Surabaya- I Nyoman Gunadi, S.T., M.T.. Beliau Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, pada pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) XII INKINDO Jawa Timur 19 Mei 2026 di Surabaya.
Acara tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Konsultan Inklusif dalam Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, Musprov XII INKINDO Jatim dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 19 hingga 20 Mei 2026, dengan rangkaian kegiatan berupa pembukaan, sidang organisasi, hingga seminar yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya.
Sekda Adhy Karyono, pada sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia dalam mendukung pembangunan di Jawa Timur saat memberikan sambutan
Dalam sambutannya, Adhy Karyono menegaskan bahwa keberadaan jasa konsultan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional. Ia menyebut tema Musprov XII INKINDO Jawa Timur, yakni membangun ekosistem jasa konsultasi yang inklusif dalam mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, sangat sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus mewakili Ibu Gubernur, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kehadiran INKINDO yang betul-betul memberikan kontribusi bagi pembangunan Jawa Timur,” ujar Adhy.
Ia menjelaskan, posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat logistik, industri, dan perdagangan nasional menjadi alasan kuat mengapa provinsi ini disebut sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, sebagian besar arus distribusi nasional bertumpu di Jawa Timur, termasuk aktivitas pelabuhan, penerbangan, hingga kawasan industri yang terus berkembang.
Adhy menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari masuknya investasi besar ke sejumlah kawasan industri seperti Gresik dan JIIPE yang terus berkembang.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya dana transfer pusat serta perubahan skema pembagian hasil pajak daerah. Kondisi itu berdampak terhadap kapasitas anggaran pembangunan, termasuk sektor infrastruktur.
“Kami tahu kondisi saat ini tidak mudah. Anggaran pemerintah provinsi terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Namun pembangunan harus tetap berjalan dan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk jasa konsultan,” katanya.
Adhy menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan regulator, tetapi juga oleh para perencana dan konsultan yang mampu menciptakan desain pembangunan yang inovatif dan adaptif. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan INKINDO sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital di sektor konstruksi dan jasa konsultasi. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Artificial Intelligence (AI), Big Data, hingga konsep green infrastructure sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan. Dunia konstruksi telah bergerak menuju digital construction dan green infrastructure,” tegasnya.
Ia berharap para anggota INKINDO Jawa Timur mampu meningkatkan kapasitas melalui literasi digital, penguasaan teknologi, serta diversifikasi usaha agar mampu bersaing secara nasional maupun global.
Selain itu, Adhy juga mendorong agar konsultan asal Jawa Timur mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan mendapat ruang lebih besar dalam proyek-proyek strategis, termasuk investasi yang masuk ke Jawa Timur maupun pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin INKINDO Jawa Timur menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kalau bahan baku pembangunan IKN banyak dari Jawa Timur, maka konsultannya juga harus bisa ikut berkontribusi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan INKINDO dalam berbagai misi dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke sejumlah daerah dan luar negeri. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa jasa konsultan juga memiliki peran penting dalam memperluas jejaring investasi dan pembangunan.
Di akhir sambutannya, Adhy Karyono menyampaikan optimisme bahwa INKINDO Jawa Timur akan terus berkembang sebagai organisasi profesi yang profesional, transparan, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbuka untuk bersinergi dengan INKINDO dalam membangun Jawa Timur yang lebih baik,” tuturnya.
Acara kemudian ditutup dengan pembukaan resmi Musyawarah Provinsi XII INKINDO Jawa Timur Tahun 2026 oleh Sekdaprov Jawa Timur dengan ucapan basmalah.


