SURABAYA – Keberhasilan Jawa Timur mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Nasional 2026 tidak lepas dari kontribusi sejumlah sekolah vokasi terbaik di provinsi ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah SMK Negeri 6 Surabaya yang kembali menorehkan prestasi membanggakan dan turut menyumbang medali bagi kontingen Jawa Timur.

Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi SMK Negeri 6 Surabaya dalam mencetak siswa berkompeten yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi erat dengan dunia usaha serta dunia industri, sekolah ini berhasil mengantarkan para siswanya tampil maksimal dalam kompetisi keterampilan terbesar bagi pelajar vokasi di Indonesia tersebut.

Kepala SMK Negeri 6 Surabaya, Asyharuddin, S.Pd., S.ST., M.Pd., mengungkapkan bahwa capaian yang diraih para siswa merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras peserta, guru pembimbing, manajemen sekolah, hingga dukungan mitra industri.

Menurutnya, persiapan menuju LKS Nasional dilakukan jauh sebelum kompetisi berlangsung. Setelah berhasil menjadi juara di tingkat Provinsi Jawa Timur, para siswa langsung mendapatkan pembinaan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding.
“Kami tidak hanya melakukan latihan di sekolah, tetapi juga menggali berbagai informasi dari dunia industri. Anak-anak kami tempatkan langsung di industri agar memahami standar kerja yang sesungguhnya. Sejak meraih juara tingkat provinsi hingga dua minggu menjelang nasional, mereka menjalani pelatihan penuh di dunia industri,” ujar Asyharuddin.
Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa. Dengan pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional, peserta mampu memahami kebutuhan industri sekaligus mengasah keterampilan sesuai standar yang digunakan di dunia kerja.
Pada LKS Dikmen Nasional 2026, siswa SMK Negeri 6 Surabaya tampil kompetitif dan berhasil meraih prestasi membanggakan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kualitas pendidikan vokasi terbaik di Indonesia.
Asyharuddin menilai keberhasilan para siswa tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari pengalaman, kemampuan adaptasi, dan peningkatan kompetensi yang diperoleh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“LKS bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana mengukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Anak-anak yang mengikuti ajang ini mendapatkan pengalaman luar biasa yang akan menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, para guru pembimbing, orang tua siswa, serta dunia industri yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada para peserta.
Menurutnya, sinergi antara sekolah dan industri menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pendidikan vokasi. Melalui kerja sama tersebut, siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik kerja sesuai kebutuhan lapangan.
Ke depan, SMK Negeri 6 Surabaya bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi siswa. Sekolah menargetkan capaian yang lebih baik pada penyelenggaraan LKS Dikmen Nasional tahun berikutnya.
“Harapan kami tentu Jawa Timur kembali menjadi juara umum untuk kelima kalinya. Untuk SMK Negeri 6 Surabaya sendiri, kami ingin meningkatkan prestasi yang telah diraih. Insya Allah tahun depan hasilnya bisa lebih baik lagi,” ungkap Asyharuddin.
Ia menegaskan bahwa semangat berprestasi akan terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik. Sesuai slogan sekolah, SMK Negeri 6 Surabaya berkomitmen melahirkan lulusan yang cerdas, unggul, dan berkarakter sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Prestasi yang diraih dalam LKS Dikmen Nasional 2026 semakin mempertegas posisi SMK Negeri 6 Surabaya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur. Keberhasilan tersebut juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama sekolah serta daerah di berbagai ajang prestasi.
Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, SMK Negeri 6 Surabaya optimistis dapat terus menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi Jawa Timur sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan dunia industri di masa depan.
Sedangkan Salah satu siswi terbaiknya, Olivia Widyasari Pratama, berhasil meraih Medali Emas pada bidang Cooking, sekaligus turut mengantarkan Jawa Timur mempertahankan gelar Juara Umum LKS Dikmen Nasional untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Atas prestasi tersebut, Olivia menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Penerimaan dan Apresiasi Tim Kontingen Jawa Timur LKS Dikmen Nasional 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).
Keberhasilan meraih medali emas di tingkat nasional menjadi momen yang sangat berkesan bagi Olivia. Dengan penuh rasa haru dan bangga, ia mengaku tidak menyangka perjuangan panjang yang dijalaninya selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.
“Saya bangga sekali bisa mendapatkan penghargaan dan hadiah langsung dari Ibu Gubernur. Menjadi juara nasional ini merupakan cita-cita saya sejak lama. Alhamdulillah, hari ini cita-cita itu bisa terwujud,” ujar Olivia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih seorang diri. Di balik medali emas yang kini diraihnya, terdapat dukungan besar dari para guru pembimbing, keluarga, serta pihak sekolah yang selalu memberikan motivasi dan arahan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Olivia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru pembimbing yang dengan sabar mendampingi setiap tahapan latihan. Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dan motivasi dari para pembimbing yang tidak pernah lelah memberikan arahan demi meningkatkan kemampuan kompetensinya di bidang tata boga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru pembimbing yang selalu mendampingi saya selama latihan. Mereka selalu memberikan semangat, masukan, dan membimbing saya hingga bisa meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala SMK Negeri 6 Surabaya, Asyharuddin, S.Pd., S.ST., M.Pd.,serta para guru guru yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan prestasi siswa. Menurut Olivia, perhatian dan fasilitas yang diberikan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang membantunya tampil maksimal dalam kompetisi.
“Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Sekolah yang selalu mendukung dan memberikan kesempatan kepada kami untuk berkembang. Dukungan dari sekolah membuat saya semakin percaya diri untuk berkompetisi dan membawa nama baik SMKN 6 Surabaya serta Jawa Timur,” tuturnya.
Prestasi yang diraih Olivia sekaligus mempertegas kualitas pendidikan vokasi di SMKN 6 Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di bidang pariwisata dan tata boga. Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan siswa-siswi berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.
Bagi Olivia, medali emas ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita yang lebih tinggi. Ia berharap prestasinya dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi dan bekerja keras meraih prestasi terbaik.
“Saya berharap teman-teman tidak pernah takut untuk mencoba dan terus berlatih. Dengan kerja keras, doa, dan dukungan dari guru serta orang tua, kita bisa meraih apa yang kita cita-citakan,” pungkasnya.


