Pigora News Jatim

Closing Sekolah Politik HMI-WATI, Wamendag RI Dyah Roro Esti Tekankan Perjuangan dan Kerja Keras Generasi Muda

Surabaya- Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menjadi narasumber dalam kegiatan Stadium General pada Closing Ceremony Sekolah Politik Perempuan yang diselenggarakan oleh Korps HMI-WATI, Senin (27/4/2026) di Surabaya. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pendidikan politik bagi kader perempuan sekaligus ruang refleksi tentang peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.


Dalam pemaparannya, Dyah Roro Esti mengawali dengan berbagi pengalaman pribadinya saat dipercaya menjadi wakil rakyat selama lima tahun. Dari perjalanan tersebut, ia menekankan bahwa politik pada dasarnya adalah soal momentum. Menurutnya, setiap individu—baik laki-laki maupun perempuan—memiliki momentum yang berbeda dalam memasuki dunia politik.


Ia mencontohkan pengalamannya saat maju di daerah pemilihan pada 2019, di mana saat itu keterwakilan perempuan masih minim. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan yang kemudian ia manfaatkan untuk berjuang. “Politik adalah momentum. Ketika kesempatan itu datang, yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkannya,” ujarnya.


Selain momentum, ia juga menyoroti pentingnya kesempatan sebagai faktor penentu keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh ruang yang diberikan oleh partai politik maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ia mendorong peserta untuk mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan kerja keras dan niat yang kuat.


Lebih lanjut, Dyah Roro Esti menjelaskan bahwa baik sebagai wakil rakyat maupun sebagai bagian dari eksekutif, prinsip utama yang harus dipegang adalah bagaimana amanah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dalam konteks tugasnya di Kementerian Perdagangan, ia memaparkan tiga fokus utama yang saat ini dijalankan. Pertama, penguatan pasar dalam negeri, termasuk menjaga stabilitas harga dan mendorong revitalisasi pasar. Kedua, perluasan pasar luar negeri melalui berbagai kerja sama dan perjanjian perdagangan internasional. Ketiga, peningkatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM, agar mampu bersaing hingga ke pasar global.


Ia juga menyoroti peran besar UMKM dalam perekonomian nasional yang menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB). Menariknya, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Hal ini, menurutnya, menjadi potensi besar yang harus terus didorong melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk fasilitasi pemasaran hingga ke retail modern dan pasar internasional.


“Perempuan memiliki kontribusi besar dalam perekonomian, terutama melalui UMKM. Ini yang harus kita dorong agar bisa naik kelas, dari lokal hingga global,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalamannya berinteraksi dengan berbagai negara dalam upaya membuka pasar ekspor. Ia menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar global serta membangun jejaring internasional untuk memperluas peluang produk Indonesia di luar negeri.


Menutup pemaparannya, Dyah Roro Esti memberikan pesan khusus kepada generasi muda, terutama kader perempuan, untuk terus berproses dan tidak takut menghadapi kegagalan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan harus dijemput melalui kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba.


“Keberhasilan tidak cukup hanya dengan berdoa, tetapi harus dijemput dengan usaha. Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik,” tegasnya.


Ia juga mengajak perempuan untuk saling mendukung satu sama lain, serta membangun rasa percaya diri sebagai langkah awal menuju kesuksesan. Menurutnya, kolaborasi dan solidaritas menjadi kunci dalam memperkuat peran perempuan di berbagai bidang, termasuk politik dan ekonomi.


Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya memiliki pemahaman politik yang baik, tetapi juga siap berkontribusi secara nyata dalam pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *