Pigora News Jatim

HUT ke-25 Pasmar 2, Prajurit Turun ke Pantai Kenjeran Tanam Mangrove dan Bersih Lingkungan

Surabaya- Pasmar 2 menggelar Kegiatan olahraga bersama yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove rangka memperingati HUT nya ke-25 Jumat (27/3/2026) pagi yang berlangsung di kawasan Kenjeran Park dan diikuti oleh prajurit serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan hari jadi, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kawasan pesisir.

Menurutnya, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, hingga pihak swasta yang turut memberikan dukungan, termasuk penyediaan bibit pohon mangrove. Kehadiran perwakilan Dinas Lingkungan Hidup serta stakeholder lainnya dinilai menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Ia juga mengapresiasi pengelola kawasan wisata Kenjeran yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Kawasan ini dinilai sebagai salah satu ikon wisata di Kota Surabaya yang memiliki potensi besar dan perlu terus dijaga kebersihan serta kelestariannya.

Dalam kesempatan itu, Oni Junianto menekankan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan aktivitas penghijauan sejak kecil, mulai dari menanam pohon hingga aktif dalam kegiatan pecinta alam. Pengalaman tersebut membentuk kepeduliannya terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan contoh nyata bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membersihkan pantai dan menanam mangrove,” ujarnya.

Aksi bersih pantai dan penanaman mangrove ini, lanjutnya, menjadi simbol komitmen Pasmar 2 dalam menjaga ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap karbon dioksida, pelindung abrasi, serta habitat berbagai biota laut.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menebang mangrove secara sembarangan, mengingat dampaknya yang besar terhadap kerusakan lingkungan. Edukasi dan kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Kegiatan ini diharapkannya tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran bersama untuk mencintai lingkungan. Dengan demikian, keberadaan kawasan pesisir yang bersih dan hijau dapat terus terjaga untuk generasi mendatang, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *