Yordan Batara Goa Serap Aspirasi Warga Kalisari Surabaya, Soroti Akses BPJS dan Bantuan Usaha Mikro

SURABAYA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menggelar kegiatan reses di Jalan Kalisari Sayangan I, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Surabaya, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana menyerap berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung. Dalam sambutannya, Yordan menyampaikan bahwa reses merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari, baik yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah kota, maupun pemerintah pusat. “Saya hadir di sini untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan warga. Tidak semua persoalan menjadi kewenangan kami di provinsi, tetapi kami siap membantu menghubungkan dan meneruskan kepada instansi yang berwenang, baik pemerintah kota maupun pemerintah pusat,” ujar Yordan di hadapan warga. Pada kesempatan tersebut, Yordan juga memberikan pemahaman mengenai berbagai layanan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan SMA, SMK, dan SLB berada di bawah pemerintah provinsi. Sementara di sektor kesehatan, Pemprov Jatim memiliki sejumlah rumah sakit rujukan yang melayani masyarakat. Salah satu yang disoroti Yordan adalah perkembangan layanan di RSJ Menur Surabaya yang kini tidak hanya menangani pasien dengan gangguan kejiwaan, tetapi juga menjadi pusat layanan tumbuh kembang anak. “Sekarang RS Menur sudah berkembang. Tidak hanya melayani pasien gangguan jiwa, tetapi juga memiliki layanan tumbuh kembang anak, termasuk untuk anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara, kesulitan konsentrasi, kebutuhan khusus, hingga kecanduan gawai,” jelasnya. Selain sektor kesehatan, Yordan juga mensosialisasikan program bantuan usaha mikro dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro atau rintisan usaha dengan persyaratan tertentu. Menurutnya, penerima bantuan harus masuk kategori desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), berusia produktif antara 17 hingga 55 tahun, serta telah memiliki usaha atau embrio usaha yang sedang dijalankan. “Bantuannya sebesar Rp3 juta dan diperuntukkan untuk penguatan sarana usaha, seperti membeli peralatan produksi, gerobak, kompor, tabung LPG, maupun perlengkapan usaha lainnya. Dana tersebut tidak diperbolehkan untuk membeli bahan baku usaha,” terang Yordan. Dalam sesi dialog, persoalan BPJS Kesehatan menjadi isu yang paling banyak dikeluhkan warga. Salah satunya disampaikan oleh Irwan, warga setempat yang mengaku mengalami kesulitan mengurus BPJS anaknya karena masih tercatat dalam kepesertaan di luar daerah. Menanggapi hal tersebut, Yordan langsung meminta data administrasi yang diperlukan agar dapat dibantu proses pengurusannya melalui staf yang mendampingi kegiatan reses. “Kalau ada kendala administrasi BPJS, silakan sampaikan kepada kami. Nanti akan kami bantu komunikasikan dan fasilitasi penyelesaiannya,” katanya. Keluhan lain yang mengemuka adalah mengenai tunggakan BPJS yang sebelumnya berasal dari kepesertaan perusahaan tempat warga bekerja. Banyak warga mengaku masih menerima pemberitahuan tunggakan meskipun saat ini telah menjadi peserta BPJS yang dibiayai pemerintah. Menjawab pertanyaan tersebut, Yordan menjelaskan bahwa tunggakan lama memang tidak otomatis terhapus. Namun, keberadaan tunggakan tersebut tidak menghilangkan hak warga untuk mendapatkan layanan kesehatan melalui program BPJS yang ditanggung pemerintah daerah. “Yang terpenting BPJS-nya aktif. Tunggakan lama memang masih tercatat, tetapi tidak menghalangi masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan yang saat ini ditanggung pemerintah kota,” tegasnya. Ia juga mengingatkan warga untuk memastikan status kepesertaan BPJS selalu aktif, terutama sebelum membutuhkan layanan kesehatan. Menurutnya, BPJS hanya dapat diaktifkan maksimal tiga kali 24 jam sejak pasien masuk rumah sakit. “Jangan menunggu sakit baru mengurus BPJS. Pastikan statusnya aktif sejak sekarang. Kalau ada kendala, segera komunikasikan agar bisa segera ditangani,” ujar Yordan. Untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat, Yordan bahkan membagikan nomor kontak pribadinya yang dapat dihubungi melalui WhatsApp. Ia berharap warga tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan pendampingan. Reses yang berlangsung hangat dan penuh dialog tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Berbagai persoalan terkait kesehatan, bantuan sosial, hingga pengembangan usaha mikro berhasil dihimpun sebagai bahan perjuangan dan tindak lanjut di tingkat pemerintahan. Melalui kegiatan reses ini, Yordan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap aspirasi warga tersampaikan dan memperoleh solusi sesuai kewenangan yang ada.
Reses di Ngawi, Kanang Tekankan Pendidikan dan Karakter sebagai Kunci Masa Depan Anak

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, menggelar kegiatan reses di Kabupaten Ngawi dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap isu pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di SDN Margomulyo 2 tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 dan dihadiri oleh para siswa, guru, orang tua murid, tokoh masyarakat, serta sejumlah unsur pemerintahan setempat. Dalam kesempatan tersebut, Kanang menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah melalui pendidikan yang berkualitas dan pembentukan karakter yang kuat sejak usia dini. Menurutnya, kemajuan suatu daerah maupun negara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. “Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sebaik mungkin. Pendidikan menjadi pintu untuk meraih masa depan yang lebih baik, namun pendidikan harus dibarengi dengan pembentukan karakter agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan. Kanang menjelaskan bahwa perkembangan zaman yang semakin cepat menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak. Kemajuan teknologi digital membawa banyak manfaat, namun juga memunculkan berbagai risiko apabila tidak disertai pendampingan yang memadai dari orang tua maupun lingkungan sekitar. Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting dalam membentuk pola pikir, perilaku, dan kebiasaan positif anak sejak dini. Mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut mengajak para orang tua untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pendidikan moral dan etika. Menurutnya, karakter yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang. Pada dialog yang berlangsung interaktif, Kanang juga mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat terkait dunia pendidikan. Sejumlah orang tua menyampaikan harapan agar akses pendidikan semakin merata dan berkualitas, terutama bagi anak-anak di wilayah pedesaan. Selain itu, perhatian terhadap fasilitas pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan terhadap kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Kanang menyatakan bahwa aspirasi yang dihimpun selama masa reses akan menjadi bahan masukan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan pembangunan manusia dan peningkatan daya saing bangsa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara optimal. “Sekolah memiliki peran penting dalam transfer ilmu pengetahuan, tetapi keluarga tetap menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar tentang nilai, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Karena itu, sinergi semua pihak harus terus diperkuat,” katanya. Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Kanang juga berbagi pengalaman hidup dan perjalanan pendidikannya sebagai bentuk inspirasi bagi generasi muda. Ia mendorong para pelajar untuk terus belajar, memiliki cita-cita yang tinggi, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi dialog dan menyampaikan berbagai pertanyaan. Kehadiran Kanang dalam momentum Hari Anak Nasional juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Melalui kegiatan reses tersebut, Kanang berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap pembangunan karakter anak sebagai bagian penting dari upaya menciptakan generasi unggul Indonesia. Ia meyakini bahwa anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang baik dan tumbuh dengan karakter yang kuat akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa. Reses yang digelar di Ngawi tersebut menjadi salah satu sarana bagi Kanang untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan berbagai kebutuhan dan aspirasi warga dapat tersampaikan secara langsung. Di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, pendidikan dan pembentukan karakter dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang berdaya saing, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.