Skip to main content

Pigora News Jatim

Diikuti 19.765 Ribu Karya, Gubernur Khofifah Tegaskan EJIES 2026 Pusat Inovasi Pendidikan Jawa Timur

SURABAYA, 22 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Malam Penganugerahan Karya Inovasi Pendidikan Terbaik East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 di Legacy Ballroom Surabaya, Kamis (21/5). Di kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 adalah pusat inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur dengan melibatkan SMA, SMK, SLB, cabang dinas, UPT dan seluruh insan pendidikan. Bukan tanpa alasan, di tahun ini EJIES diikuti oleh 24.727 pendaftar, dengan 19.765 karya inovasi yang berhasil masuk seleksi. Pada tahap pertama, lewat seleksi dari Radar Jawa Pos menghasilkan 250 karya terbaik. Kemudian tahap kedua seleksi aspek kelayakan dan keberlanjutan oleh akademisi ITS mengerucutkan menjadi 50 karya terbaik. Kehadiran EJIES dikatakannya menjadi ruang strategis untuk melahirkan program-program inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan penghargaan atas inovasi yang berdampak nyata di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, karya tersebut dinilai berdasarkan sisi kualitas, kreativitas, dan dampak nyata bagi penguatan pendidikan di Jawa Timur. Khofifah menyebut, inovator ini merupakan representasi nyata semangat transformasi pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. “Malam ini bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi merupakan perayaan atas lahirnya gagasan dan keberanian menghadirkan perubahan di dunia pendidikan,” kata Gubernur Khofifah. “Terima kasih kepada tim juri yang sudah bekerja luar biasa sampai akhirnya mereka menemukan top 25 EJIES 2026,” imbuhnya. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut berharap, inovasi yang lahir dari East Java Innovative Education Summit (EJIES) tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi semata, tetapi mampu menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan. Ia menegaskan pentingnya hilirisasi inovasi agar dapat direplikasi secara luas di seluruh wilayah Jawa Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh satuan pendidikan, pendidik, hingga peserta didik. Menurutnya, setiap karya inovatif yang masuk dalam 50 besar hingga 25 besar merupakan bukti nyata bahwa insan pendidikan di Jawa Timur memiliki semangat perubahan dan daya cipta yang luar biasa. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen pendidikan lintas jenjang, mulai dari SMA, SMK hingga unit-unit terkait lainnya, untuk terus menghadirkan terobosan baru. “Maka seluruh yang bisa masuk 50, masuk 25 besar maka saya memohon kepada kita semua, lintas unit mulai SMA, SMK bahwa ada sesuatu yang memang kita harus melakukan inovasi demi inovasi,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dicapai tanpa komitmen untuk terus berbenah dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. “We have to improve. Oleh karena itu, inovasi-inovasi ini saya mohon untuk bisa dijadikan referensi bagaimana kita terus berbenah, terus meningkatkan kualitas, kompetensi dan jejaring,” tambahnya. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, ia optimistis EJIES akan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Jawa Timur, sekaligus melahirkan praktik-praktik terbaik yang dapat menjadi rujukan di tingkat nasional bahkan internasional. Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan EJIES 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas. “Dengan inovasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, maka Jawa Timur akan terus menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” sambungnya. “Kita ingin inovasi tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi budaya kerja dan budaya belajar dalam ekosistem pendidikan kita,” ujarnya. Di akhir, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan yang telah berkontribusi menghadirkan inovasi nyata di berbagai satuan pendidikan di Jawa Timur. “Tentu terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berinovasi dan menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan,” katanya. Menurutnya, dedikasi para pendidik berjalan seiring dengan meningkatnya prestasi siswa-siswi Jawa Timur yang terus menunjukkan capaian membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini semakin mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional. “Kita hari ini tahaduts bin ni’mah. Di pertengahan tahun ini, tanggal 14 Mei lalu, saya melepas 1.790 siswa alumni SMK mereka siap magang dan bekerja di 13 negara, luar biasa. Kemarin bersama Mendikdasmen, kembali kita melepas anak kita dari Jatim ada 3 ribu siswa SMK yang siap magang dan bekerja 13 negara didunia,” ungkapnya. “Total di Jatim sampai dengan Semester 1 2026 kita melepas 4.960 alumni SMK di Jatim untuk bekerja di 13 negara. Ini kabar baik bagi kita semua. Saya ingin sampaikan, SMK kita bisa, hebat dan SMK kita bisa hebat,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan EJIES lahir dari keyakinan bahwa inovasi adalah nafas baru pendidikan yang membuka cakrawala global. “Pendidikan dimanapun berada, kita berharap ada peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Dunia global membutuhkan perubahan yang luar biasa,” kata Aries. Menurutnya, sektor pendidikan juga harus mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut. Karena itu, ia mendorong para guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah untuk terus berinovasi. “Artinya dipendidikan pun harus menyesuaikan dengan perubahan itu. Maka saya berharap para guru, tenaga pendidik, kepala sekolah harus berinovasi. Karena inovasi adalah darahnya perubahan yang tentu kita harapkan bisa ada dilingkungan sekolah,” imbuhnya. Aries meyakini, karya inovasi yang terpilih akan menjadi replikasi bagi para insan pendidikan yang ada di seluruh Jawa Timur, sehingga bisa membuktikan bahwa inovasi yang dilakukan adalah inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Sementara itu, Sestama LAN RI Andi Taufik menyampaikan apresiasi atas komitmen Jawa Timur dalam mendorong inovasi di sektor pendidikan. Menurutnya, Jawa Timur telah berhasil menetapkan standar yang tinggi dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia. “Kita sangat bersyukur, berterima kasih karena Jawa Timur sudah membuat standar yang sangat tinggi untuk dunia pendidikan,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menilai seluruh insan pendidikan di Jawa Timur didorong untuk terus berinovasi sebagai kunci menghadapi tantangan global. Menurutnya, upaya Jawa Timur dalam memaknai perjuangan para guru dan tenaga kependidikan menjadi nilai lebih yang patut diapresiasi. “Kita sama-sama melihat semua insan pendidikan di Jatim diajak untuk berinovasi karena innovation is the only way to win. Hanya dengan berinovasi kita bisa memenangkan segala hal. Karena ini dimulai dari dunia pendidikan, sehingga ini dampaknya akan sangat luas bagi semua insan lainnya. Kita bersyukur Jawa Timur, kami menilai keren banget, cara mereka memaknai sebuah perjuangan dari guru-guru dan tenaga pendidikan. Ini yang luar biasa. Ini yang tidak dimiliki tempat lain,” tambahnya. Disisi lain, Direktur Universitas Dongseo Busan Korea Selatan Choi

Kolaborasi Empat Elemen, Khofifah Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis Driver Gojek

SURABAYA – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan para mitra pengemudi transportasi online terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan “Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek” yang digelar bersama RS Korpri Pura Raharja, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Surabaya pada 20–25 Mei 2026 ini mengusung tema “Driver Sehat, Layanan Handal: Bersama Kita Kuat”. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan para pengemudi yang setiap hari menjadi garda terdepan pelayanan transportasi dan pengantaran masyarakat. Dalam area kegiatan yang dihadiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut tampak berbagai layanan pemeriksaan kesehatan gratis disiapkan untuk para mitra driver. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi kesehatan umum, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan bagi para peserta. Antusiasme para mitra Gojek terlihat tinggi karena layanan ini dinilai sangat membantu di tengah aktivitas kerja yang padat. RS Korpri Pura Raharja sebagai salah satu mitra utama dalam kegiatan tersebut menghadirkan tenaga medis profesional untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Kehadiran Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur semakin memperkuat sinergi pelayanan kesehatan masyarakat di Jawa Timur.Dalam materi promosi kegiatan juga disebutkan dukungan dari Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi layanan cek kesehatan gratis bagi mitra Gojek yang digelar bersama berbagai pihak. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan para pengemudi transportasi online yang setiap hari melayani masyarakat. Khofifah mengatakan, kegiatan tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar seribu mitra driver Gojek melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berbagai layanan pemeriksaan kesehatan disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari medical check up, pengecekan tekanan darah, tensi, gula darah, hingga pemeriksaan kesehatan lainnya. “Alhamdulillah, direncanakan ada seribu orang dari Gojek yang akan mendapatkan layanan kesehatan melalui CKG, yaitu cek kesehatan gratis. Ada beberapa item yang dilakukan, medical check up. Saya rasa medical check up ini makin rutin makin bagus, dicek mulai tekanan darahnya, tensinya berapa, kemudian juga dicek gula darahnya dan seterusnya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut Khofifah, program layanan kesehatan gratis ini merupakan hasil kerja sama empat elemen penting, yakni Kementerian Kesehatan, Gojek, Pemerintah Kota Surabaya, serta RS Korpri Pura Raharja Jawa Timur. “Kami ingin menyampaikan terima kasih. Ini partnership dari empat elemen, satu dari Kementerian Kesehatan, dua dari Gojek, tiga dari Pemkot Surabaya, dan rumah sakit Korpri Pemprov Jawa Timur,” katanya. Khofifah turut menegaskan bahwa layanan cek kesehatan gratis tersebut masih akan terus berlangsung hingga 25 Mei 2026, sehingga para mitra driver masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan. Sementara itu, Direktur Utama RS KORPRI Pura Raharja Surabaya, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, M.Sc, M.Biomed, MBA, Sp.JP, menjelaskan bahwa program cek kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari kolaborasi berbagai stakeholder dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan. Ia menyampaikan bahwa RS KORPRI Pura Raharja menjadi salah satu rumah sakit yang aktif melakukan berbagai inovasi layanan kesehatan preventif melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan mulai dari Body Fat Index (BFI), cek gula darah, cek profil lipid, EKG, hingga pemeriksaan terbaru berupa HPV DNA. “Di sini kita kolaborasi dengan banyak stakeholder. Kita melakukan CKG yang berjalan sebagai program prioritas nasional dari Presiden. Pemeriksaannya mulai dari BFI, cek gula darah, cek profil lipid, EKG, bahkan yang paling baru adalah HPV DNA,” ujarnya. Menurut dr. Jibril, pemeriksaan HPV DNA menjadi perhatian khusus karena banyak dimanfaatkan oleh kaum perempuan, khususnya para ibu. Hal tersebut sejalan dengan sejarah RS KORPRI Pura Raharja yang sebelumnya dikenal sebagai rumah sakit ibu dan anak. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut juga telah mendapat penandaan khusus dari Pemerintah Kota Surabaya sebagai rumah sakit dengan layanan pencatatan kelahiran. Dalam setahun, tercatat sekitar 2.400 kelahiran berlangsung di rumah sakit tersebut. “Yang paling banyak kemarin memang ibu-ibu. Ini menjadi perhatian kami karena rumah sakit ini dulunya rumah sakit ibu dan anak. Bahkan kami sudah mendapatkan penandaan dari Wali Kota Surabaya sebagai rumah sakit dengan pencatatan kelahiran, sekitar 2.400 kelahiran terjadi di rumah sakit ini,” jelasnya. Karena itu, lanjutnya, pihak rumah sakit memberikan perhatian besar terhadap perlindungan kesehatan perempuan melalui layanan HPV DNA. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk deteksi dini kanker serviks, namun masih belum banyak diketahui masyarakat karena biaya pemeriksaannya cukup mahal apabila dilakukan secara mandiri. “HPV DNA ini kalau pemeriksaan sendiri di luar bisa mahal, sampai sekitar setengah juta rupiah. Dengan program ini masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan HPV DNA secara gratis,” katanya. Saat ini program tersebut masih berkolaborasi dengan komunitas mitra Gojek. Namun, pihak RS KORPRI Pura Raharja membuka peluang kerja sama dengan berbagai komunitas lain yang siap berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan keliling di tengah masyarakat.“Kalau memang ada komunitas-komunitas yang siap memobilisasi dan siap berkolaborasi, kita bisa jalan bersama lagi,” tambahnya. Dalam pelaksanaannya, program cek kesehatan gratis tersebut mampu melayani sekitar 250 hingga 300 peserta per hari. Selama empat hari pelaksanaan, target peserta yang dilayani diperkirakan mencapai sekitar seribu orang.

Gubernur Khofifah Lepas Kloter 116 sebagai Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya, Pesankan Jamaah Jaga Kesehatan dan Kekhusyukan Ibadah, Serta Menaati Seluruh Ketentuan

SURABAYA, 22 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (21/5). Sebanyak 370 jamaah diberangkatkan pada kloter terakhir ini, terdiri dari 163 jamaah laki-laki dan 207 jamaah perempuan. Para jamaah didampingi oleh 4 petugas kloter, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 3 petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang. Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas,” ujarnya. “Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya. Pada kloter terakhir ini, jamaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sedangkan jamaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Kota Surabaya yang berusia 21 tahun. Khofifah menjelaskan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah 44.080 jamaah dan petugas. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, PHD sebanyak 162 orang, dan PIH KBIHU sebanyak 140 orang. “Jadi jemaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Kalau dulu paling banyak Jawa Barat karena jumlah penduduknya paling banyak, sekarang Jawa Timur mendapatkan tambahan 8.000 jamaah haji berdasarkan Undang-Undang Haji karena antreannya paling panjang,” katanya. Pada kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Surabaya, mulai dari proses pelayanan di asrama haji hingga pemberangkatan jamaah menuju Tanah Suci. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji sejak proses keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air,” ucapnya. Selain itu, Gubernur Khofifah turut menyampaikan do’a atas jamaah yang tertunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Semoga lekas sehat seperti semula. “Hingga saat ini terdapat 38 orang jamaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan turut berduka cita atas wafatnya 13 orang jamaah haji di Arab Saudi,” katanya. Gubernur Khofifah pun mengimbau seluruh jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kekhusyukan ibadah, serta menaati seluruh ketentuan selama berada di Tanah Suci. “Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan,” ucapnya. “Mohon dido’akan semoga Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai,” pungkasnya.

Kepala DPRKPCK Jatim I Nyoman Gunadi Dampingi Sekda Adhy Karyono Di Pembukaan Musprov XII INKINDO Jawa Timur 2026

Surabaya- I Nyoman Gunadi, S.T., M.T.. Beliau Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, pada pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) XII INKINDO Jawa Timur 19 Mei 2026 di Surabaya. Acara tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Konsultan Inklusif dalam Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, Musprov XII INKINDO Jatim dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 19 hingga 20 Mei 2026, dengan rangkaian kegiatan berupa pembukaan, sidang organisasi, hingga seminar yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya. Sekda Adhy Karyono, pada sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia dalam mendukung pembangunan di Jawa Timur saat memberikan sambutan Dalam sambutannya, Adhy Karyono menegaskan bahwa keberadaan jasa konsultan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional. Ia menyebut tema Musprov XII INKINDO Jawa Timur, yakni membangun ekosistem jasa konsultasi yang inklusif dalam mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, sangat sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus mewakili Ibu Gubernur, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kehadiran INKINDO yang betul-betul memberikan kontribusi bagi pembangunan Jawa Timur,” ujar Adhy. Ia menjelaskan, posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat logistik, industri, dan perdagangan nasional menjadi alasan kuat mengapa provinsi ini disebut sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, sebagian besar arus distribusi nasional bertumpu di Jawa Timur, termasuk aktivitas pelabuhan, penerbangan, hingga kawasan industri yang terus berkembang. Adhy menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari masuknya investasi besar ke sejumlah kawasan industri seperti Gresik dan JIIPE yang terus berkembang. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya dana transfer pusat serta perubahan skema pembagian hasil pajak daerah. Kondisi itu berdampak terhadap kapasitas anggaran pembangunan, termasuk sektor infrastruktur. “Kami tahu kondisi saat ini tidak mudah. Anggaran pemerintah provinsi terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Namun pembangunan harus tetap berjalan dan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk jasa konsultan,” katanya. Adhy menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan regulator, tetapi juga oleh para perencana dan konsultan yang mampu menciptakan desain pembangunan yang inovatif dan adaptif. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan INKINDO sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital di sektor konstruksi dan jasa konsultasi. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Artificial Intelligence (AI), Big Data, hingga konsep green infrastructure sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan. Dunia konstruksi telah bergerak menuju digital construction dan green infrastructure,” tegasnya. Ia berharap para anggota INKINDO Jawa Timur mampu meningkatkan kapasitas melalui literasi digital, penguasaan teknologi, serta diversifikasi usaha agar mampu bersaing secara nasional maupun global. Selain itu, Adhy juga mendorong agar konsultan asal Jawa Timur mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan mendapat ruang lebih besar dalam proyek-proyek strategis, termasuk investasi yang masuk ke Jawa Timur maupun pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kami ingin INKINDO Jawa Timur menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kalau bahan baku pembangunan IKN banyak dari Jawa Timur, maka konsultannya juga harus bisa ikut berkontribusi,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan INKINDO dalam berbagai misi dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke sejumlah daerah dan luar negeri. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa jasa konsultan juga memiliki peran penting dalam memperluas jejaring investasi dan pembangunan. Di akhir sambutannya, Adhy Karyono menyampaikan optimisme bahwa INKINDO Jawa Timur akan terus berkembang sebagai organisasi profesi yang profesional, transparan, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan daerah. “Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbuka untuk bersinergi dengan INKINDO dalam membangun Jawa Timur yang lebih baik,” tuturnya. Acara kemudian ditutup dengan pembukaan resmi Musyawarah Provinsi XII INKINDO Jawa Timur Tahun 2026 oleh Sekdaprov Jawa Timur dengan ucapan basmalah.