SURABAYA — Memperingati Hari Korpri 2025, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Rasiyo menyampaikan pesan penting terkait peran ASN dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berwibawa. Menurutnya, tema besar Korpri tahun ini tetap berakar pada pengabdian kepada bangsa dan negara, dengan menempatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan sebagai pondasi utama.
“Korpri itu intinya mengabdi pada bangsa dan negara. Warga Pegawai Republik Indonesia harus taat pada aturan sehingga dapat melaksanakan ketentuan dengan baik. Dengan Korpri yang berdaulat, negara kita akan semakin maju,” ujarnya.
Rasiyo juga menekankan bahwa berbagai persoalan yang muncul di tubuh Korpri tidak dapat digeneralisasi sebagai kegagalan organisasi, melainkan lebih kepada perilaku individu. Karena itu, ia mendorong agar ASN terus menjaga integritas serta menjauhi praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.
“Teman-teman sebenarnya sudah sangat paham. Kasus-kasus yang terjadi itu sifatnya individual. Itu harus dikurangi, apalagi pemerintahan saat ini menuntut pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” tambahnya.
Selain integritas, Rasiyo menyoroti tantangan besar ASN di era modern, yaitu kemampuan menguasai teknologi informasi. Menurutnya, pelayanan publik kini tidak lagi sepenuhnya bersifat fisik, tetapi telah bergeser ke arah layanan digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan efisiensi.
“Tantangan ke depan di era modern ini tentu seorang Korpri harus memahami IT dengan baik. Pelayanan sekarang bisa dilakukan secara komputer, Google, dan digital,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Rasiyo berharap momentum Hari Korpri 2025 menjadi refleksi bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kinerja, kompetensi, dan dedikasi demi kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.



