Pigora News Jatim

OPOP Jatim 2025 Berakhir Sukses, Gus Ghofirin: Pesantren Kian Berdaya dan Berkualitas

SURABAYA — Pameran One Pesantren One Product (OPOP) Jatim 2025 resmi ditutup pada Minggu malam, 16 November 2025. Penutupan tahun ketujuh gelaran ini berlangsung meriah dengan tingginya antusiasme peserta, kolaborasi program Bangga Buatan Indonesia, serta pembagian berbagai hadiah bagi pesantren yang ikut berpartisipasi.

Sekjen OPOP Jatim, Gus Ghofirin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pameran yang digelar selama empat hari tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini penutupan OPOP ke-7 tahun 2025 berlangsung begitu meriah. Banyak yang hadir, ditambah kolaborasi dengan program Bangga Buatan Indonesia. Berbagai hadiah telah diundi, dan para pengasuh serta peserta dari pesantren tampak senang dan bangga bisa berkontribusi dalam Expo 2025,” ujar Gus Ghofirin.

Ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh terlaksananya pameran tahun ini.

“Saya selaku Sekjen OPOP Jatim mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bapak Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Bapak Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, seluruh kepala dinas yang hadir maupun yang mendukung dari jauh, serta semua sponsorship dan partisipan. Tidak lupa kepada seluruh pondok pesantren yang selama empat hari membersamai Expo 2025,” tambahnya.

Gus Ghofirin berharap OPOP Jatim terus menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi pesantren yang berdampak luas serta mampu mewujudkan visi besar organisasi. “Sukses selalu, semoga kita bersama-sama dapat mewujudkan pesantren berdaya, masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Sedangkan dalam kesempatannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pameran OPOP Jatim 2025 kembali mencatatkan capaian positif, termasuk meningkatnya transaksi dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan ekonomi pesantren yang dijalankan Pemprov Jatim telah berada pada jalur yang tepat.

“Prinsipnya, transaksi tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan di Jatim sudah on the track. Teman-teman pesantren yang mendaftar untuk tahun 2026 juga semakin banyak. Alhamdulillah, ini bukti bahwa program Ibu Gubernur sangat diterima kalangan pesantren—semakin bagus dan semakin berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendampingan lintas sektor menjadi kunci agar pesantren semakin berdaya secara ekonomi. “Kami berharap pendampingan yang kami lakukan, baik dari Dinas Koperasi dan UKM maupun dari dinas lainnya—pertanian, peternakan, PMD, hingga kelautan—dapat membawa pesantren lebih berdaya, lebih kuat secara ekonomi sehingga mampu menyejahterakan santri, sosialnya, bahkan alumninya.”

Pada pameran tahun ini, total transaksi tercatat mencapai Rp3,2 miliar selama tiga hari pelaksanaan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan OPOP tidak hanya diukur dari tingginya transaksi jangka pendek, tetapi juga dari terbangunnya jejaring bisnis antarpesantren maupun dengan pelaku usaha besar.

“Harapan kami tidak berhenti pada transaksi di tempat saja, tetapi bagaimana setelah ini mereka menjalin hubungan dengan pelaku usaha lain—misalnya bertemu dengan player besar lalu produknya dibeli lagi, atau bertemu dengan kebutuhan baru. Karena yang hadir ini dari seluruh penjuru Jawa Timur, sehingga pesantren bisa terus bertemu, berjejaring, dan melanjutkan transaksi berikutnya,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Pemprov Jatim optimistis pemberdayaan ekonomi pesantren melalui OPOP akan terus berkembang dan memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat pesantren di seluruh wilayah Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *