Surabaya – Klinik Tirta Medical Centre bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Jawa Timur menggelar kegiatan pemeriksaan HPV DNA gratis bagi perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Panti Asuhan YPPAY Adinda, Surabaya, dan diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari berbagai wilayah sekitar.

Kegiatan pemeriksaan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan RI dalam upaya deteksi dini kanker serviks, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan akses pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya kelompok perempuan yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Direktur Wilayah Lembaga Kesehatan Masyarakat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LKM BKPRMI) Jawa Timur, Fuad, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan HPV DNA gratis ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.
“Kegiatan hari ini merupakan pemeriksaan HPV DNA gratis sebagai bagian dari program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Klinik Tirta Medical Centre dan LKM BKPRMI Jawa Timur. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk deteksi dini kanker serviks pada perempuan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fuad menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan HPV DNA ini tidak berhenti pada satu lokasi saja. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus digelar secara berkala di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Timur, menyesuaikan dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI serta kesiapan para mitra pelaksana di daerah.
“Kegiatan pemeriksaan HPV DNA ini direncanakan untuk terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah, terutama di Jawa Timur. Harapannya, kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan,” tambahnya.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan dan penanganan kanker serviks. Dengan pemeriksaan HPV DNA, potensi risiko kanker serviks dapat diketahui sejak dini sebelum muncul gejala yang lebih serius, sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap angka kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks semakin meningkat. Dengan begitu, potensi penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani dengan tepat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah preventif nyata untuk menekan angka kanker serviks di Indonesia,” jelas Fuad.
Dalam kesempatan tersebut, Fuad juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar tidak takut dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar bagi diri sendiri, keluarga, dan generasi mendatang.
“Pesan utama kami adalah agar masyarakat, khususnya kaum perempuan, tidak takut dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini adalah kunci utama pencegahan penyakit serius. Manfaatkan program-program kesehatan yang disediakan oleh pemerintah dan mitraI sosial, dalam hal ini LKM BKPRMI Jawa Timur, karena kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi diri sendiri, keluarga, dan generasi mendatang,” pungkasnya.
Kegiatan pemeriksaan HPV DNA gratis ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, para peserta juga memperoleh edukasi mengenai kanker serviks, pentingnya deteksi dini, serta pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya perempuan di Jawa Timur.



