Skip to main content

Pigora News Jatim

Kolaborasi Empat Elemen, Khofifah Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis Driver Gojek

SURABAYA – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan para mitra pengemudi transportasi online terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan “Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek” yang digelar bersama RS Korpri Pura Raharja, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Surabaya pada 20–25 Mei 2026 ini mengusung tema “Driver Sehat, Layanan Handal: Bersama Kita Kuat”. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan para pengemudi yang setiap hari menjadi garda terdepan pelayanan transportasi dan pengantaran masyarakat.

Dalam area kegiatan yang dihadiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut tampak berbagai layanan pemeriksaan kesehatan gratis disiapkan untuk para mitra driver. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi kesehatan umum, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan bagi para peserta. Antusiasme para mitra Gojek terlihat tinggi karena layanan ini dinilai sangat membantu di tengah aktivitas kerja yang padat.

RS Korpri Pura Raharja sebagai salah satu mitra utama dalam kegiatan tersebut menghadirkan tenaga medis profesional untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Kehadiran Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur semakin memperkuat sinergi pelayanan kesehatan masyarakat di Jawa Timur.
Dalam materi promosi kegiatan juga disebutkan dukungan dari Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi layanan cek kesehatan gratis bagi mitra Gojek yang digelar bersama berbagai pihak. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan para pengemudi transportasi online yang setiap hari melayani masyarakat.

Khofifah mengatakan, kegiatan tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar seribu mitra driver Gojek melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berbagai layanan pemeriksaan kesehatan disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari medical check up, pengecekan tekanan darah, tensi, gula darah, hingga pemeriksaan kesehatan lainnya.

“Alhamdulillah, direncanakan ada seribu orang dari Gojek yang akan mendapatkan layanan kesehatan melalui CKG, yaitu cek kesehatan gratis. Ada beberapa item yang dilakukan, medical check up. Saya rasa medical check up ini makin rutin makin bagus, dicek mulai tekanan darahnya, tensinya berapa, kemudian juga dicek gula darahnya dan seterusnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut Khofifah, program layanan kesehatan gratis ini merupakan hasil kerja sama empat elemen penting, yakni Kementerian Kesehatan, Gojek, Pemerintah Kota Surabaya, serta RS Korpri Pura Raharja Jawa Timur.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih. Ini partnership dari empat elemen, satu dari Kementerian Kesehatan, dua dari Gojek, tiga dari Pemkot Surabaya, dan rumah sakit Korpri Pemprov Jawa Timur,” katanya.

Khofifah turut menegaskan bahwa layanan cek kesehatan gratis tersebut masih akan terus berlangsung hingga 25 Mei 2026, sehingga para mitra driver masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan.

Sementara itu, Direktur Utama RS KORPRI Pura Raharja Surabaya, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, M.Sc, M.Biomed, MBA, Sp.JP, menjelaskan bahwa program cek kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari kolaborasi berbagai stakeholder dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan.


Ia menyampaikan bahwa RS KORPRI Pura Raharja menjadi salah satu rumah sakit yang aktif melakukan berbagai inovasi layanan kesehatan preventif melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan mulai dari Body Fat Index (BFI), cek gula darah, cek profil lipid, EKG, hingga pemeriksaan terbaru berupa HPV DNA.


“Di sini kita kolaborasi dengan banyak stakeholder. Kita melakukan CKG yang berjalan sebagai program prioritas nasional dari Presiden. Pemeriksaannya mulai dari BFI, cek gula darah, cek profil lipid, EKG, bahkan yang paling baru adalah HPV DNA,” ujarnya.


Menurut dr. Jibril, pemeriksaan HPV DNA menjadi perhatian khusus karena banyak dimanfaatkan oleh kaum perempuan, khususnya para ibu. Hal tersebut sejalan dengan sejarah RS KORPRI Pura Raharja yang sebelumnya dikenal sebagai rumah sakit ibu dan anak.


Ia menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut juga telah mendapat penandaan khusus dari Pemerintah Kota Surabaya sebagai rumah sakit dengan layanan pencatatan kelahiran. Dalam setahun, tercatat sekitar 2.400 kelahiran berlangsung di rumah sakit tersebut.


“Yang paling banyak kemarin memang ibu-ibu. Ini menjadi perhatian kami karena rumah sakit ini dulunya rumah sakit ibu dan anak. Bahkan kami sudah mendapatkan penandaan dari Wali Kota Surabaya sebagai rumah sakit dengan pencatatan kelahiran, sekitar 2.400 kelahiran terjadi di rumah sakit ini,” jelasnya.


Karena itu, lanjutnya, pihak rumah sakit memberikan perhatian besar terhadap perlindungan kesehatan perempuan melalui layanan HPV DNA. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk deteksi dini kanker serviks, namun masih belum banyak diketahui masyarakat karena biaya pemeriksaannya cukup mahal apabila dilakukan secara mandiri.


“HPV DNA ini kalau pemeriksaan sendiri di luar bisa mahal, sampai sekitar setengah juta rupiah. Dengan program ini masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan HPV DNA secara gratis,” katanya.


Saat ini program tersebut masih berkolaborasi dengan komunitas mitra Gojek. Namun, pihak RS KORPRI Pura Raharja membuka peluang kerja sama dengan berbagai komunitas lain yang siap berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan keliling di tengah masyarakat.
“Kalau memang ada komunitas-komunitas yang siap memobilisasi dan siap berkolaborasi, kita bisa jalan bersama lagi,” tambahnya.


Dalam pelaksanaannya, program cek kesehatan gratis tersebut mampu melayani sekitar 250 hingga 300 peserta per hari. Selama empat hari pelaksanaan, target peserta yang dilayani diperkirakan mencapai sekitar seribu orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *