Pigora News Jatim

PWM Jatim Gelar Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113, Haedar Nashir Sampaikan Pesan Ideologis dan Kebangsaan

SURABAYA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada 29 November 2025 di Kantor PWM Jawa Timur, Surabaya. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan peserra dari pimpinan persyarikatan, serta para tokoh Muhammadiyah se-Jatim. Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.A. turut memberikan sambutan melalui sambungan virtual.

Dalam amanatnya, Haedar Nashir kembali menegaskan pentingnya memahami ideologi, sistem, dan arah gerakan Muhammadiyah agar setiap kader dan pimpinan tidak berjalan dengan tafsirnya sendiri. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah memiliki fondasi pemikiran panjang yang dibangun sejak awal berdiri.

Haedar menjelaskan bahwa ajaran, falsafah, hingga pedoman gerakan Muhammadiyah telah tersusun dalam berbagai dokumen resmi sejak 1956 hingga kini. Di antaranya Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (1969), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (2000), Dakwah Kultural (2002), hingga Risalah Islam Berkemajuan.

“Para pembina, anggota, hingga pimpinan perlu membaca dokumen-dokumen itu agar tidak berorganisasi dengan paham sendiri. Di situ jelas terlihat distinctive Muhammadiyah—perbedaannya dengan yang lain,” ujarnya.

Haedar juga menyampaikan 10 Sifat Muhammadiyah sebagai karakter penting gerakan, termasuk kerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa kritik boleh dilakukan, namun harus tetap adil, santun, dan korektif.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kembali menyampaikan bahwa sistem organisasi persyarikatan bersifat kolektif-kolegial berbasis sistem, bukan sekadar kolektifitas. Karena itu, setiap majelis, lembaga, dan pimpinan diminta menjaga disiplin organisasi serta tidak membuat pernyataan atau sikap di luar mekanisme resmi.

“Segala sesuatunya dimusyawarahkan. Sistem itulah yang mengatur kita. Maka semua pihak harus menjaga jalannya sistem,” tegas Haedar.

Mengangkat tema Milad tentang kesejahteraan, Haedar menjelaskan bahwa isu tersebut merupakan kelanjutan dari agenda besar Tanwir Muhammadiyah di Kupang. Ia menyebut bahwa kesejahteraan lahir dan batin merupakan bagian penting dari ajaran Islam.

Menurutnya, bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam ekonomi, termasuk ketimpangan dan rendahnya kesejahteraan sebagian masyarakat. Di sisi lain, umat Islam sebagai mayoritas juga perlu ditingkatkan kualitas dan kemandiriannya.

“Jangan hanya bangga jumlah umat besar. Kualitasnya harus semakin maju. Kita harus berdaya secara ekonomi dan politik agar dapat membantu umat dan bahkan mendukung saudara-saudara kita seperti di Palestina,” ujar Haedar.

Dalam konteks kebangsaan, Haedar mengapresiasi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan ekonomi serta memperkuat peran negara. Muhammadiyah, menurutnya, harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas kontribusi bagi bangsa.

Ia menyinggung pentingnya memperkuat ekonomi melalui koperasi dan usaha-usaha Muhammadiyah, meski tantangannya tidak ringan. Pengalaman Muhammadiyah dalam berbagai program kemitraan, menurutnya, menjadi bukti bahwa persyarikatan mampu mandiri sekaligus bersinergi dengan pemerintah.

Haedar juga mengingatkan bahwa kehadiran kader Muhammadiyah di berbagai lembaga negara harus dipandang positif sebagai peluang kontribusi, bukan semata-mata kekuasaan.

“Kalau ada yang perlu dikoreksi, kita perbaiki. Tetapi jangan selalu berprasangka negatif. Jadikan amanah itu sebagai sarana memberi manfaat bagi bangsa,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Haedar berharap seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah terus memperkuat ideologi, memajukan kesejahteraan umat, menjaga sistem organisasi, serta meningkatkan peran kebangsaan.

“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan menjadi komitmen kita bersama untuk terus memajukan dakwah dan menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan,” pungkasnya.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *