Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan komunikasi dan kolaborasi antara Partai Demokrat dan PKS Jawa Timur untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Emil saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua DPTW PKS Jawa Timur Bagus Prasetyo Lolono beserta jajaran pengurus harian dan Fraksi PKS Jawa Timur di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Rabu (23/7/2026).
Emil menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut silaturahmi antara kedua partai sebagai momentum penting untuk mempererat persaudaraan serta persahabatan.
“Ini suatu momen yang membahagiakan karena kami senang sekali bisa berkomunikasi dan merajut tali persaudaraan dan persahabatan dengan rekan-rekan PKS,” ujar Emil.
Menurut Emil, komunikasi antarpimpinan dan struktur partai penting untuk memastikan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput dapat tersampaikan hingga tingkat nasional. Ia menilai, aspirasi tersebut dapat dihimpun melalui komunikasi antara struktur Partai Demokrat dan PKS di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
“Bagaimana aspirasi dari akar rumput ini sampai hingga ke Senayan melalui struktur partai. Jadi, aspirasi yang diserap dari PKS kabupaten/kota maupun Demokrat kabupaten/kota bisa tersampaikan kepada yang ada di pusat,” jelasnya.
Selain membahas dinamika politik, Emil menekankan pentingnya seluruh elemen politik untuk lebih fokus pada persoalan konkret yang dihadapi masyarakat. Terlebih, kondisi global saat ini masih menghadirkan tantangan terhadap perekonomian.
Ia menyebut pengendalian harga dan menjaga roda ekonomi tetap berputar menjadi perhatian utama masyarakat.
“Menurut saya, masyarakat saat ini menginginkan seluruh elemen berbicara mengenai masalah-masalah konkret yang dihadapi di depan mata. Dengan kondisi global seperti ini, menjaga agar harga tetap terkendali dan roda ekonomi tetap berputar menjadi perhatian utama masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Emil juga menyampaikan gagasan mengenai kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan secara bersama-sama oleh Demokrat dan PKS. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak harus berorientasi pada kepentingan internal partai, melainkan diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ada ide bagaimana kalau ada kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Bukan kaderisasi yang sifatnya membangun militansi atau strategi internal partai, tetapi justru pengabdian masyarakat yang dilakukan secara kolektif bersama-sama,” ungkapnya.
Emil menambahkan, peluang kolaborasi tersebut juga terbuka untuk melibatkan partai politik lain. Dengan demikian, kerja sama lintas partai dapat semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Silaturahmi Demokrat Jatim dan PKS Jatim tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi politik sekaligus membuka ruang kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di Jawa Timur.


