Skip to main content

Pigora News Jatim

Kadishub Jatim Nyono Apresiasi Launching GoJo, Dorong Transportasi Digital yang Aman dan Berkelanjutan

SURABAYA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengapresiasi peluncuran platform transportasi digital GoJo Jawa Timur yang digelar pada Minggu (2/8/2026). Menurutnya, kehadiran inovasi digital di sektor transportasi tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas lapangan pekerjaan serta memperkuat perekonomian daerah. Dalam sambutannya, Nyono menegaskan bahwa setiap inovasi teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan. Teknologi, lanjutnya, harus mampu menghadirkan kemudahan, keamanan, kenyamanan, serta manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap GoJo Jawa Timur dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung sistem transportasi yang lebih tertib, aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Nyono. Ia menambahkan, pembangunan ekosistem transportasi digital yang sehat memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas pengemudi, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan layanan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Selain mendukung sektor transportasi, Nyono juga mengapresiasi komitmen GoJo dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, platform digital memiliki peran penting dalam memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kehadiran platform digital diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, dan memperkuat ekonomi daerah,” katanya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan, lanjut Nyono, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung berbagai inovasi di bidang transportasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap inovasi harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku, terutama terkait keselamatan berlalu lintas, perlindungan pengguna jasa, perlindungan mitra pengemudi, serta kualitas pelayanan yang profesional. Karena itu, Nyono mengajak seluruh pihak menjadikan peluncuran GoJo Jawa Timur sebagai momentum memperkuat kerja sama dalam menghadirkan layanan transportasi digital yang berkualitas dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Semoga GoJo Jawa Timur dapat berkembang dengan baik, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, serta menjadi bagian dari kemajuan ekonomi digital di Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. Peluncuran GoJo Jawa Timur diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan inovasi transportasi berbasis digital yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dan menciptakan ekosistem transportasi yang lebih modern, aman, serta berkelanjutan di Jawa Timur.

SMK Negeri 6 Surabaya Sumbang Prestasi Gemilang, Perkuat Dominasi Jawa Timur pada LKS Dikmen Nasional 2026

SURABAYA – Keberhasilan Jawa Timur mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Nasional 2026 tidak lepas dari kontribusi sejumlah sekolah vokasi terbaik di provinsi ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah SMK Negeri 6 Surabaya yang kembali menorehkan prestasi membanggakan dan turut menyumbang medali bagi kontingen Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi SMK Negeri 6 Surabaya dalam mencetak siswa berkompeten yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi erat dengan dunia usaha serta dunia industri, sekolah ini berhasil mengantarkan para siswanya tampil maksimal dalam kompetisi keterampilan terbesar bagi pelajar vokasi di Indonesia tersebut. Kepala SMK Negeri 6 Surabaya, Asyharuddin, S.Pd., S.ST., M.Pd., mengungkapkan bahwa capaian yang diraih para siswa merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras peserta, guru pembimbing, manajemen sekolah, hingga dukungan mitra industri. Menurutnya, persiapan menuju LKS Nasional dilakukan jauh sebelum kompetisi berlangsung. Setelah berhasil menjadi juara di tingkat Provinsi Jawa Timur, para siswa langsung mendapatkan pembinaan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding. “Kami tidak hanya melakukan latihan di sekolah, tetapi juga menggali berbagai informasi dari dunia industri. Anak-anak kami tempatkan langsung di industri agar memahami standar kerja yang sesungguhnya. Sejak meraih juara tingkat provinsi hingga dua minggu menjelang nasional, mereka menjalani pelatihan penuh di dunia industri,” ujar Asyharuddin. Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa. Dengan pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional, peserta mampu memahami kebutuhan industri sekaligus mengasah keterampilan sesuai standar yang digunakan di dunia kerja. Pada LKS Dikmen Nasional 2026, siswa SMK Negeri 6 Surabaya tampil kompetitif dan berhasil meraih prestasi membanggakan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kualitas pendidikan vokasi terbaik di Indonesia. Asyharuddin menilai keberhasilan para siswa tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari pengalaman, kemampuan adaptasi, dan peningkatan kompetensi yang diperoleh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. “LKS bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana mengukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Anak-anak yang mengikuti ajang ini mendapatkan pengalaman luar biasa yang akan menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, para guru pembimbing, orang tua siswa, serta dunia industri yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan industri menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pendidikan vokasi. Melalui kerja sama tersebut, siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik kerja sesuai kebutuhan lapangan. Ke depan, SMK Negeri 6 Surabaya bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi siswa. Sekolah menargetkan capaian yang lebih baik pada penyelenggaraan LKS Dikmen Nasional tahun berikutnya. “Harapan kami tentu Jawa Timur kembali menjadi juara umum untuk kelima kalinya. Untuk SMK Negeri 6 Surabaya sendiri, kami ingin meningkatkan prestasi yang telah diraih. Insya Allah tahun depan hasilnya bisa lebih baik lagi,” ungkap Asyharuddin. Ia menegaskan bahwa semangat berprestasi akan terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik. Sesuai slogan sekolah, SMK Negeri 6 Surabaya berkomitmen melahirkan lulusan yang cerdas, unggul, dan berkarakter sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Prestasi yang diraih dalam LKS Dikmen Nasional 2026 semakin mempertegas posisi SMK Negeri 6 Surabaya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur. Keberhasilan tersebut juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama sekolah serta daerah di berbagai ajang prestasi. Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, SMK Negeri 6 Surabaya optimistis dapat terus menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi Jawa Timur sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan dunia industri di masa depan. Sedangkan Salah satu siswi terbaiknya, Olivia Widyasari Pratama, berhasil meraih Medali Emas pada bidang Cooking, sekaligus turut mengantarkan Jawa Timur mempertahankan gelar Juara Umum LKS Dikmen Nasional untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Atas prestasi tersebut, Olivia menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Penerimaan dan Apresiasi Tim Kontingen Jawa Timur LKS Dikmen Nasional 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).Keberhasilan meraih medali emas di tingkat nasional menjadi momen yang sangat berkesan bagi Olivia. Dengan penuh rasa haru dan bangga, ia mengaku tidak menyangka perjuangan panjang yang dijalaninya selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. “Saya bangga sekali bisa mendapatkan penghargaan dan hadiah langsung dari Ibu Gubernur. Menjadi juara nasional ini merupakan cita-cita saya sejak lama. Alhamdulillah, hari ini cita-cita itu bisa terwujud,” ujar Olivia. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih seorang diri. Di balik medali emas yang kini diraihnya, terdapat dukungan besar dari para guru pembimbing, keluarga, serta pihak sekolah yang selalu memberikan motivasi dan arahan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Olivia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru pembimbing yang dengan sabar mendampingi setiap tahapan latihan. Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dan motivasi dari para pembimbing yang tidak pernah lelah memberikan arahan demi meningkatkan kemampuan kompetensinya di bidang tata boga. “Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru pembimbing yang selalu mendampingi saya selama latihan. Mereka selalu memberikan semangat, masukan, dan membimbing saya hingga bisa meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” katanya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala SMK Negeri 6 Surabaya, Asyharuddin, S.Pd., S.ST., M.Pd.,serta para guru guru yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan prestasi siswa. Menurut Olivia, perhatian dan fasilitas yang diberikan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang membantunya tampil maksimal dalam kompetisi. “Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Sekolah yang selalu mendukung dan memberikan kesempatan kepada kami untuk berkembang. Dukungan dari sekolah membuat saya semakin percaya diri untuk berkompetisi dan membawa nama baik SMKN 6 Surabaya serta Jawa Timur,” tuturnya. Prestasi yang diraih Olivia sekaligus mempertegas kualitas pendidikan vokasi di SMKN 6 Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di bidang pariwisata dan tata boga. Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan siswa-siswi berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional. Bagi Olivia, medali emas ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita yang lebih tinggi. Ia berharap prestasinya dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi dan bekerja keras meraih prestasi terbaik.

Reses di Gebang Putih, Yordan Batara Goa Serap Keluhan Warga soal Tarikan Sekolah hingga Drainase

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Jalan Asem Payung I, Kelurahan Gebang Putih, Surabaya pada Jumat 31 Juli 2026. Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan mencuat mulai dari dunia pendidikan, pengelolaan sampah, drainase lingkungan, hingga layanan kesehatan. Yordan mengungkapkan bahwa salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan adanya tarikan biaya di sekolah negeri, khususnya terkait seragam sekolah dan peran komite sekolah yang dinilai sebagian masyarakat masih membebani orang tua siswa. Menurutnya, banyak warga yang belum memahami aturan yang berlaku sehingga muncul kesalahpahaman terkait kewajiban pembelian seragam sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan menjual maupun memaksa orang tua membeli seragam dari pihak tertentu. “Ketentuannya sebenarnya sudah jelas. Sekolah tidak boleh memaksa orang tua membeli seragam di sekolah. Orang tua memiliki hak untuk membeli seragam di luar sekolah, memanfaatkan seragam bekas kakak kelas, atau memilih tempat pembelian lain yang lebih terjangkau,” ujarnya. Yordan menilai persoalan tersebut lebih banyak disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, terutama menjelang masa penerimaan peserta didik baru. Karena itu, ia mendorong pemerintah dan pihak sekolah untuk lebih masif memberikan informasi kepada calon siswa dan orang tua agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Selain pendidikan, warga juga menyampaikan kebutuhan penambahan sekolah menengah kejuruan (SMK), khususnya SMK teknik, di kawasan Gebang Putih dan wilayah Surabaya Timur. Menurut warga, keberadaan SMK teknik masih terbatas sehingga daya tampung siswa dan akses pendidikan vokasi perlu ditingkatkan. Menanggapi hal tersebut, Yordan menyatakan akan meneruskan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pengembangan fasilitas pendidikan di masa mendatang. Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Warga mengeluhkan masih minimnya sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah. Kondisi tersebut membuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat belum berjalan optimal. Yordan menilai program pemilahan sampah memerlukan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah kota, kelurahan, maupun masyarakat. Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai akan membantu pengurus kampung dalam menjalankan program pengelolaan sampah secara berkelanjutan. “Kami melihat semangat masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sudah ada. Tinggal bagaimana dukungan sarana dan tempat yang memadai bisa disiapkan agar program ini berjalan lebih efektif,” katanya. Di bidang infrastruktur, warga meminta adanya normalisasi atau pengerukan saluran air yang dinilai mulai mengalami hambatan aliran. Mereka mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat memicu genangan saat musim hujan. Yordan menjelaskan bahwa perubahan kondisi lingkungan akibat pembangunan kawasan perumahan baru di wilayah timur Surabaya diduga turut memengaruhi kelancaran aliran air. Karena itu, aspirasi terkait perbaikan drainase akan diteruskan kepada instansi terkait agar mendapat perhatian lebih lanjut. Keluhan lain yang turut disampaikan masyarakat berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Seorang warga mengaku pernah mengalami kondisi belum sepenuhnya pulih saat diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Aduan tersebut menjadi perhatian Yordan karena menyangkut kualitas layanan kepada pasien. Ia berjanji akan menelusuri lebih lanjut peristiwa tersebut guna mengetahui kondisi yang sebenarnya. Selain itu, ia juga akan menyampaikan masukan masyarakat kepada pihak rumah sakit, khususnya rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Yordan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan kendala dalam pelayanan publik. Menurutnya, komunikasi yang cepat antara warga dan wakil rakyat dapat membantu penyelesaian masalah secara lebih efektif. “Jika ada persoalan pelayanan publik yang dirasakan masyarakat, segera laporkan kepada kami. Dengan begitu kami bisa ikut mengawal dan memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

Dinsos Jatim Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat, 270 Siswa Siap Masuk Asrama

SURABAYA – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur terus melakukan pendampingan dan pemantauan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 2 Surabaya. Selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, Dinsos Jatim juga menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para calon peserta didik sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si.,, menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kesehatan para siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Jatim serta Dinsos Kota Surabaya “Hari ini untuk SRT 2 Surabaya kami melaksanakan cek kesehatan gratis. Kegiatan ini diawali untuk jenjang SMA, kemudian besok dilanjutkan untuk jenjang SD dan SMP. Untuk petugas kesehatannya kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Arif saat meninjau pelaksanaan kegiatan, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, pelaksanaan MPLS yang semula dijadwalkan pada akhir Juli harus mengalami penyesuaian karena proses penyelesaian beberapa fasilitas pendukung masih berlangsung. Oleh sebab itu, launching MPLS dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Arif menjelaskan, sebelum MPLS dimulai, para siswa akan mengikuti tes kesamaptaan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya pada Senin (3/8/2026). “Insyaallah launching MPLS akan dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus. Sebelumnya, pada hari Senin anak-anak akan mengikuti tes kesamaptaan bersama Akademi Angkatan Laut yang ada di Surabaya. Kami berharap pada saat launching nanti Wali Kota Surabaya juga dapat hadir untuk memberikan semangat kepada para siswa,” katanya. Dari sisi infrastruktur, Arif memastikan bahwa kesiapan gedung, ruang kelas, serta asrama telah mencapai 100 persen. Meski demikian, beberapa pekerjaan penyempurnaan masih dilakukan pada fasilitas penunjang untuk tenaga pendidik dan pengasuh asrama. “Saat ini untuk asrama dan ruang kelas sudah siap seratus persen. Memang masih ada beberapa pekerjaan finishing untuk fasilitas pendukung lainnya, tetapi secara umum sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar dan tinggal para siswa,” jelasnya. SRT 2 Surabaya akan menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Untuk jenjang SMA terdapat 120 siswa, sedangkan SMP juga berjumlah 120 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar masing-masing. Sementara itu, jenjang SD akan diisi oleh 30 siswa. Selain menerima siswa baru, Dinsos Jatim juga melakukan pemindahan peserta didik dari Sekolah Rakyat Perintisan yang sebelumnya berada di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sebanyak 98 siswa akan dipindahkan ke lokasi permanen SRT 2 Surabaya agar seluruh kegiatan pendidikan dapat terpusat di satu kawasan. “Anak-anak dari Sekolah Rakyat Perintisan di UNESA akan kami tarik ke sini. Jumlahnya sekitar 98 siswa. Karena sifatnya dulu hanya perintisan, maka sekarang seluruh aktivitas pendidikan akan dipusatkan di lokasi permanen SRT 2 Surabaya,” terang Arif. Dalam pelaksanaan CKG hari ini, sebanyak 35 siswa dari program Sekolah Rakyat Perintisan turut membantu dan berpartisipasi. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bagian dari proses adaptasi menuju lingkungan sekolah yang baru. Arif menegaskan bahwa seluruh kuota penerimaan peserta didik untuk tahun ajaran perdana telah terpenuhi. Dengan kesiapan fasilitas, tenaga pendukung, serta program kesehatan yang telah berjalan, Dinsos Jatim optimistis pelaksanaan MPLS dan operasional Sekolah Rakyat Terpadu Surabaya dapat berlangsung lancar. “Kami bersyukur seluruh kuota siswa sudah terpenuhi. Sekarang fokus kami memastikan seluruh proses transisi berjalan baik sehingga anak-anak dapat memulai pendidikan dengan nyaman dan mendapatkan layanan yang optimal sejak hari pertama,” pungkasnya. Sedangkan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat menyampaikan bahwa, pemeriksaan kesehatan sejak awal menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi fisik siswa dalam keadaan baik sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar dengan optimal. “Pada hari ini saya melihat langsung pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat. Salah satu yang sangat baik adalah adanya Cek Kesehatan Gratis bagi anak-anak. Dengan pemeriksaan kesehatan sejak awal, kita bisa memastikan tumbuh kembang mereka berjalan dengan baik sehingga nantinya dapat menerima pembelajaran dengan tenang dan maksimal,” ujar Rasiyo. Ia menilai konsep Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter peserta didik. Hal itu terlihat dari berbagai aktivitas yang dijalankan siswa setiap hari, termasuk olahraga pagi dan pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. “Lingkungannya sangat mendukung. Anak-anak sejak pagi sudah diajak berolahraga dan menjalani aktivitas yang positif. Ini menjadi modal penting untuk membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan siap belajar,” katanya. Selain itu, Rasiyo juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan bagi para siswa. Sistem pendidikan berasrama dinilai mampu memberikan dukungan yang lebih menyeluruh terhadap kebutuhan peserta didik. Di lingkungan sekolah, siswa mendapatkan tempat tinggal, ruang belajar, tempat tidur, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang menunjang proses pendidikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses. “Anak-anak ditampung di asrama yang cukup baik. Ada tempat tidur, ruang belajar, kamar mandi, dan berbagai fasilitas lainnya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar ingin memberikan layanan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi mereka,” ungkapnya. Rasiyo berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta proses pendidikan yang terintegrasi, ia optimistis para siswa mampu berkembang menjadi generasi yang memiliki daya saing tinggi. “Harapan kita, cita-cita Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat sangat miskin dapat terlaksana dengan baik. Kita ingin mencetak kader-kader bangsa yang berkualitas sehingga pada akhirnya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara,” tegasnya. Lebih lanjut, Rasiyo juga menyoroti pentingnya koordinasi dalam penyusunan dan pelaksanaan kurikulum pembelajaran di Sekolah Rakyat. Menurutnya, meskipun pengelolaan sarana, prasarana, dan peserta didik berada dalam lingkup Dinas Sosial, aspek kurikulum tetap harus diselaraskan dengan kewenangan sektor pendidikan. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu melibatkan Dinas Pendidikan sesuai jenjang pendidikan yang diselenggarakan. Untuk tingkat SD dan SMP, koordinasi dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, sedangkan untuk jenjang SMA dan SMK perlu melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. “Guru dan kepala sekolah tentu sudah memiliki tugas masing-masing dalam mengelola pembelajaran. Namun untuk kurikulum harus tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan karena kewenangan pendidikan ada di sana. Dinas Sosial lebih fokus pada penyediaan sarana, prasarana, serta pembinaan sosial peserta