Dalam akhir sambutannya, Ibu Isy menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penasehat DWP, di antaranya Bapak Wakil Gubernur beserta istri, serta Ibu Emil Dardak dan Ibu Arumi Bachsin yang terus memberikan dukungan pada berbagai kegiatan. Ia juga mengapresiasi Kepala OPD terkait, para pengurus tingkat kabupaten/kota, panitia pelaksana, serta anak-anak dari Yayasan DWP yang tampil menghibur dalam acara tersebut. “Semoga DWP Provinsi Jawa Timur selalu sehat, berdaya, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya sebelum mengakhiri sambutan dengan pantun dan salam penutup. Acara puncak HUT ke-26 ini menjadi simbol kuat bahwa DWP Jawa Timur tidak hanya merayakan sejarah panjang organisasi, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
