Diskanla Jatim Gelar Bazar Produk Perikanan, Fasilitasi 35 Pelaku Usaha Tingkatkan Omzet

Surabaya-Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Bazar Produk Perikanan di halaman kantor dinas pada Jumat 12 Desember 2025 . Bazar ini menjadi penyelenggaraan keenam selama tahun berjalan sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan tahun 2025, yang secara konsisten diadakan untuk mendukung pelaku usaha berbasis bahan baku ikan. Dalam kesempatannya, Kadiskanla Prov Jatim M. Isa Anshori melalui Staf Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P3HP) / Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Farida, menjelaskan bahwa bazar rutin ini telah terselenggara sebanyak enam kali dalam satu tahun. Setiap gelaran menghadirkan 35 pelaku usaha yang seluruh produknya wajib berbahan dasar ikan. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari frozen food, olahan kering, hingga ikan segar. “Tahun 2025 ini, kegiatan hari ini merupakan yang terakhir, kegiatan keenam. Setiap bazar kita menghadirkan 35 pelaku usaha, dan semuanya harus menggunakan bahan baku ikan,” ujar Farida. Ia juga menambahkan bahwa salah satu daya tarik utama dari bazar Diskanla Jatim adalah berbagai promo khusus yang tidak ditemukan di tempat lain. Beberapa brand diperbolehkan ikut serta, dengan syarat produknya berbahan baku ikan. Salah satu contoh promo menarik adalah paket beli dua gratis satu untuk produk tertentu. “Kalau di luar mungkin per bijinya Rp15.000, tapi di sini ada promo Rp30.000 dapat tiga. Banyak promo seperti itu yang hanya ada di bazar ini,” jelasnya. Farida berharap pelaksanaan bazar ini dapat menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha perikanan untuk memperluas pasar. Selain membantu memperkenalkan produk, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas serta meningkatkan omzet para pelaku usaha. “Harapan saya, gelar bazar di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur ini bisa memfasilitasi pelaku usaha, khususnya di bidang perikanan, untuk mengembangkan pasar, mengembangkan produk, dan meningkatkan produktivitas sehingga omzet mereka bisa terus naik,” Ujar Farida. “Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, Kami berkomitmen dalam mendukung UMKM perikanan serta memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Jawa Timur.” Ungkapnya.
Dispora Jatim Gelar Pelatihan YC2 Sub Sektor Kuliner Barista, Siapkan Pemuda Kompeten dan Bersertifikat

Pasuruan- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur menggelar program Youth Creativepreneur Centre (YC2) sub sektor kuliner “Barista” pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas wirausaha pemuda di bidang ekonomi kreatif, khususnya pada industri kopi yang terus berkembang di berbagai daerah. Kegiatan pelatihan barista ini diikuti pemuda dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta sebelumnya telah melalui tahap seleksi terbuka dengan kriteria tertentu sehingga mereka yang terpilih bukan pemula total, melainkan telah memiliki pengetahuan dasar serta pengalaman awal dalam dunia perkopian. Melalui YC2, mereka dibekali keterampilan teknis, pemahaman industri, hingga penguatan kompetensi profesional. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dispora Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, SSTP, M.Si CIPA menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan praktis, namun juga memastikan peserta memiliki kompetensi yang terukur. “Mereka dibekali hal-hal yang sudah lebih pada kompetensi. Seleksinya kita buat terbuka dengan kriteria yang jelas. Jadi setidaknya mereka tidak mulai dari nol,” ujarnya. Hadi menjelaskan bahwa para peserta merupakan pemuda yang sudah mengenal dunia kopi, bahkan sebagian telah memulai praktik usaha. Melalui pelatihan ini, Dispora ingin memfasilitasi mereka agar bisa lebih mendalami ilmu barista secara profesional, baik dari aspek teknik, keilmuan, maupun standar industri. “Jika mereka memenuhi syarat dan lulus, akan diberikan sertifikasi oleh BNSP. Ini menjadi bukti kompetensi mereka,” imbuhnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut akan menjadi nilai tambah bagi peserta ketika memasuki dunia kerja maupun memulai usaha mandiri. Dengan status sebagai tenaga bersertifikat, Dispora Jatim juga lebih mudah menghubungkan mereka dengan mitra, baik pelaku industri, perhotelan, kafe, hingga berbagai institusi yang membutuhkan tenaga barista kompeten. Ia berharap para pemuda ini nantinya dapat membuka usaha baru sehingga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah. Hadi juga menyoroti luasnya sebaran peserta yang hadir dari berbagai wilayah, mulai dari Madura, Blitar, Kediri, Malang, dan daerah lainnya di Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya minat pemuda terhadap industri kopi dan besarnya potensi usaha yang bisa dikembangkan di berbagai daerah. “Harapannya, kalau mereka bisa mengembangkan usaha berbasis kopi, itu bisa membuka ruang usaha bagi kawan-kawannya di sekitar,” tuturnya. Terkait dukungan permodalan, Hadi menyampaikan bahwa hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi. Untuk tahap lanjutan, Dispora Jatim tengah menyiapkan skema kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Kemenpora, hingga lembaga perbankan dan OJK. “Kami ingin menyambungkan itu. Dengan stok pemuda kompeten yang sudah kita punya, nanti kita menawarkan ke BI, OJK, perbankan, dan Bank Jatim. Jika program permodalan tersedia, modal manusianya sudah siap,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan pemuda Jawa Timur menghadapi persaingan ekonomi, termasuk dalam ekosistem yang membutuhkan tenaga kompeten di berbagai sektor. Meski diakui masih ada keterbatasan, Dispora Jatim terus membangun sistem yang berkelanjutan, termasuk leveling kompetensi hingga pendampingan lanjutan. Pada kesempatan tersebut, Hadi berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius, fokus, dan sungguh-sungguh. “Mereka harus memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Ilmunya harus benar-benar diambil, apa yang disampaikan mentor harus jadi referensi. Harapan saya semua bisa tersertifikasi, tetap kreatif, inovatif, dan membangun jejaring yang kuat,” pungkasnya. Dengan pelatihan YC2 sub sektor Barista ini, Hadi Wawan berharap lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang kompeten, bersertifikat, serta mampu mendorong tumbuhnya usaha ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya di ranah industri kopi yang kian diminati.
Pemprov Jatim Gelar Penganugerahan Empat Kategori Penghargaan 2025, Biro Organisasi Tegaskan Penguatan Integritas Birokrasi

Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Organisasi Setdaprov Jatim menggelar Penganugerahan Penghargaan Pelayanan Publik, Akuntabilitas Kinerja, Zona Integritas, dan Budaya Kerja Tahun 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (11/12/2025). Acara ini menjadi wadah apresiasi bagi perangkat daerah yang menunjukkan capaian terbaik dalam peningkatan kualitas birokrasi selama satu tahun terakhir. Kepala Biro Organisasi, Adina, Febriani menjelaskan bahwa pelaksanaan penganugerahan tahun ini dirancang dalam satu rangkaian acara sebagai bentuk efisiensi serta mencerminkan bahwa empat aspek penilaian tersebut saling berkaitan erat dalam pembangunan tata kelola pemerintahan yang berkualitas. “Penghargaan untuk pelayanan publik, zona integritas, akuntabilitas kinerja, dan budaya kerja kita jadikan satu acara, dengan semangat efisiensi. Ini adalah hasil kerja selama satu tahun, dan inilah penghargaannya,” ujarnya. Adina menyampaikan bahwa perangkat daerah yang selama ini memberikan pelayanan publik terbaik, menunjukkan integritas tinggi, serta mampu menerapkan budaya kerja BerAKHLAK telah diberikan apresiasi. “Pelayanan yang diberikan perangkat daerah, integritasnya, dan budaya kerja BerAKHLAK juga sudah kita berikan hari ini. Alhamdulillah,” ujarnya. Pada acara tersebut, Pemprov Jatim juga memberikan Penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) kepada perangkat daerah Sutomo. Adina menegaskan bahwa penghargaan WBK bukan sekadar simbol, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk menjaga serta memperkuat integritas birokrasi. “Ini tidak hanya sekadar penghargaan. Ini adalah awal bahwa integritas harus dipertahankan. Setelah WBK, masih ada target berikutnya yaitu WBBM, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, yang merupakan capaian paripurna dan sangat sulit dicapai. Harapannya semua perangkat daerah yang sudah mencanangkan WBK dapat berproses menuju WBBM,” tegasnya. Adina juga memaparkan strategi baru dalam membangun keberlanjutan zona integritas di lingkungan Pemprov Jatim. Jika sebelumnya perangkat daerah mengajukan diri untuk dinilai, kini mekanisme tersebut berubah. Tim Penilai Internal (TPI) yang telah dipercaya secara resmi oleh Kemenpan RB akan lebih aktif memberikan pendampingan. “Kalau dulu perangkat daerah mengusulkan. Sekarang strateginya berbeda. TPI kita akan lebih aktif mendampingi secara reguler. Bahkan bisa turun langsung ke perangkat daerah. Kita yang lebih proaktif daripada menunggu usulan,” jelas Adina. Melalui perubahan strategi ini, Pemprov Jatim menargetkan peningkatan kualitas integritas dan pelayanan secara lebih merata dan konsisten di seluruh perangkat daerah. Pendampingan aktif dinilai mampu membantu proses pencapaian predikat WBK maupun WBBM secara lebih efektif. “Semangat integritas harus tetap dijaga. Dengan pendampingan reguler dan proaktif, kita ingin memastikan kesinambungan pembangunan zona integritas di semua perangkat daerah,” pungkasnya.
Kemenag Jatim Resmi Launching Gerakan Wakaf Uang, Targetkan Pengumpulan Hingga Rp50 Miliar

Surabaya — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur resmi melaunching Gerakan Wakaf Uang Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80. Acara yang bertwma “Melqlui Wakaf Uang, Memperkokoh Kemandirian Umat” tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat dan Jawa Timur, tokoh MUI Jatim, pimpinan ormas Islam, pimpinan perbankan syariah, hingga jajaran pejabat struktural dan fungsional Kemenag se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I,. menyampaikan bahwa gerakan wakaf uang ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk membangun mesin pahala sekaligus mendukung kemandirian ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mewujudkan target wakaf uang hingga Rp50 miliar. “Saya yakin 50 miliar itu bisa kita wujudkan. Kita punya 36 ribu ASN, jika rata-rata berwakaf 1 juta saja sudah 36 miliar. Belum lagi potensi dari dua juta siswa madrasah serta 600 ribu catin setiap tahun,” ujar Sruji optimis. Ia menegaskan bahwa seluruh harta pada hakikatnya adalah titipan Allah, sehingga mengembalikannya dalam bentuk wakaf justru akan menambah keberkahan. “Semua yang kita miliki itu titipan Allah. Kalau kita wakafkan, 1 juta itu tidak akan pernah berkurang, insyaAllah justru akan bertambah. Tugas kita adalah meyakinkan saudara-saudara kita bahwa wakaf uang ini amal yang tidak akan putus,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, Sruji juga menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan launching bertepatan dengan peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama. “Inilah rumah besar kita. Mari sambut Hari Amal Bakti dengan gembira, karena Kementerian Agama telah mencukupi kita dari berbagai aspek,” tuturnya. Sruji menekankan bahwa wakaf uang harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas penuh. Ia memastikan bahwa setiap rupiah yang diwakafkan akan dikelola secara amanah dan dilaporkan secara berkala kepada para wakif. “Uang masyarakat bukan untuk nadzir. Nadzir haram hukumnya mengambil gaji. Semua nilai manfaat akan diberikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya. Sruji juga mendorong partisipasi aktif seluruh elemen, termasuk kepala madrasah, penyuluh, penghulu, hingga para ASN Kemenag. Bahkan ia menyampaikan candaan agar kepala madrasah tidak malu jika donasi besar berasal dari lembaganya yang memiliki jumlah siswa paling besar. Gerakan Wakaf Uang Jatim telah berhasil menghimpun Rp2,6 miliar pada hari peluncuran. Dengan dukungan Bank Jatim Syariah dan Bank Syariah Indonesia sebagai mitra penghimpun, masyarakat dapat berwakaf melalui QRIS serta memperoleh sertifikat setelah akumulasi wakaf mencapai satu juta rupiah. Di akhir sambutannya, Sruji menegaskan bahwa wakaf uang adalah sarana membersihkan harta, termasuk dari potensi pendapatan yang tidak disadari berasal dari kelalaian waktu kerja. “Wakaf uang bukan hanya meningkatkan kesejahteraan umat, tapi juga membersihkan harta kita. Kadang kita terlambat 5–10 menit, itu harus dikonversi. Maka wakaf uang ini sekaligus penyucian harta,” ujarnya. Dengan semangat kolaboratif ini, Kemenag Jatim berharap Gerakan Wakaf Uang mampu menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial launching.