Pigora News Jatim

Endy Alim Abdi Nusa: Rakor OPOP Jatim, Komitmen Terus Perkuat Ekonomi Pesantren

Surabaya – Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur terus diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan yang digelar pada Selasa, 21 April 2026 di Surabaya. Kegiatan ini dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus pondok pesantren, akademisi, hingga perwakilan perbankan dan instansi terkait.

Ketua Harian OPOP Jawa Timur yang juga Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, dalam laporannya menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren atau yang dikenal dengan ekotren OPOP terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menjelaskan, sejak diluncurkan pada 2019 hingga pertengahan 2025, program ini telah menjangkau sebanyak 1.410 pesantren. Pada tahun 2026, jumlah tersebut ditargetkan bertambah sebanyak 200 pesantren peserta baru, yang terdiri dari 100 peserta hadir secara langsung dan 100 lainnya mengikuti secara daring.

“Melalui pilar santripreneur, kami telah membina sebanyak 634.637 santri agar memiliki jiwa kewirausahaan melalui pelatihan, pengenalan bisnis, hingga penguatan keterampilan vokasional,” ujarnya.

Selain itu, pada pilar sociopreneur, OPOP juga telah membentuk 1.790 pelaku usaha alumni pesantren yang berkolaborasi dengan pondok pesantren dan masyarakat. Hingga kini, sebanyak 18 kabupaten/kota di Jawa Timur telah berkomitmen mendukung program ini dengan membentuk tim OPOP di daerah masing-masing.

Tak hanya berkembang di tingkat regional, program OPOP Jawa Timur juga telah menjadi rujukan nasional dan direplikasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Endy menambahkan, implementasi program OPOP dilakukan melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas. Kolaborasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kelembagaan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, hingga pemasaran.

“Berbagai pihak telah berkontribusi aktif, di antaranya Bank Indonesia, Bank Jatim Syariah, serta sejumlah perguruan tinggi seperti ITS, Universitas Airlangga, UNUSA, UNESA, dan UNISMA,” jelasnya.

Rakor ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi serta sarana berbagi strategi melalui diskusi panel dan pemaparan materi dari para narasumber.

Sebanyak 170 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari pesantren peserta OPOP, peserta terbaik periode 2019–2025, serta tim pengembang OPOP Jawa Timur.

Endy berharap, melalui penguatan kolaborasi yang terus dibangun, program OPOP dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga jejaring antar pesantren semakin kuat sehingga mampu mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi berbasis pesantren di Jawa Timur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *