Skip to main content

Pigora News Jatim

Bapenda Jatim Sosialisasikan Pembebasan Pajak Kendaraan untuk Pengemudi Ojol, Khofifah Ajak Manfaatkan Program Pemutihan

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur menggelar Sosialisasi Pembebasan Pajak Daerah bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bagi para pengemudi ojek online (ojol), Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Baru Kantor Bapenda Provinsi Jawa Timur, Jalan Manyar Kertoarjo No. 110 Surabaya itu menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan program pembebasan pajak kendaraan bermotor tahunan yang telah diberlakukan sejak 1 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapenda Jawa Timur Bobby Soemiarsono menjelaskan bahwa kebijakan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur sangat meringankan masyarakat, khususnya para pengemudi ojol yang selama ini bergantung pada kendaraan bermotor sebagai sarana utama mencari nafkah. Menurut Bobby, masyarakat cukup membayar pokok pajak kendaraan untuk tahun berjalan 2026, sementara tunggakan pokok pajak dan denda tahun 2025 ke belakang dibebaskan seluruhnya. Kebijakan ini berlaku tanpa melihat lamanya tunggakan, baik dua tahun, tiga tahun, bahkan hingga sepuluh tahun. “Kebijakan Ibu Gubernur ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali tertib administrasi kendaraan. Cukup membayar pajak tahun berjalan 2026, sedangkan tunggakan pokok dan denda tahun-tahun sebelumnya dibebaskan,” ujarnya. Bobby juga menyampaikan bahwa Bapenda Jatim berkolaborasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang menghadapi kendala administrasi kendaraan. Dengan demikian, para pengemudi ojol dapat memperoleh solusi atas permasalahan dokumen kendaraan yang dimiliki sehingga aktivitas pekerjaan mereka tidak terganggu. Ia mengajak seluruh pengemudi ojol memanfaatkan program tersebut selama periode pelaksanaan yang berlangsung mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Selain itu, Bobby berharap informasi mengenai program pembebasan pajak kendaraan ini dapat diteruskan kepada rekan-rekan pengemudi lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. “Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat. Kami berharap para pengemudi ojol dapat memanfaatkan kesempatan ini sekaligus mengajak rekan-rekan lainnya untuk segera mengurus kewajiban pajaknya,” tambahnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa para peserta sosialisasi dengan penuh kehangatan. Dalam sambutannya, Khofifah tidak hanya menyampaikan pentingnya memanfaatkan program pembebasan pajak, tetapi juga memberikan motivasi kepada para pengemudi ojol agar tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Khofifah mengingatkan bahwa setiap orang pasti pernah menghadapi kesulitan dan persoalan dalam hidup. Namun, menurutnya, setiap kesulitan akan diikuti kemudahan sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran agama. “Mudah-mudahan jika ada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi, Allah SWT membukakan jalan kemudahan dan memberikan kebaikan untuk semuanya,” tutur Khofifah di hadapan ratusan pengemudi ojol yang hadir. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemprov Jawa Timur berharap tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor semakin meningkat. Di sisi lain, program pembebasan pokok tunggakan dan denda pajak kendaraan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong legalitas kendaraan yang digunakan sehari-hari, terutama oleh para pengemudi ojek online yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Dirlantas Polda Jatim Ingatkan Keselamatan Pengemudi Saat Hadiri Launching GoJo Jawa Timur

SURABAYA – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Rahmat Hakim, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya keselamatan berkendara saat menghadiri peluncuran aplikasi transportasi digital GoJo Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Dalam sambutannya yang mewakili Kapolda Jawa Timur, Rahmat Hakim menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran GoJo sekaligus mengingatkan para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya. Menurutnya, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama. Ia mengungkapkan bahwa jalan raya masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, para pengemudi transportasi online maupun masyarakat pengguna jalan diminta untuk tidak lengah saat berkendara.“Jalan raya adalah pembunuh tertinggi. Karena itu saya mengingatkan kepada seluruh pengemudi untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berada di jalan,” ujar Rahmat Hakim. Dirlantas juga membagikan pengalaman pribadinya saat masih muda yang gemar berkendara tanpa memikirkan risiko keselamatan. Namun setelah bertugas di bidang lalu lintas dan mempelajari berbagai data kecelakaan, ia menyadari besarnya dampak yang ditimbulkan oleh kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, dampak kecelakaan tidak hanya mengancam nyawa korban, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan. Seorang pengemudi yang menjadi tulang punggung keluarga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Ketika seorang pencari nafkah mengalami kecelakaan, dampaknya tidak hanya pada dirinya sendiri. Keluarga juga ikut merasakan akibatnya, bahkan bisa mengalami kesulitan ekonomi,” katanya. Rahmat Hakim menuturkan bahwa kecelakaan yang menyebabkan luka berat sering kali menimbulkan beban biaya pengobatan yang tidak sedikit. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang. Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya saat pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera cukup serius. Beruntung, dirinya dapat pulih sehingga tetap dapat melanjutkan pendidikan dan karier di Kepolisian.Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang terus ia sampaikan kepada masyarakat, khususnya para pengemudi transportasi online yang setiap hari menghabiskan banyak waktu di jalan raya. “Kami tidak bermaksud menakut-nakuti, tetapi mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam mencari rezeki. Jangan sampai karena kelalaian, masa depan diri sendiri dan keluarga menjadi taruhannya,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Rahmat Hakim juga berharap kehadiran GoJo Jawa Timur dapat menjadi alternatif layanan transportasi digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi. “Selamat atas peluncuran GoJo Jawa Timur. Semoga dapat menjadi pilihan masyarakat Jawa Timur dan memberikan manfaat, baik dari sisi pelayanan, ketertiban, maupun kesejahteraan para pengemudinya,” pungkasnya. Peluncuran GoJo Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat ekosistem transportasi digital yang aman, tertib, dan berorientasi pada keselamatan, sejalan dengan upaya pemerintah dan kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur.

Kadishub Jatim Nyono Apresiasi Launching GoJo, Dorong Transportasi Digital yang Aman dan Berkelanjutan

SURABAYA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengapresiasi peluncuran platform transportasi digital GoJo Jawa Timur yang digelar pada Minggu (2/8/2026). Menurutnya, kehadiran inovasi digital di sektor transportasi tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas lapangan pekerjaan serta memperkuat perekonomian daerah. Dalam sambutannya, Nyono menegaskan bahwa setiap inovasi teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan. Teknologi, lanjutnya, harus mampu menghadirkan kemudahan, keamanan, kenyamanan, serta manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap GoJo Jawa Timur dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung sistem transportasi yang lebih tertib, aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Nyono. Ia menambahkan, pembangunan ekosistem transportasi digital yang sehat memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas pengemudi, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan layanan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Selain mendukung sektor transportasi, Nyono juga mengapresiasi komitmen GoJo dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, platform digital memiliki peran penting dalam memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kehadiran platform digital diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, dan memperkuat ekonomi daerah,” katanya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan, lanjut Nyono, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung berbagai inovasi di bidang transportasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap inovasi harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku, terutama terkait keselamatan berlalu lintas, perlindungan pengguna jasa, perlindungan mitra pengemudi, serta kualitas pelayanan yang profesional. Karena itu, Nyono mengajak seluruh pihak menjadikan peluncuran GoJo Jawa Timur sebagai momentum memperkuat kerja sama dalam menghadirkan layanan transportasi digital yang berkualitas dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Semoga GoJo Jawa Timur dapat berkembang dengan baik, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, serta menjadi bagian dari kemajuan ekonomi digital di Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. Peluncuran GoJo Jawa Timur diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan inovasi transportasi berbasis digital yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan menciptakan ekosistem transportasi yang lebih modern, aman, serta berkelanjutan di Jawa Timur.

SMK Negeri 6 Surabaya Sumbang Prestasi Gemilang, Perkuat Dominasi Jawa Timur pada LKS Dikmen Nasional 2026

SURABAYA – Keberhasilan Jawa Timur mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Nasional 2026 tidak lepas dari kontribusi sejumlah sekolah vokasi terbaik di provinsi ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah SMK Negeri 6 Surabaya yang kembali menorehkan prestasi membanggakan dan turut menyumbang medali bagi kontingen Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi SMK Negeri 6 Surabaya dalam mencetak siswa berkompeten yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi erat dengan dunia usaha serta dunia industri, sekolah ini berhasil mengantarkan para siswanya tampil maksimal dalam kompetisi keterampilan terbesar bagi pelajar vokasi di Indonesia tersebut. Kepala SMK Negeri 6 Surabaya, Asyharuddin, S.Pd., S.ST., M.Pd., mengungkapkan bahwa capaian yang diraih para siswa merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras peserta, guru pembimbing, manajemen sekolah, hingga dukungan mitra industri. Menurutnya, persiapan menuju LKS Nasional dilakukan jauh sebelum kompetisi berlangsung. Setelah berhasil menjadi juara di tingkat Provinsi Jawa Timur, para siswa langsung mendapatkan pembinaan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding. “Kami tidak hanya melakukan latihan di sekolah, tetapi juga menggali berbagai informasi dari dunia industri. Anak-anak kami tempatkan langsung di industri agar memahami standar kerja yang sesungguhnya. Sejak meraih juara tingkat provinsi hingga dua minggu menjelang nasional, mereka menjalani pelatihan penuh di dunia industri,” ujar Asyharuddin. Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa. Dengan pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional, peserta mampu memahami kebutuhan industri sekaligus mengasah keterampilan sesuai standar yang digunakan di dunia kerja. Pada LKS Dikmen Nasional 2026, siswa SMK Negeri 6 Surabaya tampil kompetitif dan berhasil meraih prestasi membanggakan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kualitas pendidikan vokasi terbaik di Indonesia. Asyharuddin menilai keberhasilan para siswa tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari pengalaman, kemampuan adaptasi, dan peningkatan kompetensi yang diperoleh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. “LKS bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana mengukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Anak-anak yang mengikuti ajang ini mendapatkan pengalaman luar biasa yang akan menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, para guru pembimbing, orang tua siswa, serta dunia industri yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan industri menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pendidikan vokasi. Melalui kerja sama tersebut, siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik kerja sesuai kebutuhan lapangan. Ke depan, SMK Negeri 6 Surabaya bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi siswa. Sekolah menargetkan capaian yang lebih baik pada penyelenggaraan LKS Dikmen Nasional tahun berikutnya. “Harapan kami tentu Jawa Timur kembali menjadi juara umum untuk kelima kalinya. Untuk SMK Negeri 6 Surabaya sendiri, kami ingin meningkatkan prestasi yang telah diraih. Insya Allah tahun depan hasilnya bisa lebih baik lagi,” ungkap Asyharuddin. Ia menegaskan bahwa semangat berprestasi akan terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik. Sesuai slogan sekolah, SMK Negeri 6 Surabaya berkomitmen melahirkan lulusan yang cerdas, unggul, dan berkarakter sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Prestasi yang diraih dalam LKS Dikmen Nasional 2026 semakin mempertegas posisi SMK Negeri 6 Surabaya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur. Keberhasilan tersebut juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama sekolah serta daerah di berbagai ajang prestasi. Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, SMK Negeri 6 Surabaya optimistis dapat terus menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi Jawa Timur sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan dunia industri di masa depan. Sedangkan Salah satu siswi terbaiknya, Olivia Widyasari Pratama, berhasil meraih Medali Emas pada bidang Cooking, sekaligus turut mengantarkan Jawa Timur mempertahankan gelar Juara Umum LKS Dikmen Nasional untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Atas prestasi tersebut, Olivia menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Penerimaan dan Apresiasi Tim Kontingen Jawa Timur LKS Dikmen Nasional 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).Keberhasilan meraih medali emas di tingkat nasional menjadi momen yang sangat berkesan bagi Olivia. Dengan penuh rasa haru dan bangga, ia mengaku tidak menyangka perjuangan panjang yang dijalaninya selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. “Saya bangga sekali bisa mendapatkan penghargaan dan hadiah langsung dari Ibu Gubernur. Menjadi juara nasional ini merupakan cita-cita saya sejak lama. Alhamdulillah, hari ini cita-cita itu bisa terwujud,” ujar Olivia. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih seorang diri. Di balik medali emas yang kini diraihnya, terdapat dukungan besar dari para guru pembimbing, keluarga, serta pihak sekolah yang selalu memberikan motivasi dan arahan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Olivia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru pembimbing yang dengan sabar mendampingi setiap tahapan latihan. Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dan motivasi dari para pembimbing yang tidak pernah lelah memberikan arahan demi meningkatkan kemampuan kompetensinya di bidang tata boga. “Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru pembimbing yang selalu mendampingi saya selama latihan. Mereka selalu memberikan semangat, masukan, dan membimbing saya hingga bisa meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” katanya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala SMK Negeri 6 Surabaya, Asyharuddin, S.Pd., S.ST., M.Pd.,serta para guru guru yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan prestasi siswa. Menurut Olivia, perhatian dan fasilitas yang diberikan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang membantunya tampil maksimal dalam kompetisi. “Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Sekolah yang selalu mendukung dan memberikan kesempatan kepada kami untuk berkembang. Dukungan dari sekolah membuat saya semakin percaya diri untuk berkompetisi dan membawa nama baik SMKN 6 Surabaya serta Jawa Timur,” tuturnya. Prestasi yang diraih Olivia sekaligus mempertegas kualitas pendidikan vokasi di SMKN 6 Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di bidang pariwisata dan tata boga. Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan siswa-siswi berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional. Bagi Olivia, medali emas ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita yang lebih tinggi. Ia berharap prestasinya dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi dan bekerja keras meraih prestasi terbaik.