Pigora News Jatim

Perkuat Mutu Pendidikan, Menteri Dikdasmen Hadiri Pengajian Akbar di Pesantren Amanatul Ummah Surabaya

​SURABAYA – Pondok Pesantren Putra Putri Amanatul Ummah Surabaya menggelar acara Pengajian Akbar dengan tema besar “Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Acara yang berlangsung khidmat ini bertempat di kompleks SMP-SMA Unggulan Amanatul Ummah, Jl. Siwalankerto Utara II No. 33, Surabaya.

​Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia menjadi magnet utama dalam acara ini. Kehadiran beliau disambut hangat oleh keluarga besar pesantren serta para tokoh masyarakat yang hadir untuk membahas masa depan pendidikan berbasis pesantren di Indonesia.


​Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Al-Barra / Gus Barra (Wakil Bupati Mojokerto) hadir memberikan sambutan mewakili keluarga besar Pesantren Amanatul Ummah sekaligus mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

​Dalam narasinya, Gus Barra mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran Bapak Menteri di tengah-tengah santri dan tenaga pendidik. Beliau mengenang momen pertemuan sebelumnya saat Bapak Menteri meresmikan salah satu SMK di Ngoro, Mojokerto, sebelum kini mengemban amanah di kabinet pusat.

​”Kami merasa bangga dan terharu. Kehadiran Bapak Menteri di lingkungan Pesantren Amanatul Ummah ini diharapkan mampu memberikan pencerahan dan kemajuan bagi lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren kami,” ujar Gus Barra dalam sambutannya.

​Komitmen Pendidikan Berjenjang
​Gus Barra juga memaparkan profil pendidikan di Amanatul Ummah yang komprehensif, mulai dari tingkat menengah (SMP/MTS dan SMA/MA) hingga jenjang perguruan tinggi (S1, S2, dan S3/Doktor) yang berpusat di Mojokerto. Melalui kehadiran Menteri Dikdasmen, pihak pesantren berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan berbasis agama untuk menciptakan standar mutu pendidikan yang merata.

​Acara ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh rangkaian kunjungan kerja Bapak Menteri di Jawa Timur berjalan lancar tanpa hambatan, serta membawa dampak positif bagi transformasi pendidikan nasional, khususnya di lingkungan pesantren.

​Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., memberikan paparan mendalam mengenai rahasia kesuksesan pendidikan di lembaga yang dipimpinnya.

Kyai Asep menyampaikan bahwa pendidikan bermutu bermula dari keikhlasan dan internalisasi visi yang kuat setiap harinya.

​Kiai Asep mengajak seluruh santri dan hadirin untuk melafalkan visi besar Amanatul Ummah, yang mencakup cita-cita luhur untuk bangsa dan agama:

-Mencetak Ulama dan Ilmuwan Besar: Menjadi sosok yang mampu menerangi dunia, khususnya Indonesia, dengan ilmu pengetahuan.

-​Pemimpin Bangsa dan Dunia: Melahirkan pemimpin yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadi​lan.

-Konglomerat dan Profesional: Mencetak pengusaha besar yang berkontribusi pada ekonomi bangsa serta profesional yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Selain visi prestasi, Kiai Asep juga menekankan pentingnya akhlak dan kesehatan fisik sebagai fondasi pendidikan. Dirinya secara tegas menyampaikan aturan ketat di pesantren, termasuk larangan keras terhadap rokok dan perilaku tidak disiplin.

​”Rokok adalah peluru panas yang tajam dan ganas. Itu adalah upaya agar bangsa kita menjadi lemah, bodoh, dan sakit-sakitan,” tegas Kiai Asep.

​Kyai Asep juga mengingatkan para santri tentang bahaya “jajan di luar” yang bisa menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, sistem yang ketat dan pelaksanaan yang bertanggung jawab adalah kunci agar lulusan Amanatul Ummah benar-benar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia demi kejayaan Indonesia.

​Kiai Asep menjelaskan bahwa untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, lembaga pendidikan harus memiliki visi yang jelas. Beliau menargetkan lulusannya tidak hanya menjadi ahli agama (ulama), tapi juga ilmuwan, pemimpin negara, hingga pengusaha besar (konglomerat) yang dermawan.

​”Kita laksanakan sistem secara ketat dan bertanggung jawab. Kita ingin anak-anak memiliki cita-cita tinggi, disiplin, dan bersih dari racun seperti rokok dan narkoba agar mereka siap membangun bangsa,” pungkas Kiai Asep disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *