Pigora News Jatim

Kadispora Jatim Hadi Wawan: YC2 Jadi Program Prioritas Gubernur untuk Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing Nasional

Malang- Program Youth Creativepreneur Centre (YC2) Sub Sektor Fashion Tahun 2025 yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bidang kepemudaan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dispora Jatim, Hadi Wawan Guntoro, saat memberikan arahan dalam pembukaan kegiatan YC2 di BLK Wonojati, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang 8 Desember 2025.

Hadi Wawan Guntoro menegaskan bahwa YC2 merupakan bagian dari agenda strategis yang sejalan dengan visi dan arahan Gubernur Jawa Timur dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif.

“YC2 ini termasuk salah satu program prioritas Ibu Gubernur di bidang kepemudaan. Dan karena Dispora memang membidangi urusan pemuda, maka program ini menjadi sangat relevan dan strategis untuk terus kita dorong,” ujarnya.

Menurutnya, Dispora Jatim telah merancang sejumlah program penguatan kewirausahaan pemuda yang berfokus pada berbagai subsektor ekonomi kreatif. Sub sektor fashion menjadi salah satu fokus utama pada tahun ini, yang selanjutnya akan diikuti subsektor lain seperti kriya dan kuliner.

“Sekarang ini kita mulai dari fashion. Ke depan ada kriya, kemudian ada kuliner. Harapannya, pembinaan ini berjalan berkelanjutan dan terukur,” jelasnya.

Ia menambahkan, aspek keterukuran menjadi penting dalam program YC2. Oleh karena itu, para peserta yang mengikuti pelatihan akan diseleksi dan diarahkan untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang terstandar secara nasional.

“Nanti peserta dari kegiatan ini akan kita seleksi lagi untuk mengikuti uji sertifikasi. Kalau sudah tersertifikasi BNSP, itu artinya kompetensi mereka sudah memenuhi standar nasional. Ini penting agar kualitas SDM pemuda kita betul-betul diakui,” tegasnya.

Hadi Wawan Guntoro menjelaskan bahwa sebagian besar peserta YC2 bukanlah pemula yang benar-benar baru memulai usaha, melainkan pemuda yang sudah lebih dulu melakukan aktivitas usaha di daerah masing-masing. Melalui YC2, mereka mendapatkan penguatan kapasitas agar usaha yang dijalankan bisa naik kelas.

“Mereka ini rata-rata sudah punya aktivitas, bukan yang nol. Di sini kita beri penguatan kapasitas, diajari bagaimana membangun usaha yang baik, membangun jejaring usaha, mengelola pemasaran, supaya ujungnya mereka bisa mandiri dan berproduksi secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hadi menekankan bahwa tujuan akhir dari YC2 adalah menciptakan wirausaha muda yang tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Goal-nya mereka bisa menghasilkan, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk warga di sekitarnya. Ini yang kita harapkan dari kewirausahaan pemuda,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi Wawan Guntoro juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekosistem kewirausahaan pemuda. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus melibatkan berbagai pihak.

“Ke depan tentu harus ada kolaborasi lintas sektor, baik dengan BUMD, perangkat daerah lain, maupun dengan badan usaha. Ini penting supaya penguatan pemuda ini tidak berhenti hanya di pelatihan,” ujarnya.

Ia melihat situasi pasar saat ini, termasuk maraknya barang impor dan barang bekas, justru menjadi peluang besar bagi produk lokal, khususnya produk fesyen buatan pemuda Jawa Timur.

“Masuknya barang impor dan barang bekas tentu mengganggu produksi pengrajin dan pengusaha lokal. Tapi ini juga peluang besar. Anak-anak muda harus melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkuat produk lokal Jawa Timur,” jelasnya.

Hadi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan dari berbagai sisi, mulai dari kebijakan, pelatihan, hingga peluang permodalan dan pemasaran, agar ekosistem kewirausahaan pemuda dapat terbentuk secara kuat dan saling terhubung.

“Dari sisi kebijakan ada dukungan, dari sisi pelatihan ada dukungan. Ke depan mudah-mudahan dari sisi permodalan dan pemasaran juga ada dukungan. Ini yang kita sebut membangun ekosistem kewirausahaan pemuda,” katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah produk lokal yang telah dibina dan kemudian dilibatkan dalam misi dagang antarprovinsi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti konkret bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang nyata.

“Kalau produknya sudah sustain, sudah siap secara kapasitas, bisa kita libatkan dalam misi dagang. Ada permintaan, ada transaksi, dan itu menciptakan perputaran ekonomi. Harapan kita, peserta YC2 ini bisa sampai ke tahap itu,” ujarnya.

Bahkan, Hadi menyebutkan bahwa produk-produk hasil karya wirausaha muda ke depan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan pemerintah daerah, seperti produk cenderamata resmi.

“Ke depan, bukan tidak mungkin produk-produk dari teman-teman ini bisa menjadi souvenir atau produk resmi pemerintah. Ini bentuk nyata keberpihakan kepada produk lokal,” pungkasnya.

Melalui YC2 Sub Sektor Fashion Tahun 2025, Hadi Wawan optimistis akan lahir wirausaha muda yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Jawa Timur secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *