Pigora News Jatim

Wagub Emil Tinjau Ketersediaan BBM dan LPG di Surabaya, Pastikan Stok Aman dan Imbau Warga Tidak Panic Buying

Surabaya — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan peninjauan langsung terhadap ketersediaan energi, khususnya LPG, di sebuah pangkalan LPG yang berlokasi di kediaman warga milik Muh Nur Komari, Jalan Jemursari II No. 74, Surabaya, Senin (6/4/2026).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan LPG di sejumlah daerah di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangannya, Emil menjelaskan bahwa fenomena kelangkaan yang sempat terjadi, seperti di Banyuwangi, bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan lonjakan konsumsi secara tiba-tiba akibat kepanikan masyarakat.

“Di Banyuwangi kemarin sempat terjadi panic buying karena tiba-tiba pola penggunaan meningkat pesat dalam satu waktu. Akhirnya stok harus ditambah hingga 73 persen dari kondisi normal untuk memenuhi kebutuhan saat itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah kondisi kembali normal dan masyarakat memahami bahwa stok sebenarnya tersedia, distribusi LPG pun kembali lancar dan tidak ditemukan masalah serupa di daerah lain.

Emil menegaskan bahwa distribusi LPG subsidi oleh Pertamina dilakukan melalui pangkalan resmi yang jumlahnya mencapai sekitar 36 ribu titik di seluruh Jawa Timur. Di pangkalan tersebut, harga LPG dipastikan sesuai ketentuan pemerintah.

“Kalau di pangkalan, stok dijamin selalu ada dan harga sesuai, sekitar Rp18.000. Kalau ada pengecer menjual lebih mahal, itu perlu dicek. Pengecer boleh menjual, tapi tidak boleh merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, ketahanan stok LPG dalam kondisi aman. Berdasarkan data, konsumsi LPG di Jawa Timur mencapai sekitar 6.000 metrik ton per hari, sementara total stok nasional berada pada level lebih dari 20 hari.

Namun, Emil mengakui bahwa sering terjadi kesalahpahaman dalam membaca data stok, khususnya antara stok yang tersedia langsung di depo dan stok yang masih dalam perjalanan atau berada di kapal tanker.

“Stok yang siap didistribusikan saat ini sekitar 4,4 hari. Tapi kalau ditotal dengan yang ada di kapal dan dalam perjalanan, jumlahnya mencapai lebih dari 20 hari. Jadi jangan hanya melihat satu angka saja,” jelasnya.

Menurutnya, sistem distribusi energi memang dirancang dinamis sesuai kebutuhan, bukan dengan menyimpan stok berlebihan. Hal ini untuk menghindari risiko penyusutan maupun potensi bahaya, mengingat LPG merupakan bahan yang mudah terbakar.

Dalam kesempatan tersebut, Emil juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak tanpa terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar.

“Kita tidak perlu mengubah pola hidup secara drastis. Gunakan energi seperti biasa, tapi tetap bijak. Jangan karena isu global lalu langsung panik dan membeli berlebihan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa panic buying justru dapat memicu kelangkaan semu di tingkat lokal. Jika terjadi secara masif dalam satu wilayah, kondisi ini bisa mengganggu distribusi yang sebenarnya sudah berjalan normal.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pertamina, lanjut Emil, akan terus memastikan distribusi energi berjalan lancar serta melakukan pemantauan langsung di lapangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *