Pigora News Jatim

Pemprov Jatim Resmikan OPOP Training Center di ITS Surabaya, Tekankan Sinergi, Inovasi, dan Sertifikasi Halal dalam Penguatan OPOP

Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UMKM) Jawa Timur menggelar peresmian OPOP Training Center sebagai bagian dari penguatan program One Pesantren One Product (OPOP). Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Auditorium Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Peresmian OPOP Training Center dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, sebagai wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis pesantren melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Nusa, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren, Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 43 Tahun 2023 sebagai aturan pelaksana, serta Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1.250-0.13.2025 tentang Tim Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Pesantren melalui Program OPOP Tahun 2025–2030.

Endy menjelaskan, peresmian OPOP Training Center di ITS ini bertujuan sebagai bukti konkret sinergi dan kolaborasi pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penguatan ekonomi pesantren. Keberadaan training center tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk peningkatan kapasitas, inovasi, serta kemandirian ekonomi pesantren di Jawa Timur.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan OPOP Training Center agar ke depan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi pesantren dan UMKM berbasis pesantren di Jawa Timur,” ujar Endy Nusa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan OPOP Show yang dilaksanakan pada pagi hari dengan mengangkat tema Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren Jawa Timur. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten dan pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan produk unggulan pesantren.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan sertifikat penghargaan kepada sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Banyuwangi dan Mojokerto, atas dukungannya terhadap program IPOTREN OPOP Jawa Timur. Tidak hanya itu, turut diserahkan sertifikat Zona Khas Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, sebagai bentuk penguatan standar mutu produk pesantren.

Acara ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan pesantren, peserta program OPOP, pemangku kepentingan, serta tim IPOTREN OPOP Jawa Timur. Hadir pula perwakilan dari unsur TNI AL, BPJS Ketenagakerjaan, perbankan daerah, akademisi, dan mitra strategis lainnya.

Dengan diresmikannya OPOP Training Center di ITS Surabaya, Endy optimistis program OPOP akan semakin berdampak nyata dalam menciptakan pesantren yang mandiri secara ekonomi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sedangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha pesantren dalam memperkuat program One Pesantren One Product (OPOP).

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada ITS sebagai tuan rumah OPOP Training Center yang dinilainya memiliki kekuatan besar dalam pengembangan desain produk, teknologi, hingga inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Menurutnya, desain kemasan (packaging) menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing produk, khususnya bagi pelaku usaha ultramikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pesantren.

“Produk yang look nice akan memiliki daya tarik lebih luas di pasar. Kemasan yang baik sering kali menjadi pintu pertama yang menarik konsumen, bahkan sebelum mereka mengenal isi produknya,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin, yang dinilai dapat menjadi inspirasi penguatan produk industri kreatif di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Ia berharap keberadaan OPOP Training Center dapat menjadi pusat inspirasi dan inovasi bagi seluruh pelaku UMKM dan industri kreatif di Jawa Timur.

Selain itu, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sertifikasi halal, khususnya untuk produk makanan dan minuman (mamin). Ia menilai proses sertifikasi halal tidak mudah dan membutuhkan dukungan lembaga yang kredibel serta proses laboratoris yang valid. Oleh karena itu, keterlibatan ITS dalam pendampingan sertifikasi halal menjadi langkah strategis bagi keberlanjutan produk OPOP.

“Sertifikasi halal itu tidak murah dan tidak sederhana, tetapi sangat penting untuk membangun kepercayaan pasar. Maka sinergi OPOP dengan ITS, termasuk rumah produksi, sertifikasi halal, dan pemanfaatan teknologi digital, menjadi nilai tambah yang luar biasa,” tegasnya.

Khofifah juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dan startup berbasis pesantren untuk mendukung pengembangan usaha OPOP. Menurutnya, kurasi produk menjadi tahapan penting sebelum produk OPOP dipasarkan lebih luas, baik melalui misi dagang maupun business matching internasional.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, business matching OPOP secara daring telah menjangkau 17 negara dan menjadi pintu pembuka bagi produk pesantren Jawa Timur untuk menembus pasar global. Bahkan saat ini, terdapat peluang besar produk OPOP untuk masuk ke sektor makanan siap saji (ready to eat) bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

“Jumlah kebutuhan konsumsi jamaah haji sangat besar. Ini adalah peluang emas. Saat ini ada tiga pelaku usaha OPOP dari Jawa Timur yang telah masuk tahap akhir, dan ke depan peluang ini harus terus diperluas,” ungkap Khofifah.

Menutup sambutannya, Gubernur Khofifah berharap seluruh insan dan pelaku OPOP dapat memaksimalkan keberadaan OPOP Training Center ITS sebagai pusat penguatan kapasitas, inovasi, dan jejaring pasar. Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, OPOP akan semakin strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan memperluas penetrasi produk Jawa Timur ke pasar nasional hingga global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *