Surabaya- Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 di Provinsi Jawa Timur berlangsung meriah dan penuh makna. Dalam acara yang digelar di Surabaya Kamis 11 Desember 2025 tersebut, DWP Jatim tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga menegaskan komitmennya menghadirkan program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu rangkaian kegiatan penting disampaikan oleh Ibu Isy Adhy Karyono, yang memaparkan berbagai program DWP Jatim sepanjang tahun ini. Ia menekankan bahwa perayaan HUT bukan semata seremoni, melainkan momen untuk meneguhkan kembali peran strategis DWP sebagai organisasi pendukung pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas keluarga dan pendidikan masyarakat.
Deteksi Dini Kanker Payudara Bersama RS Siloam
Ibu Isy menjelaskan bahwa pada 28 November 2025, DWP Jatim bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam menggelar pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS. Program ini diadakan sebagai upaya deteksi dini terhadap gejala atau kelainan pada payudara.
“Kita mengetahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi pada perempuan. Melalui deteksi dini, tindakan dapat dilakukan lebih cepat sehingga meminimalkan risiko lanjutan dan meningkatkan peluang kesembuhan,” ujarnya.
Bakti Sosial di Pesantren dan Panti Asuhan
Selain itu, DWP Jatim juga melaksanakan bakti sosial di berbagai pondok pesantren serta panti asuhan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Bantuan diberikan untuk meringankan beban anak-anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang berada dalam asuhan lembaga tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan kepada para santri, anak-anak yatim, dan keluarga kurang mampu. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu mereka menjalani pendidikan dengan lebih baik,” tutur Ibu Isy.
Lomba Pojok Baca, Dorong Literasi di Lingkungan DWP
Dalam upaya mendukung budaya literasi, DWP Jatim juga menggelar Lomba Pojok Baca di lingkungan BPP Provinsi Jawa Timur. Ajang ini telah dinilai dan menghasilkan sejumlah pemenang dari berbagai instansi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong meningkatnya minat baca serta membangun ekosistem literasi yang baik. Harapannya, DWP Jawa Timur mampu memberikan akses terhadap bahan bacaan berkualitas,” ujarnya.
Pada puncak peringatan HUT, juga diselenggarakan seminar yang membahas isu-isu penting, termasuk edukasi publik tentang kesehatan santri, serta program ‘Mengenal, Memahami, dan Relasi Positif’ yang menitikberatkan pada pembinaan keluarga inklusif dan ramah keberagaman.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat membangun keluarga yang lebih empatik, harmonis, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya relasi positif antaranggota keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Isy juga menyampaikan rasa bangga karena DWP Jawa Timur meraih indeks tertinggi secara nasional dalam sistem e-reporting DWP.
Pencapaian ini dinilai sebagai bukti kerja keras seluruh pengurus DWP, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam melaksanakan program kerja secara transparan, akurat, dan terukur.
“Hari ini juga akan diumumkan 10 besar terbaik e-reporting di lingkungan BPP. Ini adalah apresiasi bagi mereka yang telah bekerja dengan baik dan penuh dedikasi,” tambahnya.
Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi
Dalam akhir sambutannya, Ibu Isy menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penasehat DWP, di antaranya Bapak Wakil Gubernur beserta istri, serta Ibu Emil Dardak dan Ibu Arumi Bachsin yang terus memberikan dukungan pada berbagai kegiatan.
Ia juga mengapresiasi Kepala OPD terkait, para pengurus tingkat kabupaten/kota, panitia pelaksana, serta anak-anak dari Yayasan DWP yang tampil menghibur dalam acara tersebut.
“Semoga DWP Provinsi Jawa Timur selalu sehat, berdaya, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya sebelum mengakhiri sambutan dengan pantun dan salam penutup.
Acara puncak HUT ke-26 ini menjadi simbol kuat bahwa DWP Jawa Timur tidak hanya merayakan sejarah panjang organisasi, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.



